BNPB Kirim Dana Siap Pakai Buat Korban Banjir di Kalimantan Barat

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 10 November 2021
BNPB Kirim Dana Siap Pakai Buat Korban Banjir di Kalimantan Barat

Sejumlah warga mencoba mencari pertolongan saat banjir merendam rumah warga di Desa Perigi Kecamatan Silat Hilir wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Kamis (4/11/2021). ANTARA/HO-BPBD Kapuas Hulu/Teo

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp 1,5 miliar guna penanganan banjir yang melanda empat kabupaten di Kalimantan Barat. Bantuan tersebut disalurkan ke Kabupaten Kabupaten Sintang Rp 500 juta, Kabupaten Melawi Rp 500 juta, Kabupaten Sanggau Rp 250 juta dan Kabupaten Sekadau Rp 250 juta.

Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito memastikan, penanganan banjir berjalan baik, juga untuk mendengar dan mendapat masukan dari korban banjir dan perangkat daerah terkait.

Baca Juga:

Jakarta Masih Kebanjiran, PSI: Anies Jangan Berfokus pada Program Gimmick

Untuk daerah terdampak paling parah, pemerintah melalui BNPB juga memberikan bantuan Logistik dan Peralatan (Logpal) kepada korban pengungsi dan petugas BPBD setempat serta jajaran petugas di lapangan berupa paket makanan siap saji, tenda, selimut, matras, perahu dan masker.

Dua kabupaten paling parah yaitu Kabupaten Sintang mendapat bantuan berupa selimut 300 buah, makanan siap saji sebanyak 504 paket, lauk pauk sebanyak 501 paket, masker KF 94 sebanyak 5.000 buah, matras 300 lembar, 2 set tenda pengungsi serta 2 unit perahu polyethylene.

Sedangkan untuk korban pengungsian di Melawi mendapat bantuan berupa selimut 200 buah, makanan siap saji sebanyak 504 paket, lauk pauk sebanyak 501 paket, masker KF 94 sebanyak 5.000 buah, matras 300 lembar.

Ganip menjelaskan fenomena alam La Nina yang berdampak pada meningkatnya curah hujan menjadi penyebab banjir. Sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), La Nina diprediksi akan terjadi hingga Januari-Februari 2022.

Hujan dengan intensitas tinggi yang membuat debit air Sungai Kapuas dan Melawi meluap itu memicu terjadi banjir. Oleh karena itu, penanganannya harus disiasati dengan mitigasi yang tepat dan benar.

Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito meninjau lokasi terdampak banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Selasa (9/11/2021). ANTARA/HO-BNPB
Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito meninjau lokasi terdampak banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Selasa (9/11/2021). ANTARA/HO-BNPB

Solusi jangka pendeknya, menurut Ganip adalah penyelamatan masyarakat terdampak, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Penyelamatan masyarakat terdampak dan pemenuhan kebutuhan terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia dan anak-anak menjadi prioritas.

BNPB, kata ia, sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan jajaran forkopimda untuk bersinergi membantu penanganan bencana. Pemda, kata Ganip telah membuat status tanggap darurat.

"Saya arahkan bupati dan forkopimda untuk memikirkan penanganan pengungsi untuk waktu yang cukup lama, sesuai kondisi kemungkinan curah hujan ke depan akan semakin meningkat," ucap Ganip. (Knu)

Baca Juga:

Sampai Oktober 2021, Pemprov DKI Terima 4.925 Aduan Banjir

#Banjir #Bencana Alam #Bencana Nasional #BNPB
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gunung Semeru Siaga, BPBD Lumajang Minta Warga Waspada Awan Panas
Warga juga harus mewaspadai ancaman sekunder berupa aliran lahar dingin di sepanjang sungai berhulu di Gunung Semeru, terutama saat hujan turun
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Gunung Semeru Siaga, BPBD Lumajang Minta Warga Waspada Awan Panas
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Wilayah Kabupaten Banggai
pusat gempa itu berada di laut pada kedalaman 91 kilometer sebelah timur laut Pulau Puah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Wilayah Kabupaten Banggai
Indonesia
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Dalam beberapa tahun belakangan karena perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem yaitu 150-250 mm.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Selatan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo 5,1 mengguncang Timor Tengah Selatan, NTT, Kamis (27/5) pagi.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Selatan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Berita Foto
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Sejumlah kendaraan sepeda motor melawan arah saat banjir setinggi 50 CM mengenangai jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 26 Mei 2026
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Indonesia
Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Kedua embung tersebut berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, konservasi air, sekaligus ruang publik bagi warga.
Dwi Astarini - Selasa, 19 Mei 2026
 Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Indonesia
BMKG Peringatkan Banjir Rob Ancam Pesisir Utara Jakarta hingga 21 Mei 2026
BMKG memperingatkan banjir rob mengancam pesisir utara Jakarta hingga 21 Mei 2026. Berikut wilayah yang terdampak.
Soffi Amira - Senin, 18 Mei 2026
BMKG Peringatkan Banjir Rob Ancam Pesisir Utara Jakarta hingga 21 Mei 2026
Indonesia
BPBD DKI Minta Warga Jakarta Waspadai Cuaca Ekstrem
Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana, khususnya banjir dan genangan.
Dwi Astarini - Sabtu, 16 Mei 2026
BPBD DKI Minta Warga Jakarta Waspadai Cuaca Ekstrem
Indonesia
Banjir Bandang Landa Musi Rawas Utara Sumsel, 16 Ribu Rumah Terendam
Selain korban jiwa, tercatat empat rumah warga hanyut terbawa arus, satu unit rusak sedang, dan enam unit lainnya mengalami rusak ringan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Banjir Bandang Landa Musi Rawas Utara Sumsel, 16 Ribu Rumah Terendam
Indonesia
Ratusan RT Terendam Air, Anggota DPRD DKI Kecewa Gubernur Pramono belum Serius Atasi Banjir
Karena anggaran yang besar tidak tecermin dalam upaya pencegahan dan penanggulangan banjir di DKI Jakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
Ratusan RT Terendam Air, Anggota DPRD DKI Kecewa Gubernur Pramono belum Serius Atasi Banjir
Bagikan