MerahPutih.com - Era kepemimpinan Liam Rosenior di Chelsea semakin memburuk. Hal itu ditunjukkan lewat hasil statistik yang mengerikan.
The Blues tersingkir dari Liga Champions oleh Paris Saint-Germain (PSG), kemudian kehilangan posisi lima besar Premier League setelah menuai serangkaian hasil buruk.
Penampilan lesu dari skuad senilai 1,5 miliar poundsterling (Rp 34,7 triliun) itu terjadi di depan para penggemar mereka sendiri ketika melawan rivalnya, Manchester United.
Tim asuhan Michael Carrick datang tanpa bek tengah senior dalam barisan mereka, kemudian mengandalkan pemain muda Ayden Heaven dan bek sayap alami Noussair Mazraoui untuk membawa kemenangan.
Namun, seperti yang biasa terjadi dalam beberapa minggu terakhir, Chelsea terlihat berbahaya. Mereka juga menciptakan sejumlah peluang bagus, bahkan tiga kali mengenai tiang gawang. Lalu, melepaskan 21 tembakan secara keseluruhan, tetapi tidak mampu menyelesaikan pertandingan.
Baca juga:
Barcelona Siap Jual Jules Kounde, Liverpool hingga Chelsea Berminat
Sebaliknya, MU hanya membutuhkan satu tembakan tepat sasaran untuk mencetak gol ketika Matheus Cunha melepaskan tembakan keras ke gawang, setelah menerima umpan Bruno Fernandes di kotak penalti.
Kurangnya gol di lini depan membuat MU meraih kemenangan ganda atas Chelsea untuk kedua kalinya dalam sejarah Premier League, kemudian satu-satunya waktu lain adalah musim 2019/20.
Sementara itu, kekeringan gol di London barat diperparah oleh fakta bahwa Rosenior merupakan pelatih The Blues pertama yang menyaksikan Chelsea kalah empat pertandingan Premier League berturut-turut tanpa mencetak gol.
Baca juga:
Superkomputer Prediksi Manchester City Juara Liga Inggris 2025/26, Arsenal Terancam Gagal Lagi
Chelsea Jadi Tim yang Paling Sering Kalah di Eropa
Rentetan kekalahan itu, yang dimulai dari kekalahan 1-0 melawan Newcastle pada 14 Maret 2026, juga membuat Chelsea mengalami tiga kekalahan kandang Premier League berturut-turut dalam 31 tahun.
Mungkin statistik yang paling mengejutkan adalah Chelsea secara statistik merupakan tim yang paling banyak kalah di Eropa saat ini.
Tidak ada tim yang kalah lebih banyak pertandingan di semua kompetisi daripada mereka sejak 7 Maret 2026, yang mengalami tujuh kekalahan dalam periode tersebut.
Chelsea masih bisa menyelamatkan musim dengan meraih beberapa trofi, kemudian memulihkan performa liga mereka dalam lima pertandingan terakhir.
Baca juga:
Hugo Ekitike Tulis Pesan Haru di Instagram, Siap Bangkit dari Cedera Achilles
Mereka akan menghadapi Leeds di semifinal Piala FA pada 26 April 2026. Jika menang, maka mereka akan melawan Manchester City atau Southampton di final di Wembley.
Sedangkan di sisa pertandingan liga, Chelsea akan menghadapi Brighton, Nottingham Forest, Liverpool, Manchester City, dan Sunderland.
Chelsea perlu menghentikan penurunan peringkat mereka di klasemen secepatnya. Jika tidak, maka mereka berisiko kehilangan kesempatan bermain di kompetisi Eropa musim depan.
Hal itu tentu akan menjadi bencana bagi klub, baik dari segi olahraga maupun finansial, yang membuat BlueCo telah kehilangan 1,7 miliar poundsterling (Rp 39,3 triliun) sejak mengambil alih klub pada 2022. (sof)