Dampak PPKM Darurat bagi Industri Otomotif

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 05 Juli 2021
Dampak PPKM Darurat bagi Industri Otomotif

Suasana jalanan di DKI Jakarta saat PPKM Darurat, Minggu (4/7). Foto: MP/Kanu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali yang berlangsung pada 3-20 Juli, bakal memberikan dampak bagi sektor otomotif, terutama pada sisi penjualan dan produksi.

"Tentu akan ada dampaknya terhadap penjualan dan produksi otomotif, serta komponennya. Tetapi, kesehatan masyarakat ada di atas segala-galanya," ucap Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/7).

Baca Juga

PPKM Darurat Hari Pertama Kerja, Macet Parah Sampai Gigit Jari Gagal Masuk Jakarta

Jongkie tidak merinci seperti apa dampak yang ditimbulkan, namun ia para pelaku di sektor otomotif tetap memberikan dukungan atas kebijakan pemerintah tersebut.

"Kita akan patuh pada PPKM Darurat, semua anggota diminta untuk ikut melaksanakannya," tegasnya.

Suasana jalanan di DKI Jakarta saat PPKM Darurat, Minggu (4/7). Foto: MP/Kanu

Di sisi lain, akademisi sekaligus pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr. Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, PPKM Darurat berpotensi untuk memberikan tekanan lebih berat lagi pada semua sektor bisnis di daerah Jawa-Bali.

Termasuk sektor otomotif jika ternyata terpaksa harus diperpanjang hingga lebih dari satu bulan, karena aktivitas masyarakat di wilayah captive market otomotif kembali diperketat.

"Hal ini akan membuat masyarakat masuk kedalam ketidakpastian dan keraguan serta suasana psikologis yang paranoid. Pembatasan aktivitas masyarakat akan membatasi pula aktivitas konsumsi mereka dan seluruh rantai ekonomi yang berkorelasi dengannya," ujarnya.

"Dampaknya, tren peningkatan penjualan otomotif yang sudah membaik di kuartal dua ini berpotensi untuk mengalami tekanan yang lebih dalam lagi dan berpotensi memperpanjang resesi ekonomi. Tidak ada kepastian apakah setelah PPKM darurat 2 minggu penyebaran COVID-19 akan mereda," sambungnya

Menengok ke belakang, penjualan mobil baru di Indonesia pada Mei 2021 tercatat sebanyak 54.815 unit, mengalami penurunan sebesar 30,5 persen dibandingkan penjualan pada April 2021 sejumlah 78.908 unit.

Suasana jalanan di DKI Jakarta saat PPKM Darurat, Minggu (4/7). Foto: MP/Kanu

Melansir data Gaikindo, penjualan pabrik ke diler (whole sales) pada bulan Mei 2021 tetap jauh lebih tinggi dari penjualan Mei tahun lalu sebanyak 3.551 unit. Hal itu bisa dipahami bahwa pada 2020 Indonesia menerapkan pengetatan aktivitas luar ruang menyusul masuknya pandemi COVID-19.

Kendati turun hingga 30,5 persen, penjualan mobil pada Mei 2021 tetap lebih baik ketimbang pada Januari dan Februari 2021 yang masing-masing sebanyak 52.909 unit dan 49.202 unit. (*)

Baca Juga

PPKM Darurat, Oh PPKM Darurat...

#PPKM Darurat #Gaikindo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Gaikindo Auto Week 2026 Lebih Dekat ke Masyarakat, Hadir di 10 Kota Besar di Indonesia
Biasanya, pameran otomotif skala besar cuma berpusat di ibu kota. Tapi kali ini, ada gebrakan seru.
Angga Yudha Pratama - Selasa, 22 September 2026
Gaikindo Auto Week 2026 Lebih Dekat ke Masyarakat, Hadir di 10 Kota Besar di Indonesia
Indonesia
Pertamina Usung Ekosistem Digital dan Konsep Energi Masa Depan di GIIAS 2026
Masyarakat bisa melihat langsung ekosistem energi terintegrasi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 Juli 2026
Pertamina Usung Ekosistem Digital dan Konsep Energi Masa Depan di GIIAS 2026
Lifestyle
BAIC T1 Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Rp 373 juta, Tawarkan Garansi Baterai Hingga 8 Tahun
Bintang utama di panggung GIIAS 2026 tak lain adalah BAIC T1
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 Juli 2026
BAIC T1 Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Rp 373 juta, Tawarkan Garansi Baterai Hingga 8 Tahun
Indonesia
GIIAS 2026 Hadir dengan Fasilitas Test Drive Mewah dan Siap Manjakan Pencinta Otomotif
Program uji kendara ini menjadi sarana krusial membantu pengunjung menentukan keputusan pembelian unit secara tepat
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
GIIAS 2026 Hadir dengan Fasilitas Test Drive Mewah dan Siap Manjakan Pencinta Otomotif
Lifestyle
GAIKINDO Cetak Rekor, GIIAS 2026 Jadi Pameran Otomotif dengan Peserta Merek Terbanyak di Indonesia
GIIAS 2026 akan berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Kabupaten Tangerang.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
GAIKINDO Cetak Rekor, GIIAS 2026 Jadi Pameran Otomotif dengan Peserta Merek Terbanyak di Indonesia
Fun
Tiketnya Gratis! Begini Cara Registrasi dan Masuk ke GIICOMVEC 2026
GIICOMVEC 2026 digelar pada 8-11 April 2026. Memasuki hari ketiga, berikut ini adalah panduan lengkap registrasi hingga masuk ke pameran.
Soffi Amira - Jumat, 10 April 2026
Tiketnya Gratis! Begini Cara Registrasi dan Masuk ke GIICOMVEC 2026
Indonesia
GIICOMVEC 2026 Diharap Perkuat Struktur Industri Hingga Kembangkan Teknologi Kendaraan Komersial
GIICOMVEC 2026 dirancang sebagai ajang untuk menjelajahi solusi kendaraan komersial terkini dan peluang bisnis dalam satu tempat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
GIICOMVEC 2026 Diharap Perkuat Struktur Industri Hingga Kembangkan Teknologi Kendaraan Komersial
Indonesia
Demo Area GIICOMVEC 2026 Ajak Pengunjung Siksa Performa Kendaraan Komersial
Penyelenggara menyediakan fasilitas interaktif berupa Demo Area yang menempati area parkir outdoor Hall B3
Angga Yudha Pratama - Senin, 06 April 2026
Demo Area GIICOMVEC 2026 Ajak Pengunjung Siksa Performa Kendaraan Komersial
Indonesia
GIICOMVEC 2026 Siap Gebrak JIExpo Kemayoran, Pamerkan Kekuatan Kendaraan Niaga Standar Global
Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menyatakan bahwa ajang ini merupakan cerminan lompatan besar industri otomotif dalam negeri
Angga Yudha Pratama - Senin, 06 April 2026
GIICOMVEC 2026 Siap Gebrak JIExpo Kemayoran, Pamerkan Kekuatan Kendaraan Niaga Standar Global
Indonesia
Kopdes Merah Putih Bakal Beli 105 Ribu Pickup dari India, Ini Pandangan Menperin Agus
Jika keperluan sebanyak 70 ribu armada pick-up dihasilkan dari dalam negeri maka akan memberikan dampak positif ekonomi (backward linkage) sebesar kurang lebih Rp 27 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 21 Februari 2026
Kopdes Merah Putih Bakal Beli 105 Ribu Pickup dari India, Ini Pandangan Menperin Agus
Bagikan