Coretan Sejarah 90 Tahun PSSI

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 20 April 2020
Coretan Sejarah 90 Tahun PSSI

Logo HUT ke-90 PSSI. Foto: PSSI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) baru saja berusia 90 tahun pada Minggu (19/4). Banyak coretan sejarah yang mendalam terbentuknya federasi sepak bola di Indonesia tersebut.

Sepak Bola Hindia Belanda

Jauh sebelum terbentuknya PSSI pada 19 April 1930, sepak bola sudah ada sejak zaman Hindia Belanda. Buktinya, di kota-kota besar sudah ada pertandingan sepak bola di tahun 1896-1901, menurut buku 40 Jaar Voetbal in Nederlandsch-Indie 1896-1934 karangan Berretty. Misalnya, ada pertandingan sepak bola di alun-alun Kota Bandung pada tahun 1901.

Baca Juga

6 Kejadian Penting PSSI dan Sepak Bola Indonesia Setahun ke Belakang

Ketika itu, baru bond-bond Hindia Belanda, Tionghoa, dan Arab yang bermunculan di kota-kota besar Indonesia. Warga pribumi hanya menonton pertandingan dan sedikit bergabung dengan bond-bond tersebut. Sebagai informasi tambahan, bond adalah perkumpulan atau organisasi orang yang melakukan kegiatan politik hingga olah raga saat zaman Hindia Belanda.

Para bond tersebut sudah ada yang membentuk tim sepak bola, ada pula baru merintis. Contohnya di Kota Bandung ada klub-klub seperti Laat U Niet Overwinnen (Luno) dan perkumpulan sepakbola militer seperti Velocitas (Cimahi), Sparta, Luchtvaart Afdeeling (LA), Saats Spoor (SS), Yong Men's Combination (YMC, Tionghoa), Opleidingschool voor Inlandsche Ambetenaren, Bandoeng Voetbal Club (BVC), Bandoengsche Sport Vereniging Uitspanning Na Inspanning (POR UNI), dan Sport in de Open Lucht is Gezond (SIDOLIG). Belum lagi di Jakarta ada Tiong Hoa Oen Tong Hwee (THOTH) hingga Union Makes Strength (UMS).

Kongres PSSI Pertama. (BolaSkor.com/Istimewa)
Kongres PSSI Pertama. (BolaSkor.com/Istimewa)

Awalnya, tim-tim sepak bola tersebut bernaung kepada klub yang bertugas sebagai federasi di kotanya masing-masing. Contohnya di Bandung ada Bandoengsche Voetbal Bond (BVB) yang didirikan pada tahun 1914, menaungi bond-bond di Bandung. Lalu ada Voetbalbond Batavia Omstreken (VBO) yang bertugas sebagai federasi menaungi para bond di Batavia.

Federasi di kota-kota besar Hindia Belanda ketika itu membentuk sebuah federasi besar sepak bola bernama
NIVB (Nederlands Indisch Voetbal Bond) pada tahun 1919. NIVB akhirnya diakui sebagai anggota FIFA pada 24 Mei 1924.

Terbentuknya NIVB membuat sepak bola sedikit meluas. NIVB mempersilahkan klub-klub luar bangsawan (Hindia Belanda) non-pribumi untuk bergabung ke dalam naungannya. Klub Tionghoa yang menjamur ketika itu, ada yang bergabung ke NIVB. Ada pula yang berkompetisi dengan klub Tionghoa lainnya dengan sumbangan dana dari para pengusaha Tionghoa yang peduli sepak bola.

Kompetisi NIVB memiliki format di mana setiap bond di bawah naungan klub federasi daerahnya masing-masing berkompetisi. Nantinya, sang juara di wilayahnya masing-masing akan saling sikut di kejuaraan NIVB bernama Steden Kampioens-Wedstrijden, dikutip dari buku 40 Jaar Voetbal in Nederlandsch-Indie 1896-1934 karangan Berretty. Format kompetisi ini bakal menjadi cikal bakal Perserikatan PSSI.

Ekonomi Sepak Bola ala Hindia Belanda dan Pribumi

Kompetisi NIVB di tiap daerah yang semakin populer, tak hanya dijadikan hiburan semata dalam perkembangannya. Sepak bola dalam kompetisi NIVB dijadikan alat pendapatan.

Cerita bermula ketika Eropa terkena depresi ekonomi tahun 1920-an. Depresi ekonomi ini berimbas kepada perekonomian Hindia Belanda. Harga komoditi ekspor Hindia Belanda menurun di Pasar Eropa. Banyak pedagang yang gulung tikar, pabrik-pabrik tutup, dan PHK di mana-mana.

Sepak Bola zaman Hindia Belanda di alun-alun Kota Bandung. (BolaSkor.com/Dokumen Istimewa)
Sepak Bola zaman Hindia Belanda di alun-alun Kota Bandung. (BolaSkor.com/Dokumen Istimewa)

Akhirnya, NIVB memberlakukan sepak bola sebagai alat pendapatan dengan mencetak sebuah harga tiket pertandingan. NIVB juga menyelipkan hiburan rakyat sebelum pertandingan sepak bola. Contohnya, NIVB pernah meraup keuntungan 12.425 Gulden dari 12.559 orang yang hadir di lapangan pertandingan, pada laga persahabatan di Kota Bandung tahun 1922.

#PSSI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Timnas Indonesia Imbang 0-0 Vs Malaysia, Apa Kata Erick Thohir?
Erick Thohir mengapresiasi perjuangan Timnas Indonesia yang menahan Malaysia 0-0 dengan 10 pemain dan meminta Garuda fokus menghadapi Bangladesh.
Frengky Aruan - Selasa, 29 September 2026
Timnas Indonesia Imbang 0-0 Vs Malaysia, Apa Kata Erick Thohir?
Olahraga
Erick Thohir Bongkar Kesiapan Penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Tinggal Sedikit Lagi!
Erick Thohir meninjau Stadion Si Jalak Harupat jelang FIFA ASEAN Cup 2026. Branding mencapai 80 persen dan kualitas lapangan yang disetujui FIFA dinilai layak.
Frengky Aruan - Kamis, 24 September 2026
Erick Thohir Bongkar Kesiapan Penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Tinggal Sedikit Lagi!
Olahraga
PSSI-nya Yordania Umumkan Agenda Uji Coba Sambut Piala Asia 2027, Salah Satunya Lawan Timnas Indonesia di Amman
Laga Timnas Yordania vs Indonesia dijadwalkan digelar di Stadion Internasional Amman pada 13 November 2026.
Frengky Aruan - Jumat, 11 September 2026
PSSI-nya Yordania Umumkan Agenda Uji Coba Sambut Piala Asia 2027, Salah Satunya Lawan Timnas Indonesia di Amman
Olahraga
PSSI Tidak Ingin Partai Persija Vs Persib Ternodai, Yunus Nusi: Baru Pekan Kedua
Persija vs Persib menjadi pertandingan yang mendapat perhatian, termasuk dari FIFA dan dunia internasional.
Frengky Aruan - Kamis, 10 September 2026
PSSI Tidak Ingin Partai Persija Vs Persib Ternodai, Yunus Nusi: Baru Pekan Kedua
Olahraga
Blak-blakan Shin Tae-yong Bertemu Erick Thohir Sebagai Pelatih Persija Usai Dipecat PSSI
Pertemuan perdana Shin Tae-yong dan Erick Thohir usai drama pemecatan dari Timnas Indonesia akhirnya terjadi. Kini latih Persija Jakarta, begini respons blak-blakan STY
Angga Yudha Pratama - Selasa, 01 September 2026
Blak-blakan Shin Tae-yong Bertemu Erick Thohir Sebagai Pelatih Persija Usai Dipecat PSSI
Olahraga
Penggemar Rizky Ridho Jangan Panik, PSSI Sudah Pastikan Isu Dicoret dari Timnas Hoaks
PSSI menegaskan kabar Rizky Ridho dicoret dari skuad timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 adalah hoaks.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Penggemar Rizky Ridho Jangan Panik, PSSI Sudah Pastikan Isu Dicoret dari Timnas Hoaks
Olahraga
PSSI Bidik Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Sebagai Obat Pelipur Lara Kegagalan di AFF
PSSI menargetkan Timnas Indonesia meraih gelar juara di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Kehadiran pemain abroad seperti Jay Idzes dan Kevin Diks jadi kunci penentu
Angga Yudha Pratama - Rabu, 26 Agustus 2026
PSSI Bidik Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Sebagai Obat Pelipur Lara Kegagalan di AFF
Olahraga
Kalah Mental Momok Terbesar Kegagalan Timnas Indonesia. Sport Science Solusinya?
Kalah mental masih jadi momok terbesar kegagalan sepak bola Indonesia
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Kalah Mental Momok Terbesar Kegagalan Timnas Indonesia. Sport Science Solusinya?
Olahraga
Rizky Ridho dan Nadeo Argawinata Masih Berpeluang Bela Timnas Indonesia, Begini Klarifikasi Sumardji
Klarifikasi resmi ini mematahkan isu liar di media sosial terkait kabar pencoretan dua penggawa Persija Jakarta, Rizky Ridho dan Nadeo Argawinata
Angga Yudha Pratama - Rabu, 19 Agustus 2026
Rizky Ridho dan Nadeo Argawinata Masih Berpeluang Bela Timnas Indonesia, Begini Klarifikasi Sumardji
Olahraga
Naik Meja Operasi, Marselino Ferdinan Berharap Lebih Kuat dan Kembali Beri Terbaik untuk Timnas Indonesia
Operasi lutut dijalani Marselino Ferdinan di Rumah Sakit San Juan de Dios, Sevilla, Spanyol, pada 12 Agustus 2026.
Frengky Aruan - Jumat, 14 Agustus 2026
Naik Meja Operasi, Marselino Ferdinan Berharap Lebih Kuat dan Kembali Beri Terbaik untuk Timnas Indonesia
Bagikan