MerahPutih.com - Boneka Squid Game berukuran sekitar 2 meter yang dipasang di pertigaan Jalan Tunjungan Surabaya menjadi pusat untuk berswafoto bagi masyakarat yang melintas.
Namun, boneka yang baru dipasang tersebut kini sudah tidak ada lagi lantaran dirobohkan oleh Satpol PP Kota Surabaya.
"Saya datang ke sini karena permintaan anak, kok tiba-tiba enggak ada. Padahal baru beberapa hari saja," kata Sunarti yang sudah terlanjur datang, Selasa, (12/10).
Baca Juga:
‘Squid Game’ Versi Kehidupan Nyata Hadir di United Emirat Arab
Kekecewaan juga diungkap beberapa penjual mainan anak-anak. Sebab, selama ada boneka tersebut, barang dagangannya begitu laris.
"Kemarin waktu masih ada, dagangan saya kayak balon, mobil-mobilan itu laris. Sekarang sudah dibongkar, jadi sepi lagi," ungkap Hartono, salah satu penjual mainan di sekitar Jalan Tunjungan.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan bahwa pembongkaran boneka tersebut dilakukan karena menyebabkan kerumunan dan menimbulkan kemacetan di Jalan Tunjungan.
Selain itu juga, diklaim telah melanggar Perda Nomor 10 Tahun 2000 tentang Ketentuan Penggunaan Jalan dan Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.
"Mereka menaruh boneka di pedestrian. Sementara berdasarkan Perda No 2 Tahun 2020 dan Perda No 10 Tahun 2000 bahwa median jalan tidak boleh digunakan selain fungsi jalan," kata Eddy.
Selain melanggar fungsi jalan, Eddy menyebut, pemasangan boneka juga telah melanggar Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Sebab, bangunan yang ditempeli aksesoris beserta boneka tersebut tercatat sebagai salah satu cagar budaya.
"Seharusnya sebelum mereka melakukan aktivitas atau mengubah struktur atau menempel sesuatu di bangunan cagar budaya, harus mendapat surat rekomendasi dari tim Cagar Budaya Kota Surabaya. Waktu saya tanyai, mereka belum mempunyai surat tersebut," ungkap dia.
Baca Juga:
Aktris 'Squid Game', Jung Ho-yeon Dipilih Jadi Duta Global Louis Vuitton
Apalagi, kata Eddy, pemilik replika boneka Squid Game juga tidak bertanggung jawab ketika terjadi pelanggaran protokol kesehatan.
Sementara, meski boneka itu sudah dibawa ke gudang Satpol PP, tetap menjadi perhatian warga. Ada yang rela masuk gedung untuk sekadar berfoto dengan boneka tersebut.
Seperti diketahui, boneka tersebut dipasang oleh pemilik restauran di Jalan Tunjungan. Tujuannya, untuk menarik perhatian pengunjung. (Budi Lentera/Jawa Timur)
Baca Juga:
Karier Anupam Tripathi Melejit Berkat 'Squid Game'