MerahPutih Wisata - Desa Wisata Kasongan, Kasihan, Bantul, DI Yogyakarta, kian terkenal karena hasil kerajinan tangan gerabahnya yang cukup apik. Deretan show room atau rumah-rumah galeri di Desa Wisata Kasongan ini menawarkan barang-barang kerajinan dari gerabah serta dari bahan lainnya seperti guci, pot bunga, lampu hias, miniatur transportasi, aneka tas, patung, souvenir untuk pengantin, serta hiasan lainnya yang menarik untuk dipajang di rumah.
Namun, siapa sangka bahwa desa ini bermula dari hal sepele. Awalnya, di masa kependudukan Belanda, kuda-kuda milik Belanda banyak hidup Bantul. Suatu waktu, seekor kuda mati tepat di lahan persawahan milik warga. Mengetahui kuda Belanda mati, pemilik sawah pun melepaskan hak kepemilikan sawahnya karena takut ancaman hukuman. Sikap pemilik sawah itu kemudian diikuti warga lainnya, yang kebetulan memiliki sawah tepat di sebelah sawah di mana kuda mati.
Sejumlah tanah persawahan itu akhirnya diakui oleh warga desa lain. Penduduk yang tidak memiliki tanah persawahan itu akhirnya memulai kegiatan baru di sekitar rumahnya, yaitu mengolah tanah liat yang ternyata tidak pecah jika diempal-empalkan untuk perlengkapan dapur dan juga untuk mainan. Sejak itulah aktivitas kerajinan gerabah mulai ramai hingga saat ini.
"Kalau desa ini jadi desa wisata belum lama ini saja. Kita dibantu pemerintah mendirikan desa jadi objek wisata. Hasil kerajinan kita bisa laku, ramai wisatawan kan," kata salah seorang perajin Yadi, saat ditemui merahputih.com di Desa Wisata Kasongan, Pedukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, baru-baru ini. (Fre)
BACA JUGA:

