Merahputih.com - Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk memberikan testimoni berkelas bagi masa depan Dony Tri Pamungkas setelah keduanya bahu-membahu membela Skuad Garuda dalam ajang FIFA Series 2026.
Penampilan impresif bek sayap kiri Persija Jakarta tersebut mencuri perhatian Verdonk, terutama saat laga kontra Saint Kitts dan Nevis serta Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Verdonk melihat potensi besar dalam diri pemain berusia 21 tahun itu untuk mengikuti jejaknya berkarier di kompetisi benua biru.
Baca juga:
John Herdman Akan Andalkan Dony Tri Pamungkas dan Beckham Putra di ASEAN Championship 2026
Dorongan Nyata untuk Berkarier di Eropa
Pemain klub Lille di Liga Prancis tersebut secara terbuka mengungkapkan kekagumannya terhadap gaya permainan Dony. Menurutnya, kualitas teknis yang dimiliki rekan setimnya itu sudah berada di jalur yang tepat untuk berkembang lebih jauh.
Verdonk bahkan berharap bisa berbagi lapangan lebih sering dengan talenta muda Macan Kemayoran tersebut sebelum sang pemain benar-benar terbang ke Eropa.
“Jadi saya berharap dapat memainkan lebih banyak pertandingan dengannya dan saya berharap dapat melihatnya suatu saat di Eropa,” ujar Calvin Verdonk di area mixed zone SUGBK, Senin.
Kunci Kepercayaan Diri di Skuad Garuda
Meski Dony tergolong nama baru di skuad senior, Verdonk terus memberikan suntikan motivasi agar sang pemain tidak canggung menunjukkan kemampuannya.
Penampilan Dony saat masuk sebagai pengganti melawan Bulgaria membuktikan bahwa pesan Verdonk tersampaikan dengan baik melalui aksi individu dan umpan-umpan silang yang merepotkan pertahanan lawan.
Baca juga:
“Sebelum pertandingan terakhir, saya hanya mengatakan untuk bermain seperti saat berlatih dan dengan percaya diri. Dan Anda lihat hari ini juga ketika masuk, dia melakukan aksi, melakukan umpan silang, dan memiliki tendangan yang sangat bagus,” tambah dia.
Sejauh ini, Dony Tri Pamungkas telah mengoleksi enam caps bersama Timnas Indonesia senior. Performa konsisten di BRI Super League musim ini dengan 18 penampilan dan total 1.378 menit bermain menjadi modal kuat bagi sang pemain untuk terus bersaing di level internasional.