K-Pop

BTS Boikot Grammy, Muak atau sudah tak Perlu Pengakuan?

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
BTS Boikot Grammy, Muak atau sudah tak Perlu Pengakuan?

BTS memilih melewatkan Grammy 2027. (Foto: dok/bts)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — BTS telah resmi mengumumkan tak akan mendaftarkan karya mereka ke Grammy 2027. Keputusan ini membalik total keadaan untuk BTS dan Grammy. Selama bertahun-tahun, BTS secara terbuka menyatakan memenangi Grammy Awards merupakan salah satu tujuan terbesar mereka. Namun, justru saat peluang menang amat besar, BTS memutuskan melewatkan Grammy.

Dalam pernyataan bersama yang diunggah melalui akun Instagram setiap anggota, Rabu (29/7), ketujuh personel BTS mengumumkan mereka memutuskan tidak akan mengajukan karya musik mereka ke Grammy mendatang. Mereka juga menyatakan harapan agar musik didengar dan dicintai sebagaimana adanya, bukan dipisahkan berdasarkan wilayah atau bahasa.

Pengumuman tersebut muncul hanya sebulan setelah Recording Academy memperkenalkan lima kategori baru untuk Grammy Awards ke-69, salah satunya best asian pop music performance, kategori yang ditujukan bagi penampilan musik pop yang berakar di pasar Asia dan menggunakan satu atau lebih bahasa Asia secara bermakna.

Meski BTS tidak secara langsung menyebut kategori tersebut dalam pernyataannya, keputusan mereka secara luas dipandang sebagai respons terhadap kebijakan baru itu.



Baca juga:

BTS Resmi Nyatakan Boikot Grammy, tak Majukan Karya Mereka Malah Lebih Memilih Dukung Musik yang Universal


Cita-Cita Mengangkat Piala Grammy


BTS bukan nama baru di ajang Grammy. Pada Pada periode 2021 hingga 2023, Bangta Boys telah meraih lima nominasi dalam ajang penghargaan musik bergengsi tersebut. Namun, belum pernah sekali pun BTS mengangkat ‘Piala Gramofon’. Lagu hit seperti Dynamite, Butter, My Universe, Yet to Come, serta kontribusi mereka dalam album Coldplay Music of the Spheres merupakan karya-karya BTS yang masuk ke nominasi Grammy.

Dalam setiap kesempatan, para anggota BTS kerap menyebut Grammy sebagai puncak terakhir yang ingin mereka capai. Namun, ternyata banyak hal telah berubah sejak kegagalan-kegagalan tersebut.

BTS
Tetap bersinar meski boikot Grammy.(foto: dok BTS)


Setelah menyelesaikan masa wajib militer, BTS kembali pada Maret lalu dengan album studio kelima mereka, ARIRANG. Album yang telah lama dinanti itu langsung debut di posisi pertama Billboard 200 dan memuncaki tangga lagu di 23 negara. Sementara itu, single utama SWIM debut di peringkat pertama Billboard Hot 100. Torehan itu menjadi pencapaian tertinggi BTS sepanjang karier mereka.

Comeback mereka di tahun ini mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu grup musik terlaris dunia. BTS bahkan menyabet berbagai penghargaan di ajang musik dunia lewat album ARIRANG. Pada 25 Mei, BTS menyapu bersih tiga kategori yang mereka masuki di American Music Awards ke-52, termasuk penghargaan artist of the year. Pada 19 Juli, ketujuh anggota BTS tampil dalam pertunjukan paruh waktu (halftime show) final Piala Dunia FIFA di MetLife Stadium, berbagi panggung dengan Madonna, Shakira, dan Justin Bieber.

Baca juga:

Kontroversi Kategori Asian Pop Berlanjut, Recording Academy Respons Sikap BTS Cancel Grammy 2027


Tak Mau Musik BTS Dikotak-kotakkan




Ketika Recording Academy membuka periode pengajuan karya pada 7 Juli, BTS bahkan diprediksi sebagai salah satu kandidat terkuat untuk kategori album of the year. Namun, Bangtan Boys memilih untuk mendukung keyakinan mereka bahwa musik haruslah melampaui sekat wilayah dan bahasa.

Dengan adanya kategori baru best asian pop music performance, lagu SWIM tak akan masuk ke kategori tersebut. Hal itu disebabkan SWIM dinyanyikan sepenuhnya dalam bahasa Inggris. Itu berarti penghargaan yang secara eksplisit menyebut K-pop sebagai salah satu genre yang diakomodasi justru tidak dapat memasukkan lagu K-pop paling sukses tahun ini.

Pada titik ini, pengamat budaya di Korea Selatan menilai keputusan BTS merupakan bentuk kritik terhadap cara Recording Academy mengelompokkan musik. Lee Gyu-tag, profesor kajian budaya di George Mason University Korea, mengatakan persoalan ini jauh melampaui sekadar peluang artis K-pop untuk tetap masuk kategori umum Grammy.

"Membuat penghargaan khusus untuk musik Asia, termasuk K-pop, sama saja dengan menyatakan bahwa musik non-Barat dan nonbahasa Inggris akan diperlakukan terpisah dari panggung utama Grammy," ujarnya, dikutip The Korea Times.

Ia menyebut, bagi BTS, yang kini telah menempatkan diri sebagai musisi global, bukan sekadar artis Korea atau Asia, tidak banyak alasan untuk terus mengejar pengakuan Grammy. Menurut Gyu-tag, dengan memilih tidak mengajukan karya mereka, BTS tidak hanya mengakhiri spekulasi tahunan mengenai apakah mereka akhirnya akan memenangi Grammy, tetapi juga secara tegas menunjukkan penolakan terhadap apa yang ia sebut sebagai bentuk segregasi terhadap musik non-Barat.

Baca juga:

6 Rekor Album BTS ARIRANG di Billboard, Cetak Sejarah di Amerika Serikat


Respons Recording Academy

Situasi setelah boikot BTS ini menjadi cukup sensitif bagi Recording Academy. Ajang Grammy yang akan digelar pada 7 Februari 2027 disebut-sebut menjadi siaran perdana yang ditayangkan melalui ABC, Disney+, dan Hulu, setelah lebih dari lima dekade disiarkan CBS. Penampilan BTS diperkirakan akan menjadi salah satu daya tarik utama yang berpotensi mendongkrak jumlah penonton.

Sebagai tanggapan, CEO of Recording Academy Harvey Mason Jr, mengaku sedih mendengar keputusan BTS untuk tidak berpartisipasi dalam proses Grammy 2027. Namun, ia menambahkan bahwa sebagai sesama musisi, ia memahami dan menghormati keputusan tersebut. Mason juga membantah anggapan bahwa kategori baru tersebut meminggirkan musisi Asia.

"Mengajukan karya ke kategori genre seperti Asian pop, jazz, atau country tidak menghalangi artis untuk juga mengajukan karya dan dipertimbangkan di kategori general field. Pengakuan di kategori genre dan kategori umum tidak saling meniadakan. Seorang artis dapat mengikuti keduanya sekaligus,” ujarnya.

Baca juga:

Kaus Halftime Show Piala Dunia Jimin BTS Terjual Rp 1,96 Miliar dalam Lelang Amal, Dukung Pemberian Akses ke Pendidikan



Langkah Sunyi BTS




Langkah memboikot Grammy terbilang sebuah langkah yang amat berani. Meski demikian, langkah BTS diperkirakan tidak akan langsung memicu boikot besar-besaran dari industri K-pop. Seorang pejabat hubungan masyarakat internasional di salah satu perusahaan hiburan besar Korea mengatakan hanya sedikit artis yang memiliki posisi seperti BTS.

Menurutnya, BTS sudah memiliki reputasi global yang memungkinkan mereka mengabaikan eksposur dari Grammy. Namun, bagi sebagian besar artis K-pop lainnya, bahkan sekadar memperoleh nominasi di kategori genre tetap merupakan peluang penting untuk memperluas popularitas di pasar internasional.

"BTS berada di posisi yang sangat sedikit artis lain dapat menirunya. Bagi sebagian besar agensi, mengajukan karya ke Grammy masih memberikan nilai promosi yang sangat besar. Namun, perusahaan-perusahaan akan mengamati dengan saksama apakah kategori baru ini benar-benar memperluas peluang bagi musisi Asia atau justru membatasi mereka di ruang yang terpisah," ujarnya.(dwi)

Baca juga:

Akademisi 10 Negara Kumpul di Konferensi Global BTS, Ngobrolin Gelombang Korea

#BTS #Musik #K-Pop #Grammy Awards
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Portura Debut lewat Single 'Ye Ye Ye', Hadirkan Konsep Escape Room dalam Video Klip
Portura resmi debut lewat single 'Ye Ye Ye' pada 18 September 2026. Video klipnya disutradarai Agung Pambudi dengan konsep Escape Room.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Portura Debut lewat Single 'Ye Ye Ye', Hadirkan Konsep Escape Room dalam Video Klip
ShowBiz
'Observasi Transisi', Babak Baru Adhitia Sofyan dalam Menyusuri Perubahan
Rilisan ini menawarkan kembali pengalaman memiliki sebuah karya secara utuh.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
'Observasi Transisi', Babak Baru Adhitia Sofyan dalam Menyusuri Perubahan
ShowBiz
Soyeon i-dle Bicara soal Berani Menikmati Hidup lewat 'I’m gonna TOESA'
Judul 'I’m gonna TOESA' diambil dari istilah Korea 'toesa', yang berarti mengundurkan diri atau berhenti dari pekerjaan.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Soyeon i-dle Bicara soal Berani Menikmati Hidup lewat 'I’m gonna TOESA'
ShowBiz
Tsaqib Rilis 'Maju Satu Satu', Lagu Romantis tentang Bertahan Bersama
Lagu ini membawa cerita tentang cinta, kebahagiaan, serta keinginan untuk menjalani kehidupan bersama orang yang dicintai hingga akhir.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Tsaqib Rilis 'Maju Satu Satu', Lagu Romantis tentang Bertahan Bersama
ShowBiz
Sajama Cut Perluas 'Cowabunga' lewat Edisi Deluxe dan Tujuh Interpretasi Baru
Cowabunga Deluxe dirilis sebagai paket double CD pada 11 September 2026.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Sajama Cut Perluas 'Cowabunga' lewat Edisi Deluxe dan Tujuh Interpretasi Baru
ShowBiz
'Cheeks', Lagu Cinta yang Mengantar Kembalinya The Nerverackers
'Cheeks' kemudian berkembang menjadi lebih daripada sekadar lagu cinta.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
'Cheeks', Lagu Cinta yang Mengantar Kembalinya The Nerverackers
ShowBiz
Bukan Lagi Soal Bertahan, 'Ritual' David Kushner Ungkap Titik Lelah Sebuah Hubungan
David Kushner menghadirkan 'Ritual', lagu bernuansa dark pop tentang hubungan yang terjebak dalam lingkaran luka, konflik, kelelahan, dan pengorbanan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Bukan Lagi Soal Bertahan, 'Ritual' David Kushner Ungkap Titik Lelah Sebuah Hubungan
ShowBiz
Jelang 27 Tahun Berkarya, Mocca Akhirnya Bawa 'The Unforgotten Tour' ke Cina
Menjelang 27 tahun berkarya, Mocca menggelar The Unforgotten Tour di empat kota Cina pada 24-27 September 2026 bersama Handshake Records.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Jelang 27 Tahun Berkarya, Mocca Akhirnya Bawa 'The Unforgotten Tour' ke Cina
ShowBiz
Kunto Aji dan Deretan 'Side Quest': dari Linmas hingga Melantunkan Macapat di Hadapan Sri Sultan
Kunto Aji kembali menjalani “side quest” di luar musik dengan melantunkan tembang macapat di hadapan Sri Sultan dalam pembukaan FKY 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Kunto Aji dan Deretan 'Side Quest': dari Linmas hingga Melantunkan Macapat di Hadapan Sri Sultan
ShowBiz
Idgitaf Raih 6 Nominasi AMI Awards 2026, Berkat Album 'Berusaha di Bawah Hujan'
Idigitaf meraih enam nominasi di AMI Awards 2026. Ia pun bangga dan bersyukur atas pencapaiannya itu.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Idgitaf Raih 6 Nominasi AMI Awards 2026, Berkat Album 'Berusaha di Bawah Hujan'
Bagikan