BMKG Sebut Tsunami Selat Sunda Berpotensi Terjadi di Maluku

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 26 Maret 2019
BMKG Sebut Tsunami Selat Sunda Berpotensi Terjadi di Maluku

Ilustrasi tsunami. Foto: Stockphoto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Desember 2018 yang diawali erupsi gunung bawah laut berpotensi mengguncang Maluku. Hal ini disampaikan Kepala Pusat BMKG, Dwikorita Karnawati.

"Selama ini seluruh dunia melakukan pemantauan dan pengamatan dini tzunami berdasarkan kejadian gempa bumi yang ada di dasar laut, misalnya gempa dasar laut dengan magnitudo 7 bisa membangkitkan tzunami, dan seluruh dunia menggunakan sistem itu," ujarnya di Ambon, Selasa (26/3).

Kepala Pusat BMKG, Dwikorita Karnawati
Kepala Pusat BMKG, Dwikorita Karnawati

Menurut Dwikorita, peristiwa di Selat Sunda, di situ tiba-tiba ada tsunami tanpa ada gempa bumi dan kondisi seperti ini juga bisa terjadi di wilayah Maluku.

Lebih lanjut, dirinya menuturukan kejadian di Selat Sunda itu akibat ada gunung-gunung bawah laut yang dibangkitkan oleh erupsi gunung api bawah laut yang kemudian mengakibatkan lerengnya longsor.

"Kasus semacam ini juga bisa terjadi di sini sehingga kita harus mengingatkan atau menyampaikan kepada para nelayan dan masyarakat pesisir untuk mewaspadai hal seperti itu," ujarnya dilansir Antara.

Kemudian bisa juga terjadi seperti di Palu dimana gempa yang terjadi di sana, negara lain seperti Amerika Serikat dan Jepang tidak memberikan peringatan dini tzunami.

Sebab gempa Palu adalah patahan geser yang tidak mungkin mengungkit air laut ke atas dan terjadinya berpapasan dengan daratan, kemudian harusnya tidak terjadi tzunami tetapi fakta di lapangan berkata lain.

Penyebabnya bukanlah gempa namun ada longsor tepi pantai, dan itu bisa terjadi di sini, artinya tidak bisa tergantung pada peringatan dini tzunami.

"Di Palu malahan datangnya lebih cepat sebelum peringatan dini, maka kami mengajak masyarakat, nelayan, dan pemda untuk menggunakan kearifan lokal apabila dirasakan gempa yang kuat meski pun tidak ada peringatan dini, segera evakuasi mandiri ke arah yang datarannya lebih tinggi," tegas Dwikorita.

Para nelayan di pantai juga harus seperti itu dan yang sudah terlanjur berada di laut malahan jangan ke pantai, karena itu merupakan area paling berbahaya dan di tengah laut justeru lebih aman ketika ada tzunami.

Untuk erupsi gunung api, kan tidak ada gempanya namun caranya harus ditingkatkan monitoring terhadap erupsi gunung api dan pastinya ada pengumuman.

"Kalau terjadi erupsi maka ada pengumuman di bawah badan Geologi, jadi saya mohon BPBD dan Wali Kota melakukan koordinasi dengan Badan Geologi karena mereka yang selalu memantau gunug api," ucapnya.

Bila terjadi erupsi gunung api di bawah laut, para nelayan harus tahu dan nanti Badan Geologi yang akan memberikan arahan harus bagaimana dan langkah apa yang dilakukan jadi harus tetap waspada.

Ilustrasi tsunami. Foto: Net

Penerangan lampu malam hari ke arah laut itu juga harus ditambah, biar kalau ada gelombang tinggi yang datang maka semua orang lebih waspada.

Dikatakan, tzunami tidak dapat diprakirakan tetapi kalau cuaca yang dapat membangkitkan gelombang tinggi itu yang bisa diprakirakan dan BMKG bisa memberikan peringatan dini tiga hari sebelumnya.

Namun untuk tzunami tidak bisa sehingga caranya jangan menunggu prakiraan tetapi sewaktu-waktu di pantai merasa guncangan yang kuat maka segera lari ke arah perbukitan atau pegunungan. (*)

#BMKG #Tsunami Selat Sunda #Maluku
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Puluhan Ton Garam Ditabur di Langit untuk 'Pancing' Awan ke Arah Laut, Cegah Hujan Deras di Jabodetabek
Operasi ini dilakukan BMKG bersama dengan BPBD DKI Jakarta dan TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Januari 2026
Puluhan Ton Garam Ditabur di Langit untuk 'Pancing' Awan ke Arah Laut, Cegah Hujan Deras di Jabodetabek
Indonesia
BMKG Minta Masyarakat Jawa Timur Waspada Bencana Hidrometeorologi Dampak Cuaca Ekstrem hingga 30 Januari
Cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, serta angin kencang, puting beliung, maupun hujan es, di seluruh 29 kabupaten dan sembilan kota di Jawa Timur, kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan
Frengky Aruan - Rabu, 21 Januari 2026
BMKG Minta Masyarakat Jawa Timur Waspada Bencana Hidrometeorologi Dampak Cuaca Ekstrem hingga 30 Januari
Indonesia
BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Kepuluan Nias hingga 4 Meter pada 22-24 Januari
BMKG mengingatkan kepada nelayan yang menggunakan perahu agar waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Frengky Aruan - Rabu, 21 Januari 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Kepuluan Nias hingga 4 Meter pada 22-24 Januari
Indonesia
BMKG Peringatkan Hujan Deras Disertai Petir di Hampir Seluruh Wilayah Indonesia Beberapa Hari Mendatang
BMKG menyebut sebagian wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga hujan yang disertai petir.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Januari 2026
BMKG Peringatkan Hujan Deras Disertai Petir di Hampir Seluruh Wilayah Indonesia Beberapa Hari Mendatang
Indonesia
17 Kecamatan Dilanda Banjir, Pemkab Bekasi Minta BNPB Lanjutkan Modifikasi Cuaca
Modifikasi sebagai upaya pengendalian sekaligus mengurangi tekanan di wilayah terdampak banjir
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Januari 2026
17 Kecamatan Dilanda Banjir, Pemkab Bekasi Minta BNPB Lanjutkan Modifikasi Cuaca
Indonesia
BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat di 8 Kawasan Pantura Jateng
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, genangan, dan tanah longsor
Wisnu Cipto - Rabu, 21 Januari 2026
BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat di 8 Kawasan Pantura Jateng
Indonesia
Nelayan dengan Perahu Kecil Harus Waspada, Tinggi Gelombang di Perairan Sumatera Utara Bisa Capai 2,5 Meter
Gelombang tinggi di perairan Sumatera Utara (Sumut) berpeluang terjadi 19 sampai 22 Januari 2026
Frengky Aruan - Senin, 19 Januari 2026
Nelayan dengan Perahu Kecil Harus Waspada, Tinggi Gelombang di Perairan Sumatera Utara Bisa Capai 2,5 Meter
Indonesia
Tekan Banjir di Jakarta, 2,4 Ton Garam Disemai di Langit Banten
Pada hari ketiga, OMC dilakukan melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASA A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Dwi Astarini - Senin, 19 Januari 2026
Tekan Banjir di Jakarta, 2,4 Ton Garam Disemai di Langit Banten
Indonesia
Gempa Magnitudo 4,3 Terjadi di Anyer Banten
BMKG informasikan gempa ini bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
Gempa Magnitudo 4,3 Terjadi di Anyer Banten
Indonesia
Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia, Minggu (18/1), Waspada Petir di Beberapa Daerah
Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi hujan disertai petir di Palembang dan Bandar Lampung
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia, Minggu (18/1), Waspada Petir di Beberapa Daerah
Bagikan