Teknologi

Bom Sudah Ada Sejak Abad 11

P Suryo RP Suryo R - Minggu, 13 Mei 2018
Bom Sudah Ada Sejak Abad 11

Istilah bom hanya dikenal di dunia militer. (Foto: PNGPIX)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BOM dipahami pada masa kini adalah alat penghancur yang menimbulkan berbagai kerusakan, seperti bangunan dan infrastruktur, tak terkecuali nyawa manusia dan mahluk hidup lainnya.

Istilah bom tidak digunakan dalam masyarakat sipil, seperti bidang konstruksi atau pertambangan. Istilah bom lebih banyak digunakan dalam dunia militer. Karakter bom adalah menimbulkan dampak penghancuran atau kehancuran. Karena karakternya seperti itu biasanya dipakai untuk membuat lubang dalam konstruksi jalan, menghancurkan gedung yang tidak dipakai, hingga membuat jalur-jalur dalam pertambangan.

Sedangkan dalam dunia militer, bom digunakan untuk kepentingan menyerang dan melumpuhkan musuh dalam peperangan. Efek kehancuran terbukti pada dua perang besar, Perang Dunia I dan II. Eropa dan Asia mengetahui betul bentuk-bentuk kehancuran yang ditimbulkan oleh bom

Laman wikipedia menuliskan kata bom diambil dari bahasa Latin bombus yang berasal dari bahasa Yunani β?μβος (bombos).

bom
Bom yang digunakan dalam Dinasti Ming. (Foto: Wikipedia)

Sebagai alat penghancur, bom digunakan pertama kali oleh pasukan Dinasti Jin menyerang kota yang dikuasai oleh Dinasti Song pada tahun 1221. Bom yang digunakan waktu itu tabung bambu berisikan bubuk mesiu. Bom dengan wadah logam berisikan mesiu, baru digunakan pada sekitar abad 13, masih di Tiongkok.

Bom itu dipakai ketika pasukan Dinasti Jin (1115-1234) melawan serangan pasukan Mongol. Pasukan Jin memakai bom itu dengan menyulutnya terlebih dahulu baru kemudian dilemparkan ke pasukan penyerang. Konon suara ledakan bom ini terdengar hingga radius 30 mil, seperti guntur. Efek kehancuran yang ditimbulkan adalah panas di sekitar lokasi ledakan. Bahkan kekuatan bom itu dapat menembus baju baja.

Menurut catatan Li Zengbo bertahun 1257 dari Dinasti Song, menuliskan bahwa ketika ia berada di Jingzhou melihat seribu hingga dua ribu bom dibuat setiap bulannya. Bom-bom itu kemudian dikirim ke Xiangyang dan Yingzhou. Sedangkan teks Huolongjing dari Dinasti Ming menggambarkan penggunaan bom pula.

Arkeologi bawah laut dari Kyushu Okinawa Society menemukan sisa kapal perang Mongol yang tenggelam dalam invasi ke Jepang, ternyata membawa pula bom yang pernah digunakan oleh pasukan Dinasti Jin. Bom-bom itu masih tersimpan rapih lengkap dengan bubuk mesiunya.

Penggunaan bom dari wilayah Tiongkok melebar ke dunia barat ratusan tahun kemudian. Bom udara pertama kali dilakukan di tahun 1849 oleh pasukan Austria untuk menyerang Venesia. Austria menggunakan balon-balon yang membawa bom ke arah kota tersebut. Penyerangan ini tidak bisa dikatakan sukses, namun berhasil membuat kerusakan pada beberapa bagian kota.

bom
Pesawat Pembom B-2 Spirit. (Foto: Wikipedia)

Pada perang Itali-Turki sekitar tahun 1911, terjadi serangan bom udara pertama ke jalur wilayah Turki yang sekarang masuk dalam wilayah Libya. Bom dilemparkan langsung dari atas pesawat oleh tentara Itali ke sasaran di bawah.

Serangan bom udara besar-besaran pertama kali terjadi di tahun 1915 pada Perang Dunia I. Armada Zeppelin Jerman menyerang kota London, Inggris. Bom yang dijatuhkan seberat 1800 kg dan 270 kg. London saat itu mengalami kerusakan cukup parah.

Pada masa Perang Dunia II, teknologi bom kian berkembang dengan berbagai metode yang menghasilkan kehancuran. Seperti bom pantul yang didesain oleh Barnes Wallis. Bom yang mampu memantul di air melewati garis pertahanan musuh dan akan meledak sampai pada tujuan yang hendak dihancurkan.

Wallis juga mendesain bom bernama Grand Slam, atau dikenal dengan istilah bom gempa bumi. Bom tersebut dibawa oleh pesawat sampai ketinggian 6100 m untuk mendapatkan kecepatan dan kemampuan menembus tanah pada target. Kemudian akan meledak pada kedalaman tertentu yang menghasilkan reaksi kehancuran seperti gempa bumi.

Di era modern, pesawat militer pembom memuat banyak bom yang dilepas ke daerah musuh. Sedangkan pesawat fighter bomber mampu pula membawa bom yang ditempelkan pada sayap-sayapnya. Pesawat fighter bomber ini dapat pula membawa peluru kendali berhulu ledak.

bom
Fighter Bomber F15-E. (Foto: wikipedia)

Bom dalam bentuk lainnya adalah granat. Bom yang tetap menggunakan penyulut atau pemicu ini, dilemparkan ke arah musuh dan meledak menimbulkan kerusakan. Granat tak hanya dilemparkan dengan tangan seorang tentara, tapi juga dapat digunakan dengan alat peluncur. Seperti dari senapan, alat peluncur granat dan peluncur granat dengan roket atau dikenal dengan nama RPG.

Bom merupakan salah satu senjata favorit para teroris untuk menyerang sasaran yang dipilih. Aksi serangan teroris biasanya dilakukan dengan bom bunuh diri. Teroris membawa bom di tubuhnya dan meledakan di daerah sasarannya.

Adapula yang peledakannya sudah diatur dengan cara-cara khusus. Ini banyak terjadi pada masa-masa tahun 1970-an atau 1980-an oleh kelompok-kelompok separatis di Eropa. Mereka menggunakan detonator yang dihubungakn dengan berbagai metode pemicu. Bisa dengan menggunakan waktu atau jam, tekanan udara, radar, getaran atau sentuhan. Di zaman sekarang malah menggunakan ponsel sebagai pemicu detonatornya. (psr)

#Bom
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Indonesia
Polisi Buru Dalang di Balik 'Kamila Hamdi' yang Bikin Warga Depok Geger
Pihak kepolisian memastikan bahwa setelah dilakukan penyisiran di lapangan, ancaman bom tersebut tidak terbukti
Angga Yudha Pratama - Rabu, 24 Desember 2025
Polisi Buru Dalang di Balik 'Kamila Hamdi' yang Bikin Warga Depok Geger
Indonesia
Benda Mirip Bom di Depan Gereja GKPS Ternyata Cuma Kayu, Polisi Buru 'Prankster' yang Bikin Jantungan Warga
Hingga saat ini, kepolisian belum bisa menyimpulkan apakah pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Terorisme atau pasal lainnya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Desember 2025
Benda Mirip Bom di Depan Gereja GKPS Ternyata Cuma Kayu, Polisi Buru 'Prankster' yang Bikin Jantungan Warga
Dunia
Pemerintah India Nyatakan Ledakan di Delhi Aksi Teror, Tegaskan Pengadilan Secepatnya
Kabinet menyebut India memiliki komitmen teguh terhadap kebijakan tanpa toleransi kepada terorisme.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
 Pemerintah India Nyatakan Ledakan di Delhi Aksi Teror, Tegaskan Pengadilan Secepatnya
Dunia
Ledakan di Delhi, PM Narendra Modi Tegaskan tak Ada Ampun bagi Pelaku
Semua pihak yang bertanggung jawab akan dibawa ke pengadilan.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
 Ledakan di Delhi, PM Narendra Modi Tegaskan tak Ada Ampun bagi Pelaku
Indonesia
Polisi Ungkap Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Bawa 7 Bom Aktif, Ditaruh di Masjid hingga Taman Baca
Pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta ternyata membawa tujuh bom aktif. Bom tersebut diletakkan di masjid hingga taman baca sekolah.
Soffi Amira - Selasa, 11 November 2025
Polisi Ungkap Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Bawa 7 Bom Aktif, Ditaruh di Masjid hingga Taman Baca
Indonesia
SMAN 72 Kelapa Gading kembali Belajar Tatap Muka setelah Ledakan
Banyak siswa di SMAN 72 yang ingin tetap mengikuti pembelajaran di sekolah.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
SMAN 72 Kelapa Gading kembali Belajar Tatap Muka setelah Ledakan
Indonesia
Ledakan SMAN 72, Pelaku Diduga Bawa 7 Bom, masih ada 3 yang Aktif
Bahan peledak itu ditemukan di SMAN 72 Jakarta saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
Ledakan SMAN 72, Pelaku Diduga Bawa 7 Bom, masih ada 3 yang Aktif
Indonesia
Tragedi Ledakan di SMAN 72 Mengarah ke Aksi Terorisme, SETARA Institute Soroti Minimnya Program Pencegahan di Era Prabowo Imbas Efisiensi Anggaran
Nama-nama teroris dunia serta narasi ancaman di senapan mainan yang diduga milik terduga pelaku merupakan penegas bahwa tragedi tersebut bukanlah peristiwa kriminal biasa.
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
Tragedi Ledakan di SMAN 72 Mengarah ke Aksi Terorisme, SETARA Institute Soroti Minimnya Program Pencegahan di Era Prabowo Imbas Efisiensi Anggaran
Indonesia
Siswa Terduga Pelaku Peledakan di SMAN 72 Jakarta Dicurigai Terpapar Konten Negatif di Media Sosial
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) diminta melakukan sistem perlindungan yang lebih ketat terhadap konten negatif di media sosial.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 November 2025
Siswa Terduga Pelaku Peledakan di SMAN 72 Jakarta Dicurigai Terpapar Konten Negatif di Media Sosial
Indonesia
Ledakan di SMAN 72, Mayoritas Korban Alami Gangguan Pendengaran
Pemulihan fisik terhadap para korban akan berlangsung cepat.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 November 2025
Ledakan di SMAN 72, Mayoritas Korban Alami Gangguan Pendengaran
Bagikan