BMKG: Waspadai Efek Fenomena Siklon Tropis Lan
Citra satelit Himawari. (bmkg.go.id)
MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara berharap warga mewaspadai efek fenomena siklon tropis lan.
Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Sutikno mengatakan, efek dari fenomena tersebut berupa hujan lebat hingga hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.
"Pergerakan siklon tropis ini terus mengarah ke utara, meski begitu kita masih berpeluang menerima dampaknya," kata Sutikno di Manado, Rabu (18/10).
Semakin dekat dengan pusat siklon, kata Sutikno, akan menimbulkan dampak cukup hebat karena intensitas hujan lebat, angin kencang, bahkan tinggi gelombang bisa mencapai beberapa meter.
Dia menjelaskan, dari hasil analisa BMKG Pusat, posisi siklon pada Rabu (18/10) pukul 07.00 WIB diperkirakan berada di Laut Philipina (12,1LU, 133,0BT) atau sekitar 1.280 kilometer sebelah timur laut Tahuna.
Arahnya ke utara timur laut, dengan tekanan terendah 975 milibar serta kekuatan diperkirakan 130 kilometer per jam (70 knots). Dampak siklon ini di wilayah Indonesia, jelas dia, terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat berpeluang terjadi di wilayah Sulawesi bagian Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat.
Sedangkan tinggi gelombang 1,25-2,50 meter berpeluang terjadi di wilayah perairan timur Kepulauan Halmahera, perairan barat Kepulauan Halmahera, perairan Bitung-Manado, Laut Maluku bagian selatan, Laut Sulawesi bagian tengah, dan perairan Biak.
Tinggi gelombang 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di wilayah Samudera Pasifik utara Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Kep Halmahera, perairan Kepulauan Talaud, Perairan Kepulauan Sangihe, Laut Maluku bagian utara, Laut Sulawesi bagian timur, Samudera Pasifik utara Biak. (*)
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Jakarta Cerah pada Selasa (3/2) Pagi, BMKG Peringatkan Hujan Ringan Guyur Tiga Wilayah Saat Sore
Prakiraan Cuaca Jakarta Senin 2 Februari: Hujan Merata Hingga Malam
Jumat Siang Ini 50 RTdi Ibu Kota Masih Kebanjiran, 2 Jalan Tergenang
BMKG Ungkap Puncak Musim Hujan Jabodetabek, Warga Diminta Tetap Waspada
BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Sumatera Utara hingga 2,5 Meter
Pramono Tegaskan Modifikasi Cuaca Pakai Material Tidak Berbahaya
BMKG Catat Angin Kencang, Layanan Kapal Cepat Kepulauan Seribu Disetop Sementara
Gubernur Pramono Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga Awal Februari 2026
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
Karhutla di Aceh Barat Berpotensi Terus Meluas, BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada Sepekan Ke Depan