Catalytic Converter Mobil Tersumbat harus Diganti atau Bisa Dibersihkan?
Proses catalytic refresh di bengkel Provis Autolab. (Ist/Provis Autolab)
MerahPutih.com - Bagi sebagian pemilik mobil, komponen catalytic converter (CC) atau diesel particulate filter (DPF) jarang diperhatikan. Padahal, fungsi dari CC/DPF begitu krusial dan sangat mempengaruhi performa mobil.
“Setelah pemakaian 50.000 km atau lebih biasanya CC atau DPF sudah mulai tersumbat deposit karbon sisa pembakaran yang melewati knalpot,” kata Stefanus Jasin dari bengkel Provis Autolab, Selasa (18/8).
Nah apabila terjadi penyumbatan, lanjut Jasin, performa mesin akan menurun. Biasanya, mobil akan susah mencapai top speed karena asap pembuangan akan tertahan. Bahkan, apabila terjadi penyumbatan bisa menyebabkan knocking atau ngelitik. Selain itu konsumsi bahan bakar bisa lebih boros.
“Bisa juga sisa pembakaran yang harusnya terbuang, ikut terbakar lagi karena tersumbat,” kata dia.
Menurut Jasin, biasanya orang mengakali dengan melubangi CC yang berbentuk seperti sarang lebah itu lebih besar. Tapi melubangi CC bisa menyebabkan lampu engine menyala. Sebab, ECU mobil salah membaca data.
Solusi lainnya adalah mengganti komponen CC. “Harganya pasti mahal. Bisa Rp 5 juta ke atas. Tergantung jenis mobilnya,” ujar Jasin.
Jasin menambahkan, ada cara lain di luar melubangi dan mengganti CC dengan yang baru. Yakni, dengan membersihkan dengan cairan khusus.
Pria yang sudah 24 tahun berpengalaman menggeluti dunia bengkel ini mengatakan, Provis Autolab yang terletak di kawasan Bintaro Jaya, Tangerang Selatan ini menyediakan jasa untuk membersihkan CC atau DPF. Proses ini biasa disebut: Catalytic Refresh.
“Dalam proses catalytic refresh, kami menggunakan dua chemical khusus,” kata Jasin. Satu berfungsi merontokkan atau membersihkan kotoran. Dan cairan lainnya untuk membilas.
Proses pembersihannya, kata Jasin, cukup simpel. Yakni cairan pembersih disemprotkan melalui lubang sensor oksigen. Tunggu sekitar 15 menit. Setelah itu, cairan pembilas dimasukkan. Dalam proses ini sensor oksigen akan sekalian dibersihkan.
Setelah cairan disemprotkan, mobil akan dinyalakan selama sekitar 20 menit. Nah ketika mesin dinyalakan, kotoran-kotoran yang menempel di CC dan DPF akan terbuang semua.
Total proses catalytic refresh ini membutuhkan waktu yang lumayan singkat. “Biasanya memakan waktu sekitar 2 jam,” imbuhnya.
Dengan catalytic refresh, Jasin mengklaim performa mobil menjadi lebih prima. Akan ada peningkatan tenaga mesin yang cukup significant, karena gas buang tidak lagi terhambat. Menurut Jasin, informasi tentang catalytic refresh bisa didapatkan di akun instagram @provisautolab.
Berapa biaya untuk catalytic refresh? Kata Jasin, biaya untuk melakukan pembersihkan catalytic refresh sekitar Rp 1.25 juta sampai Rp 2,5 juta. Tergantung dari jenis mobil. (Kabaroto/Kuh)
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
Pemerintah Belum Putuskan Insentif Bagi Industri Otomotif, Fokus Kembangkan Mobil Nasional
Honda Ubah Logo H Legendaris, Desain Baru Debut Mulai 2027
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Peduli Bencana Sumatera Utara: Bantuan Pakaian dan Layanan Penggantian Oli Gratis untuk Warga Terdampak
VinFast Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Subang, Tegaskan Komitmen Lokalisasi di Indonesia
Riding Bareng hingga Sharing Session, 'Sowan Nyaman' Rangkul Komunitas Motor Matic
Menilik Deretan Mobil Baru Mejeng di Ajang Otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week 2025
Berakhir Besok, ini Daftar Mobil Listrik dan Motor yang Bisa Dijajal di GJAW 2025
Mengusung Filosofi Travel+, JETOUR T2 Siap Jadi Partner Adventure di Indonesia
Jajal Kendaraan Listrik Tanpa Keluar Gedung, GJAW 2025 Tawarkan EV Test Drive Indoor