MerahPutih.com - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Arya Sinulingga menilai bahwa pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo_Sandiaga terlalu berlebihan menyikapi kepanikan mereka, yakni dalam kaitannya potensi kecurangan Pemilu karena persoalan IT KPU.
Menurut Arya, sejauh ini proses penghitungan suara pemilu masih menggunakan pola manual bukan pemungutan digital atau i-vote.
“Pihak 02 nggak usah khawatir karena perhitungan kita masih manual belum i-vote,” kata Arya di Jakarta Pusat, Kamis (4/4).
Terkait dengan penggunaan komputer dalam proses perhitungan surat suara, politisi Partai Perindo ini menilai bahwa komputer KPU tersebut hanya digunakan untuk penunjang saja.
BACA JUGA
Servernya Diisukan Berada di Luar Negeri, KPU : Kami Bakal Lapor Polisi
Charta Politika: Romahurmuziy Ditangkap KPK, Elektabilitas PPP Merosot Tajam
Demokrat Minta Bawaslu Turun Tangan Soal Pemberian Amplop Luhut ke Kiai
“Komputer KPU itu kan hanya dipakai untuk akumulasi perhitungan suara. Pemilu kita bukan i-vote, masih manual. Kalau saksi-saksi punya bukti (kecurangan) kertas perhitungan ya silahkan sampaikan,” tegasnya.
Perlu diketahui, bahwa Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais, mengaku pihaknya akan mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memeriksa sistem itu pada awal April 2019. Tujuannya, memeriksa sistem teknologi penghitungan suara. (Knu)