DALAM tulisan yang diterbitkan surat kabar The Guardian pada 17 Maret 2023, istri mendiang Kurt Cobain yaitu Courtney Love membuat kritik yang cukup tajam terhadap The Rock & Roll Hall of Fame. Ia melemparkan kritik tersebut karena dianggap kurang merepresentasikan kesetaraan musisi perempuan.
Baca juga:
Lihat postingan ini di Instagram
Pada artikel bertajuk Why are Women So Marginalised by the Rock & Roll of Fame? Courtney Love menuangkan kritiknya terhadap ajang Rock & Roll Hall of Fame. Dalam catatannya, Love mayoritas mencantumkan contoh spesifik dari para legendaris perempuan perintis rock and roll yang sampai saat ini tercatat belum pernah masuk nominasi Hall of Fame. Mereka juga membutuhkan waktu yang begitu lama untuk dilantik.
Tak hanya itu, ia juga turut menggarisbawahi tentang ‘hanya 8,48 persen total musisi perempuan’ dari banyaknya musisi yang dilantik selama ini di Rock & Roll Hall of Fame.
“Butuh waktu 30 tahun lebih bagi Rock Hall untuk melantik Nina Simone dan Carole King,” tulis Courtney Love seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (17/3).
Ungkapan tersebut merupakan lanjutan dari paragraf pembuka yang menceritakan awal mula ajang tersebut sejak 1983. Ketika mereka berhasil melantik banyak legenda pria seperti Elvis Presley, namun tidak ada satu pun pewarkilan musisi perempuan yang terlihat.
Hal lain yang juga menjadi fokus dari Courtney Love tentang analisis tersebut ialah minimnya kehadiran seniman kulit hitam dalam ajang itu. Hingga pada akhir kalimatnya, Courtney Love menuliskan beberapa saran dan pesan khusus dari seluruh poin pentingnya dalam catatan tersebut.
Baca juga:
Kurt Cobain Tak Menulis Lagu 'Something in The Way' Sendirian
Lihat postingan ini di Instagram
“Jika begitu sedikit perempuan yang dilantik ke Rock Hall, maka panitia pencalonan rusak. Jika begitu sedikit artis kulit hitam, begitu sedikit perempuan kulit berwarna, yang dilantik, maka proses pemungutan suara perlu dirombak. Musik adalah kekuatan hidup yang terus berkembang – dan mereka tidak dapat mengikutinya,” catat Love.
“Jika Rock Hall tidak mau melihat caranya mereplikasi kekerasan rasisme struktural dan seksisme yang dihadapi seniman di industri musik, jika tidak dapat menghormati dengan benar apa yang telah diciptakan, diinovasi, direvolusi, dan disumbangkan oleh seniman perempuan visioner untuk musik populer – ya sudah biarkan saja itu pergi ke neraka dalam handbag,” tutup Courtney Love. (far)
Baca juga: