Lapsus: Gelora Pertempuran Surabaya

Detik-Detik Pendaratan Pasukan Inggris, Dari Salah Paham Hingga Hampir Baku Tembak

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Jumat, 10 November 2017
Detik-Detik Pendaratan Pasukan Inggris, Dari Salah Paham Hingga Hampir Baku Tembak

Kapal tentara Inggris, HMS Waveney. (clydemaritime.co.uk)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

AMINOEDIN Loebis dari kantor berita Antara Surabaya tergopoh-goboh tiba di markas Pemuda Republik Indonesia (PRI), sekarang Gedung Pemuda, 22 Oktober 1945. Ia mengabarkan bahwa Jakarta mengirim pesan tak lama lagi pasukan Inggris akan mendarat di Surabaya dengan kekuatan satu resimen.

PRI pun berinisiatif membentuk tim penghubung beranggotakan pemuda pandai berbahasa Inggris. Mereka di antaranya; Roeslan Abdulgani, Jetty Zain, Boesh Effendy, Djamal, Hamid Algadri, Maasjeiwi, dan Des Alwi.

Selang tiga hari, kabar dari Jakarta itu pun terbukti benar. Kapal HMS Waveney merapat Tanjung Perak pada 25 Oktober 1945. Brigade ke-49, pimpinan Brigadir Mallaby, tiba di Surabaya untuk menuntaskan 3 misi utama; mengevakuasi orang-orang sipil Belanda, mengevakuasi tawanan perang dan interniran Eropa, dan memulangkan orang-orang Jepang.

Ketika kapal Inggris itu akan memasuki teluk Surabaya, mereka mengirim kode meminta keterangan dengan isyarat lampu kepada pihak pelabuhan untuk memandu pendaratan. Tapi, terjadi salah paham di kedua pihak.

Pasukan republik tak paham isyarat lampu, sementara pihak Inggris mengira Surabaya masih dikuasai Jepang. Sempat tegang, namun kedua pihak masih bisa menahan tembakan.

Kapal pasukan Inggris, menurut Roeslan Abdulgani pada Seratus Hari di Surabaya Yang Menggemparkan Indonesia, berisi para perwira Inggris, namun para pasukan kebanyakan berdarah India dengan tubuh hitam tegap. Kedatangan Brigade ke-49 ini pun memantik kewaspadaan penduduk setempat.

Mallaby mengutus MacDonald bersama seorang petugas intelijen Inggris pergi menemui dokter gigi Moestopo, pemimpin Badan Keamanan Rakyat (BKR) Surabaya. Kepada Moestopo, dia menjelaskan tugas Sekutu. Tapi Moestopo tak lekas percaya. Moestopo berkeyakinan bahwa Sekutu membawa tentara Belanda di dalam kapal mereka untuk melucuti tentara Indonesia.

Moestopo, ketua Badan Keamanan Rakyat Jawa Timur, kemudian memustuskan berkeliling kota dengan mobil bak terbuka sembari terus berteriak, "Siap..Siap!".

Masyarakat saat itu sudah resah. Laskar-laskar perjuangan sudah siap senjata di tangan. Menteri Luar Negeri Ahmad Soebardjo bahkan berubah pandang. Dia semula meminta agar rakyat Surabaya bersikap netral, malah kemudian membebaskan keputusan rakyat Surabaya sendiri.

"Maka segala sesuatunya sekarang terserah sepenuhnya kepada keputusan rakyat Surabaya. Terserah jullie yang ada di Jawa Timur," ucapnya kepada Des Alwi, seperti dikutip dalam buku Pertempuran Surabaya November 1945.

Mendengar keputusan Soebardjo, Des Alwi lantas bergegas menemui Gubernur Jawa Timur, Suryo. Dia melapor pandangan para pemimpin nasional. "Sudahlah mas begini saja, buatkan aku pidato," jawab Suryo.

Des Alwi pun segera menyusun teks pidato. Sekira pukul 23.00, mereka pun menuju studio Nederlands-Indische Radio Omroep (NIROM). Suryo pun mengucapkan pidatonya. Setelah selesai, rombongan ini kembali ke gubernuran untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.

Gubernur Suryo memutuskan agar semua pegawai sipil secepatnya pindah ke Pansion Marijke di jalan Embong Sawo, kota Surabaya, nomor dua sebelah kiri dari Jalan Kaliasin.

"Lokasi pertahanan pasukan polisi telah dipindahkan ke daerah Bedjeng. Nanti jika Bedjeng sudah tidak bisa dipertahankan, pasukan sampeyan harus mundur ke arah Lamongan," ujar Des kepada anggota polisi Djarot Soebiantoro. (*) Vishal Rand

#Gelora Pertempuran Surabaya #Pertempuran Surabaya #Pertempuran 10 November 1945 #Hari Pahlawan #Brigjen Mallaby
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Hari Pahlawan, Ketua Fraksi PKB Serukan Persatuan Bangsa
Peristiwa heroik di Surabaya pada 1945 menjadi bukti bahwa seluruh elemen masyarakat Indonesia mampu meraih kemenangan ketika bersatu menghadapi ancaman bersama. ?
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
Hari Pahlawan, Ketua Fraksi PKB Serukan Persatuan Bangsa
Berita Foto
Momen Presiden Prabowo Subianto Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara
Presiden Prabowo Subianto (kiri) memberikan selamat kepada putra presiden kedua RI Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto (kanan) Bambang Trihatmodjo (kiri) dan Siti Hardijanti Hastuti Rukmana usai upacara pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto dan sembilan tokoh lainnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Didik Setiawan - Senin, 10 November 2025
Momen Presiden Prabowo Subianto Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara
Indonesia
Jasa Besar Gus Dur sebagai Bapak 'Pluralisme' Indonesia: dari Penghapusan Diskriminasi hingga Gelar Pahlawan Nasional
Gus Dur resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Dikenal sebagai ‘Bapak Pluralisme’, jasa besar Gus Dur bagi umat Tionghoa dan perjuangannya menegakkan kesetaraan menjadi warisan abadi bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 November 2025
Jasa Besar Gus Dur sebagai Bapak 'Pluralisme' Indonesia: dari Penghapusan Diskriminasi hingga Gelar Pahlawan Nasional
Indonesia
Dari Penumpas G30S PKI hingga Pahlawan Nasional: Jejak Perjuangan Sarwo Edhie Wibowo
Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, tokoh militer penumpas G30S/PKI dan ayah mertua Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 November 2025
Dari Penumpas G30S PKI hingga Pahlawan Nasional: Jejak Perjuangan Sarwo Edhie Wibowo
Indonesia
Dari Pabrik Porong ke Istana Negara, Profil dan Perjuangan Marsinah hingga Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional
Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah, aktivis buruh yang tewas pada 1993.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 November 2025
Dari Pabrik Porong ke Istana Negara, Profil dan Perjuangan Marsinah hingga Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional
Indonesia
10 Pahlawan Nasional yang Ditetapkan Prabowo Hari Ini: Profil Lengkap dan Jasa Mereka untuk Indonesia
Daftar 10 pahlawan nasional 2025: Gus Dur, Soeharto, Marsinah, dan 7 tokoh lainnya. Ketahui profil, biografi, dan jasa-jasa mereka bagi bangsa Indonesia.
ImanK - Senin, 10 November 2025
10 Pahlawan Nasional yang Ditetapkan Prabowo Hari Ini: Profil Lengkap dan Jasa Mereka untuk Indonesia
Indonesia
Presiden Prabowo Resmi Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto
Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto di Istana Negara, Jakarta. Keputusan ini tertuang dalam Keppres Nomor 116/TK Tahun 2025 dan menuai pro-kontra publik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 November 2025
Presiden Prabowo Resmi Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto
Indonesia
Soeharto Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional, dari Prajurit PETA hingga Presiden 32 Tahun
Presiden ke-2 RI Soeharto akan diumumkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Simak perjalanan hidup, karier militer, masa kepemimpinan, hingga kontroversinya selama 32 tahun memerintah Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 November 2025
Soeharto Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional, dari Prajurit PETA hingga Presiden 32 Tahun
Berita Foto
Momen Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Ziarah Nasional Hari Pahlawan
Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Ziarah Nasional dan Renungan Suci Hari Pahlawan 2025 di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Minggu (9/11/2025). (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden).
Didik Setiawan - Senin, 10 November 2025
Momen Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Ziarah Nasional Hari Pahlawan
Indonesia
Prabowo Ingatkan Wasiat Bung Tomo yang Harus Diingat Seluruh Rakyat Indonesia, Jangan Sampai Jasa Pahlawan Pertempuran Surabaya Dilupakan
Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran memimpin Renungan Suci Hari Pahlawan di TMP Kalibata
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 November 2025
Prabowo Ingatkan Wasiat Bung Tomo yang Harus Diingat Seluruh Rakyat Indonesia, Jangan Sampai Jasa Pahlawan Pertempuran Surabaya Dilupakan
Bagikan