Cerita Presiden Prabowo Tentang Legenda Lembah Tidar
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam agenda santap malam di komplek
MerahPutih.com - Presiden Prabowo memboyong Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, beserta kepala badan, staf khusus, penasihat khusus, dan utusan khusus Presiden di Lembah Tidar sampai 27 Oktober 2024. Rombongan itu berdatangan sejak Kamis (24/10) dan bakal bermalam di tenda-tenda yang dibangun di kompleks Akmil sampai acara berakhir.
Hari pertama retreat, para peserta bangun pagi sejak pukul 04.00 WIB dan berkumpul di lapangan sekitar pukul 05.00 WIB untuk olahraga bersama-sama di Lapangan Sapta Marga.
Presiden Prabowo pun tiba pertama kali dan menunggu jajaran menteri-menterinya datang. Kabinet Merah Putih mengadakan acara di Akmil pada 24-27 Oktober 2024.
Presiden Prabowo Subianto bercerita tentang legenda Gunung atau Bukit Tidar sebagai paku Pulau Jawa, dalam sesi makan malam bersama taruna dan taruni di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (25/6).
Baca juga:
Hormati Putusan PTUN, Tim Hukum PDIP: Prabowo Yes, Gibran No
"Saya jelaskan bahwa dalam legenda rakyat kita, Bukit Tidar adalah pakunya Pulau Jawa," kata Prabowo.
Ia menyampaikan, hampir semua taruna dan alumni Akademi Militer, dari tiga angkatan dan Polri, pernah naik ke Bukit Tidar secara sukarela ataupun tidak sukarela.
"Pernah naik Bukit Tidar. Ada yang dihukum berkali-kali naik, tapi ini adalah pusatnya kesatria-kesatria," ujarnya.
Para kesatria, kata Prabowo, adalah mereka yang dari sejak remaja memilih hidup dalam pengorbanan.
Baca juga:
Tim Hukum PDIP Berharap Presiden Prabowo Benahi Sistem Peradilan Indonesia
Menurutnya, para taruna dan taruni di Akademi Militer, telah memilih masuk profesi kesatria, pengabdian, dan berbakti.
"Di ruangan ini saudara lihat gambar-gambar mereka-mereka yang telah berkorban jiwa dan raga agar kita bisa hidup merdeka," kata Prabowo.
Ia menekankan para taruna dan taruni di Akademi Militer merupakan harapan bangsa.
Prabowo mengaku sengaja membawa menteri-menteri yang akan mengendalikan Republik Indonesia lima tahun ke depan ke Akademi Militer, untuk melihat tunas-tunas pemimpin bangsa.
"Untuk melihat semangatmu, melihat disiplinmu, bahwa seorang prajurit itu siap berkorban jiwa dan raga untuk bangsa dan negara, dan para menteri-menteri pun siap memberi segalanya untuk membela kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia," katanya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh akademi angkatan dan akademi kepolisian yang telah melaksanakan suatu upacara Parade Senja, dengan penuh semangat dan disiplin.
Presiden Prabowo menegaskan, sengaja membawa para menteri, wakil menteri, kepala badan, utusan khusus, penasihat khusus, hingga staf khusus ke Akademi Militer (Akmil), Kota Magelang, Jawa Tengah, untuk melihat semangat dan disiplin seorang prajurit.
“Bahwa seorang prajurit itu siap berkorban jiwa dan raga untuk bangsa dan negara, dan para menteri-menteri pun siap memberi segalanya untuk membela kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia,” kata. (*)
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Presiden Prabowo Tegaskan Integritas, tak Peduli Rekan, Langsung Tindak Tegas Siapa pun yang Salah
Presiden Prabowo Tegaskan Pentingnya Pemahaman Pasal 33 UUD 1945, Pejabat yang tak Mengerti Diminta Keluar
Prabowo Peringatkan Bahaya Ketergantungan Impor di Tengah Konflik Global
Indonesia Capai Swasembada Beras per Akhir 2025, Prabowo: Cadangan Tertinggi Sepanjang Sejarah
1 Tahun Program Makan Bergizi Gratis, Prabowo Klaim Jangkau 55 Juta Penerima
Prabowo Minta Menteri Berani Ambil Inisiatif, Tak Perlu Tunggu Perintah
Prabowo Sentil Pengkritik Program MBG Ibarat Orang Pintar Tak Punya Nurani
Retret Kabinet Merah Putih, Prabowo Pastikan Soliditas Koalisi
Saat Retret Kabinet, Prabowo Berkelakar PKB dan Cak Imin Harus Diawasi
Retret Kabinet di Hambalang Bahas Swasembada Pangan hingga Sekolah Rakyat