MERAHPUTIH.COM - DEMI memperluas kapasitas produksi sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan daging di Jakarta, Dharma Jaya memindahkan fasilitas rumah potong hewan (RPH) dari Cakung, Jakarta Timur, ke kawasan Ciangir, Tangerang. Direktur Utama (Dirut) Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan rencana pemindahan tersebut masih dalam tahap perencanaan.
Raditya menjelasakan salah satu pertimbangan pemindahan RPH itu karena kondisi Jakarta yang semakin padat sehingga kurang ideal untuk pengembangan fasilitas peternakan berskala besar.
"Di sana nanti juga akan ada rumah potong hewan dan cold storage. Rumah potong hewan yang saat ini ada di Cakung mungkin ini masih rencana akan dipindahkan ke Ciangir," ujar Raditya dalam sesi diskusi dan buka puasa bersama di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (5/3).
Ia menjelaskan lokasi Ciangir dinilai lebih ideal karena berada jauh dari kawasan permukiman. Kondisi tersebut dinilai lebih mendukung operasional fasilitas peternakan dan pengolahan daging dalam skala besar.
Raditya menambahkan lahan yang disiapkan di Ciangir memiliki luas sekitar 100 hektare. Namun, dari total tersebut, sekitar 20 hektare sudah digunakan lembaga pemasyarakatan. "Lahan di Ciangir itu luasnya sekitar 100 hektare. Namun, dari 100 hektare tersebut, 20 hektare sudah digunakan LP. Saya lupa namanya, LP Ciangir. Namun, itu merupakan LP asimilasi, jadi bukan LP dengan jeruji atau sel seperti biasanya," ungkapnya.
Baca juga:
Mendag Imbau Industri Rumah Potong Agar Beralih ke Daging Beku
Lebih jauh ia menyebut warga binaan di LP tersebut umumnya sudah mendekati masa bebas dan menjalani program pembinaan berupa kegiatan produktif seperti bercocok tanam hingga beternak. "Para warga binaan di sana sebagian besar sudah mendekati masa bebas. Mereka bercocok tanam dan juga beternak di sana. Bahkan ada yang sudah merasa nyaman tinggal di sana karena sudah bekerja dan beraktivitas, bahkan ada yang sampai berkeluarga di sana," ucapnya.
Dari total lahan yang tersedia, sekitar 70 hektare masih dapat dimanfaatkan. Namun, Dharma Jaya memperkirakan hanya membutuhkan sekitar 40 hektare untuk pembangunan fasilitas peternakan. "Sebenarnya kami tidak membutuhkan seluruh 70 hektare tersebut. Kira-kira kami hanya membutuhkan sekitar 40 hektare," imbuhnya.
Pada tahap awal, Dharma Jaya akan membangun kandang sapi serta fasilitas pendukung seperti gudang pakan dan pengolahan pakan. Di masa depan, kawasan tersebut ditargetkan berkembang menjadi pusat peternakan dan pengolahan daging yang terintegrasi.
"Jadi nanti di Ciangir akan dibangun kandang terlebih dahulu, beserta gudang pakan dan fasilitas pengolahan pakan," tutupnya.(Asp)
Baca juga:
Dharma Jaya Tambah Impor Sapi Hadapi Puasa hingga Lebaran 2026
2 Attachments • Scanned by Gmail