MERAHPUTIH.COM — BTS telah resmi mengumumkan tak akan mendaftarkan karya mereka ke Grammy 2027. Keputusan ini membalik total keadaan untuk BTS dan Grammy. Selama bertahun-tahun, BTS secara terbuka menyatakan memenangi Grammy Awards merupakan salah satu tujuan terbesar mereka. Namun, justru saat peluang menang amat besar, BTS memutuskan melewatkan Grammy.
Dalam pernyataan bersama yang diunggah melalui akun Instagram setiap anggota, Rabu (29/7), ketujuh personel BTS mengumumkan mereka memutuskan tidak akan mengajukan karya musik mereka ke Grammy mendatang. Mereka juga menyatakan harapan agar musik didengar dan dicintai sebagaimana adanya, bukan dipisahkan berdasarkan wilayah atau bahasa.
Pengumuman tersebut muncul hanya sebulan setelah Recording Academy memperkenalkan lima kategori baru untuk Grammy Awards ke-69, salah satunya best asian pop music performance, kategori yang ditujukan bagi penampilan musik pop yang berakar di pasar Asia dan menggunakan satu atau lebih bahasa Asia secara bermakna.
Meski BTS tidak secara langsung menyebut kategori tersebut dalam pernyataannya, keputusan mereka secara luas dipandang sebagai respons terhadap kebijakan baru itu.
Baca juga:
Cita-Cita Mengangkat Piala Grammy
BTS bukan nama baru di ajang Grammy. Pada Pada periode 2021 hingga 2023, Bangta Boys telah meraih lima nominasi dalam ajang penghargaan musik bergengsi tersebut. Namun, belum pernah sekali pun BTS mengangkat ‘Piala Gramofon’. Lagu hit seperti Dynamite, Butter, My Universe, Yet to Come, serta kontribusi mereka dalam album Coldplay Music of the Spheres merupakan karya-karya BTS yang masuk ke nominasi Grammy.
Dalam setiap kesempatan, para anggota BTS kerap menyebut Grammy sebagai puncak terakhir yang ingin mereka capai. Namun, ternyata banyak hal telah berubah sejak kegagalan-kegagalan tersebut.
Setelah menyelesaikan masa wajib militer, BTS kembali pada Maret lalu dengan album studio kelima mereka, ARIRANG. Album yang telah lama dinanti itu langsung debut di posisi pertama Billboard 200 dan memuncaki tangga lagu di 23 negara. Sementara itu, single utama SWIM debut di peringkat pertama Billboard Hot 100. Torehan itu menjadi pencapaian tertinggi BTS sepanjang karier mereka.
Comeback mereka di tahun ini mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu grup musik terlaris dunia. BTS bahkan menyabet berbagai penghargaan di ajang musik dunia lewat album ARIRANG. Pada 25 Mei, BTS menyapu bersih tiga kategori yang mereka masuki di American Music Awards ke-52, termasuk penghargaan artist of the year. Pada 19 Juli, ketujuh anggota BTS tampil dalam pertunjukan paruh waktu (halftime show) final Piala Dunia FIFA di MetLife Stadium, berbagi panggung dengan Madonna, Shakira, dan Justin Bieber.
Baca juga:
Kontroversi Kategori Asian Pop Berlanjut, Recording Academy Respons Sikap BTS Cancel Grammy 2027
Tak Mau Musik BTS Dikotak-kotakkan
Ketika Recording Academy membuka periode pengajuan karya pada 7 Juli, BTS bahkan diprediksi sebagai salah satu kandidat terkuat untuk kategori album of the year. Namun, Bangtan Boys memilih untuk mendukung keyakinan mereka bahwa musik haruslah melampaui sekat wilayah dan bahasa.
Dengan adanya kategori baru best asian pop music performance, lagu SWIM tak akan masuk ke kategori tersebut. Hal itu disebabkan SWIM dinyanyikan sepenuhnya dalam bahasa Inggris. Itu berarti penghargaan yang secara eksplisit menyebut K-pop sebagai salah satu genre yang diakomodasi justru tidak dapat memasukkan lagu K-pop paling sukses tahun ini.
Pada titik ini, pengamat budaya di Korea Selatan menilai keputusan BTS merupakan bentuk kritik terhadap cara Recording Academy mengelompokkan musik. Lee Gyu-tag, profesor kajian budaya di George Mason University Korea, mengatakan persoalan ini jauh melampaui sekadar peluang artis K-pop untuk tetap masuk kategori umum Grammy.
"Membuat penghargaan khusus untuk musik Asia, termasuk K-pop, sama saja dengan menyatakan bahwa musik non-Barat dan nonbahasa Inggris akan diperlakukan terpisah dari panggung utama Grammy," ujarnya, dikutip The Korea Times.
Ia menyebut, bagi BTS, yang kini telah menempatkan diri sebagai musisi global, bukan sekadar artis Korea atau Asia, tidak banyak alasan untuk terus mengejar pengakuan Grammy. Menurut Gyu-tag, dengan memilih tidak mengajukan karya mereka, BTS tidak hanya mengakhiri spekulasi tahunan mengenai apakah mereka akhirnya akan memenangi Grammy, tetapi juga secara tegas menunjukkan penolakan terhadap apa yang ia sebut sebagai bentuk segregasi terhadap musik non-Barat.
Baca juga:
6 Rekor Album BTS ARIRANG di Billboard, Cetak Sejarah di Amerika Serikat
Respons Recording Academy
Situasi setelah boikot BTS ini menjadi cukup sensitif bagi Recording Academy. Ajang Grammy yang akan digelar pada 7 Februari 2027 disebut-sebut menjadi siaran perdana yang ditayangkan melalui ABC, Disney+, dan Hulu, setelah lebih dari lima dekade disiarkan CBS. Penampilan BTS diperkirakan akan menjadi salah satu daya tarik utama yang berpotensi mendongkrak jumlah penonton.
Sebagai tanggapan, CEO of Recording Academy Harvey Mason Jr, mengaku sedih mendengar keputusan BTS untuk tidak berpartisipasi dalam proses Grammy 2027. Namun, ia menambahkan bahwa sebagai sesama musisi, ia memahami dan menghormati keputusan tersebut. Mason juga membantah anggapan bahwa kategori baru tersebut meminggirkan musisi Asia.
"Mengajukan karya ke kategori genre seperti Asian pop, jazz, atau country tidak menghalangi artis untuk juga mengajukan karya dan dipertimbangkan di kategori general field. Pengakuan di kategori genre dan kategori umum tidak saling meniadakan. Seorang artis dapat mengikuti keduanya sekaligus,” ujarnya.
Baca juga:
Langkah Sunyi BTS
Langkah memboikot Grammy terbilang sebuah langkah yang amat berani. Meski demikian, langkah BTS diperkirakan tidak akan langsung memicu boikot besar-besaran dari industri K-pop. Seorang pejabat hubungan masyarakat internasional di salah satu perusahaan hiburan besar Korea mengatakan hanya sedikit artis yang memiliki posisi seperti BTS.
Menurutnya, BTS sudah memiliki reputasi global yang memungkinkan mereka mengabaikan eksposur dari Grammy. Namun, bagi sebagian besar artis K-pop lainnya, bahkan sekadar memperoleh nominasi di kategori genre tetap merupakan peluang penting untuk memperluas popularitas di pasar internasional.
"BTS berada di posisi yang sangat sedikit artis lain dapat menirunya. Bagi sebagian besar agensi, mengajukan karya ke Grammy masih memberikan nilai promosi yang sangat besar. Namun, perusahaan-perusahaan akan mengamati dengan saksama apakah kategori baru ini benar-benar memperluas peluang bagi musisi Asia atau justru membatasi mereka di ruang yang terpisah," ujarnya.(dwi)
Baca juga:
Akademisi 10 Negara Kumpul di Konferensi Global BTS, Ngobrolin Gelombang Korea