Obituarium

Clive Davis, Raja Musik di Balik Whitney Houston dan Bruce Springsteen, Meninggal Dunia pada Usia 94 Tahun

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Clive Davis, Raja Musik di Balik Whitney Houston dan Bruce Springsteen, Meninggal Dunia pada Usia 94 Tahun

Clive Davis. (foto: Instagram @clivejdavis/@daniel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — CLIVE Davis, salah satu eksekutif musik paling berpengaruh dalam sejarah musik rock dan pop, meninggal dunia pada usia 94 tahun, Senin (22/6). Mantan kepala Columbia Records dan Arista Records itu dikenal karena menemukan dan membentuk karier sejumlah artis besar, termasuk Aretha Franklin, Bruce Springsteen, Billy Joel, Whitney Houston, Santana, Janis Joplin, Christina Aguilera, dan Alicia Keys.

Pihak keluarga menyatakan Davis baru-baru ini dirawat di rumah sakit karena masalah pernapasan dan sedang menjalani pemulihan di rumahnya di Manhattan, New York, ketika meninggal dunia.

"Dunia mengenal ayah kami sebagai legenda musik yang visi, insting, dan upayanya yang tak kenal lelah dalam mengejar kesempurnaan telah membentuk soundtrack kehidupan banyak orang," kata keluarganya dalam sebuah pernyataan.

Davis telah menemukan, membimbing, dan mendukung para artis terbesar dalam sejarah musik modern, meninggalkan jejak budaya yang akan bertahan selama beberapa generasi.

Baca juga:

Film Legendaris Whitney Houston ‘The Bodyguard’ akan Dibuat Ulang



Dari Lulusan Hukum Menjadi Raja Industri Musik



Davis lahir di Brooklyn pada 4 April 1932 dan tumbuh di kawasan Crown Heights. Ia lulus dari Harvard Law School dan sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang industri musik ketika mulai bekerja di Columbia Records pada usia 28 tahun. Namun, ia mengikuti kelas malam untuk mempelajari hukum hak cipta, kontrak, dan litigasi.

Pengetahuan tersebut membantunya memenangi gugatan antimonopoli federal terhadap klub penjualan rekaman Columbia melalui surat. Ia kemudian meyakinkan Bob Dylan untuk tetap bertahan di label tersebut setelah kontraknya sempat terancam batal saat sang musisi berusia 21 tahun.

Pada 1965, ia dipromosikan menjadi wakil presiden label dan tak lama kemudian menjadi presiden perusahaan. Ia kemudian mengontrak sejumlah nama besar seperti Aerosmith, Pink Floyd, Santana, dan Bruce Springsteen. Nama-nama besar itu memberi kehidupan baru bagi label tersebut.

Saya mungkin tidak terlahir dengan telinga musik yang istimewa, tetapi saya rasa saya mengembangkannya. Ketika Anda melihat sosok seperti Janis Joplin atau Springsteen, Anda langsung tahu.

Clive Davis



Membentuk Karier Bruce Springsteen



Pada 1972, Davis memberi nasihat penting kepada Bruce Springsteen yang baru menandatangani kontrak senilai USD 25.000 dengan Columbia Records. Setelah menyaksikan penampilannya, Davis menyarankan Springsteen untuk lebih banyak bergerak di atas panggung.

Beberapa minggu kemudian, saat menonton konsernya di Greenwich Village, ia terkejut melihat perubahan drastis.

"Saya benar-benar terpukau. Dia melompat ke atas setiap meja. Dia berputar ke sana kemari. Bukan hanya gerakannya, melainkan juga semangat yang dipancarkannya. Itu sangat menggetarkan,” ujarnya.

Setelah pertunjukan, Springsteen menyambutnya dengan bercanda, “Clive, apakah malam ini saya sudah cukup banyak bergerak?"

Baca juga:

Bruce Springsteen Punya Kekayaan Lebih dari Rp 17 Triliun, Mayoritas Didapat dari Penjualan Katalog Musik



Mendirikan Arista dan Menemukan Whitney Houston



Meski sukses, Davis akhirnya dikeluarkan dari Columbia setelah perusahaan menuduhnya menggunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi, termasuk pesta bar mitzvah putranya. Ia sempat menghadapi enam tuduhan penggelapan pajak. Davis mengaku bersalah atas satu tuduhan, sedangkan tuduhan lainnya dibatalkan.

Beberapa bulan kemudian, ia mendirikan Arista Records. Kesuksesan langsung datang setelah mengontrak Barry Manilow dan merilis album debut Patti Smith, Horses.

Sentuhan emasnya terus berlanjut.

Pada 1983, Davis mengontrak Whitney Houston yang saat itu baru berusia 19 tahun. Ia menghabiskan waktu bertahun-tahun mencari produser dan penulis lagu yang tepat untuk memaksimalkan kemampuan vokal Houston. Ketika album debut Whitney Houston dirilis pada 1985, album itu menghasilkan tiga lagu nomor satu di Amerika Serikat, seperti Saving All My Love for You, How Will I Know, dan Greatest Love of All. Album tersebut terjual lebih dari 25 juta kopi di seluruh dunia.

Insting Davis kembali terbukti ketika ia berkeras agar lagu I Will Always Love You diawali dengan bagian vokal tanpa musik selama 40 detik, meskipun produser David Foster khawatir keputusan itu akan mengurangi peluang lagu diputar di radio.

Hasilnya, lagu tersebut menjadi hit terbesar Houston, menduduki puncak tangga lagu Amerika selama 14 minggu dan Inggris selama 10 minggu.

Baca juga:

I Wanna Dance With Somebody, Film Biopik Whitney Houston Tayang 2022



Membawa Hip-Hop dan Santana ke Arus Utama



Meski pernah mengaku ‘tidak pernah benar-benar memahami musik rap’, Davis membantu Arista menembus pasar hip-hop melalui kerja sama dengan produser Babyface dan LA Reid.

Kerja sama tersebut melahirkan label LaFace Records yang menaungi artis seperti Outkast, Usher, dan TLC

Ia juga menjalin kemitraan dengan label Bad Boy Records milik Sean Combs, yang menghadirkan nama-nama seperti The Notorious B.I.G. dan Faith Evans.

Pada 1999, Davis membantu gitaris Meksiko-Amerika Carlos Santana meraih kesuksesan besar melalui album Supernatural. Album itu, yang menampilkan kolaborasi dengan Lauryn Hill, Rob Thomas, dan Eagle-Eye Cherry, terjual lebih dari 15 juta kopi dan memenangi Grammy untuk Album Terbaik Tahun Ini.



Warisan tak Terhapuskan



Pada 2000, Davis meninggalkan Arista dan mendirikan J Records. Lewat perusahaan baru ini, ia melahirkan bintang-bintang seperti Alicia Keys dan Maroon 5. Ia kemudian menjabat chief creative officer di Sony Music Entertainment.

Selama lebih dari 60 tahun kariernya, Davis meraih lima penghargaan Grammy dan masuk ke Rock and Roll Hall of Fame pada 2000 sebagai tokoh nonpenampil.

Pesta Grammy tahunannya, yang pertama kali digelar pada 1976, menjadi salah satu acara paling bergengsi dalam kalender industri musik.

Dalam wawancara pada 2016, Davis mengungkapkan rahasia kesuksesannya.

Musik adalah unsur yang dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Apa pun revolusi teknologi yang terjadi, musik tidak akan pernah usang. Orang membutuhkan musik, dan mereka telah membutuhkannya selama bertahun-tahun dalam berbagai bentuk. Itu unsur dasar yang sangat alami dan penting untuk menikmati hidup sepenuhnya.

Clive Davis





Penghormatan Mengalir dari Bruce Springsteen dan Patti Smith



Kabar kepergian Davis diwarnai penghormatan dari banyak musisi ternama dunia. Salah satu tokoh yang memberikan penghormatan yakni Bruce Springsteen.

Dalam unggahan di Instagram, pelantun lagu Born in the USA itu mengatakan ia berduka atas wafatnya sosok besar di industri rekaman sekaligus sahabat dekatnya.

"Pada usia 22 tahun, ia mengubah hidup saya ketika mengontrak saya ke Columbia Records," ujar Springsteen.

Springsteen mengenang Davis yang memperlakukannya dengan rasa hormat dan kebaikan yang sama ketika ia masih seorang pemuda berusia 22 tahun yang tidak dikenal. “Dia pria yang hebat,” imbuhnya.

Mantan artis binaannya yang lain, Patti Smith, juga memberikan penghormatan.

"Saya berterima kasih kepada Clive Davis karena telah mengubah dunia musik, dan secara pribadi karena telah percaya kepada saya, membimbing usaha saya, serta memberikan cinta dan dukungan selama setengah abad,” ujarnya.(dwi)

Baca juga:

'If I Ain't Got You', Karya Abadi Alicia Keys yang Terus Menyentuh Generasi

#Clive Davis #Obituari #Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
“Genie” Girls' Generation Tembus 100 Juta Tayangan, Ini Makna dan Lirik Lagunya
Pencapaian tersebut membuat video musik “Genie” menjadi video musik ke-10 milik Girls' Generation yang berhasil melewati angka 100 juta penayangan
Frengky Aruan - Minggu, 27 September 2026
“Genie” Girls' Generation Tembus 100 Juta Tayangan, Ini Makna dan Lirik Lagunya
ShowBiz
“Lungiting Asmara” Didi Kempot dan Cerita tentang Rindu yang Mengakar
“Lungiting Asmara” menjadi salah satu karya Didi Kempot yang merepresentasikan kekuatan musik campursari dalam mengolah kisah cinta, kerinduan, dan kesetiaan, simak lirik lagunya
Frengky Aruan - Minggu, 27 September 2026
“Lungiting Asmara” Didi Kempot dan Cerita tentang Rindu yang Mengakar
ShowBiz
“Star”, Lagu Pembuka no na yang Merayakan Kepercayaan Diri, Simak Liriknya
“Star” dipilih sebagai trek pembuka yang mengawali perjalanan pendengar menuju keseluruhan cerita dalam album.
Frengky Aruan - Minggu, 27 September 2026
“Star”, Lagu Pembuka no na yang Merayakan Kepercayaan Diri, Simak Liriknya
ShowBiz
Kim Bum Bakal Sapa Penggemar di Jakarta 24 Oktober 2026, Rayakan 20 Tahun Perjalanan Kariernya
Kim Bum akan menggelar fan meeting di Jakarta pada 24 Oktober 2026. Tur ini menjadi perayaan 20 tahun perjalanan kariernya.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Kim Bum Bakal Sapa Penggemar di Jakarta 24 Oktober 2026, Rayakan 20 Tahun Perjalanan Kariernya
ShowBiz
Adira Festival 2026 Digelar di Makassar, Tiket Presale Dibanderol Mulai Rp 119 Ribu
Adira Festival 2026 akan digelar di Makassar pada 23-25 September 2026. Ada berbagai musisi yang meramaikan.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Adira Festival 2026 Digelar di Makassar, Tiket Presale Dibanderol Mulai Rp 119 Ribu
ShowBiz
Macklemore Umumkan Tur 'Free Palestine', Sumbang Semua Hasilnya untuk Palestina
Hasil penjualan tiket untuk pertunjukan tur ini akan disalurkan ke organisasi-organisasi yang mendukung rakyat Palestina.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Macklemore Umumkan Tur 'Free Palestine', Sumbang Semua Hasilnya untuk Palestina
ShowBiz
Weird Genius Gandeng Jessy Alexa di Lagu 'Beg U', Eksplorasi Sisi Gelap dalam Hubungan
Weird Genius dan Jessy Alexa menghadirkan 'Beg U', single yang mengeksplorasi obsesi, ketergantungan emosional, dan keputusasaan dalam balutan Trap dan Dubstep.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Weird Genius Gandeng Jessy Alexa di Lagu 'Beg U', Eksplorasi Sisi Gelap dalam Hubungan
ShowBiz
Bukan Sekadar Konser, Macklemore Siapkan Tur 'Free Palestine' Usai Dikeluarkan dari Tur Ed Sheeran
Macklemore mengumumkan tur 'Free Palestine' di 3 kota Eropa usai polemik dengan Ed Sheeran. Seluruh hasil konser akan disalurkan ke sejumlah organisasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Bukan Sekadar Konser, Macklemore Siapkan Tur 'Free Palestine' Usai Dikeluarkan dari Tur Ed Sheeran
ShowBiz
Portura Debut lewat Single 'Ye Ye Ye', Hadirkan Konsep Escape Room dalam Video Klip
Portura resmi debut lewat single 'Ye Ye Ye' pada 18 September 2026. Video klipnya disutradarai Agung Pambudi dengan konsep Escape Room.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Portura Debut lewat Single 'Ye Ye Ye', Hadirkan Konsep Escape Room dalam Video Klip
ShowBiz
'Observasi Transisi', Babak Baru Adhitia Sofyan dalam Menyusuri Perubahan
Rilisan ini menawarkan kembali pengalaman memiliki sebuah karya secara utuh.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
'Observasi Transisi', Babak Baru Adhitia Sofyan dalam Menyusuri Perubahan
Bagikan