Bingung Biayai Anak Masuk Sekolah? Investree Menyediakan Pinjaman Karyawan

Luhung SaptoLuhung Sapto - Rabu, 01 Juni 2016
Bingung Biayai Anak Masuk Sekolah? Investree Menyediakan Pinjaman Karyawan

Chairman dan Co-Founder Investree Adrian Gunadi (paling kanan) sedang mendengarkan Peneliti Eksekutif Senior dari Departemen Pengembangan Kebijakan Strategis OJK Hendrikus Passagi. (Foto Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Berita Tekno - Investree, perusahaan startup berbasis financial technology (Fintech), membuka layanan baru yakni employment benefit. Investree, online marketplace, yang mengusung platform Peer-to-Peer Lending (P2PL) menyediakan pinjaman kepada karyawan untuk kebutuhan melahirkan, biaya anak masuk sekolah, atau renovasi rumah dll dengan sistem pembayaran potong gaji.

Chairman sekaligus Co-Founder Investree Adrian A. Gunadi menyatakan Investree akan menyediakan pinjaman untuk karyawan kemudian bekerjasama dengan bagian Human Resources Development (HRD) untuk melakukan pemotongan gaji karyawan tersebut. Cara ini diklaim lebih nyaman bagi perusahaan karena tidak akan mengganggu cash flow perusahaan. Keuntungan lain, perusahaan tidak perlu menyerahkan jaminan apapun.

"Investree juga membantu perusahaan memfasilitasi kegiatan pinjam-meminjam. Bagi perusahaan, ini menjadi employee benefit," ujar Adrian A Gunadi, Co-founder sekaligus Chairman Investree di sela acara soft launching Investree di Jakarta, Selasa (31/5). 

Karyawan dari perusahaan yang sudah bekerjasama dengan Investree dapat mengajukan pinjaman. Adapun syaratnya, perusahaan harus memiliki badan hukum perseroan terbatas (PT), usia perusahaan 5 tahun, dan bukan perusahaan yang beresiko. "Jumlah pinjaman bisa mencapai Rp50 juta dengan masa pinjaman (tenor) 12 bulan," jelasnya. 

Investree akan mempertemukan borrower (peminjam) dengan lender (pemberi pinjaman) dengan suku bunga yang kompetitif. Menurut Adrian, saat ini Investree sudah menjalin kerjasama untuk employee benefit dengan sebuah rumah sakit di daerah Jakarta Selatan. 

Investree tidak mengelola dana, melainkan online marketplace yang mempertemukan borrower (peminjam) dengan lender (pihak yang memberikan pinjaman/investor) atau disebut peer-to-peer lending (P2PL).     

BACA JUGA:

  1. Investree Jadi Solusi Kebutuhan Dana UKM
  2. Nonton Video Aplikasi OkBisa Dapat Pulsa Gratis
  3. Crowdo Permudah Pinjaman kepada UKM
  4. Nonton Video Aplikasi OkBisa Dapat Pulsa Gratis
  5. Crowdo Tawarkan Pinjaman Rp10 Juta Kepada Pengusaha UKM
#Fintech #Internet #Aplikasi #P2PL #Marketplace #Investree
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Hoaks! Komdigi Bantah Kabar Pemadaman Internet Nasional 25-27 September 2026
Komdigi membantah kabar adanya pemadaman internet nasional pada 25-27 September 2026. Kabar tersebut dipastikan hoax.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Hoaks! Komdigi Bantah Kabar Pemadaman Internet Nasional 25-27 September 2026
Indonesia
Kabar Pemadaman Internet 25 - 27 dan Gangguan Satelit Komunikasi Nasional Dipastikan Hoaks
Surat peringatan pemadaman internet nasional yang mengatasnamakan kementerian kami adalah murni tindakan pemalsuan dan berita bohong.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Kabar Pemadaman Internet 25 - 27 dan Gangguan Satelit Komunikasi Nasional Dipastikan Hoaks
Indonesia
Komdigi Gandeng Aparat Kejar Pelaku Penyebar Hoaks Pemadaman Internet
Komdigi membantah isu pemadaman internet nasional pada 25-27 September 2026. Gandeng aparat penegak hukum temukan pelaku penyebar hoaks.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Komdigi Gandeng Aparat Kejar Pelaku Penyebar Hoaks Pemadaman Internet
Indonesia
Operator Diminta Patuh Terhadap Aturan sisa kuota, Komdigi Bakal Awasi Secara Ketat
Pengawasan terhadap implementasi putusan MK akan dilakukan melalui koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
Operator Diminta Patuh Terhadap Aturan sisa kuota, Komdigi Bakal Awasi Secara Ketat
Indonesia
Nekat Live Streaming Asusila di Medsos Demi Cuan Rp 400 Ribu Sehari
Enam tersangka gunakan aplikasi PK dan Tevi, targetkan donasi Rp250 ribu–Rp400 ribu per hari. Motif ekonomi jadi pendorong tersangka.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Nekat Live Streaming Asusila di Medsos Demi Cuan Rp 400 Ribu Sehari
Fun
Jangan Lewatkan! ini Daftar Promo 9.9 2026 di Berbagai Marketplace dan Brand
Daftar promo 9.9 ini hadir di Shopee, Tokopedia, hingga Indomaret. Ada diskon 48 persen hingga gratis ongkir.
Soffi Amira - Rabu, 09 September 2026
Jangan Lewatkan! ini Daftar Promo 9.9 2026 di Berbagai Marketplace dan Brand
Indonesia
Waspadai Penipuan CS Palsu GoPay! Jangan Sembarang Kasih Data, Kenali Ciri-cirinya
Modus pelaku biasanya mengakui customer service dari GoPay, lalu meminta data sensitif seperti PIN, password, atau kode OTP.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Waspadai Penipuan CS Palsu GoPay! Jangan Sembarang Kasih Data, Kenali Ciri-cirinya
Indonesia
Prabowo Siapkan Pusat Finansial Internasional di Jakarta dan Bali, Transaksi Kekayaan Indonesia Ditargetkan Berlangsung di Dalam Negeri
Prabowo mengumumkan lokasi awal Indonesia Financial Center atau PFII di Jakarta dan Bali. PFII akan menjadi pusat keuangan dan investasi berstandar dunia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Siapkan Pusat Finansial Internasional di Jakarta dan Bali, Transaksi Kekayaan Indonesia Ditargetkan Berlangsung di Dalam Negeri
Indonesia
Menteri UMKM Segera Keluarkan Aturan Diskon Biaya Layanan 50 Persen di Marketplace
Tujuan pemberian diskon 50 persen merupakan upaya pemerintah melindungi produk lokal agar dapat bersaing di platform.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
Menteri UMKM Segera Keluarkan Aturan Diskon Biaya Layanan 50 Persen di Marketplace
Indonesia
Komdigi Soroti Pertumbuhan Aplikasi Birokrasi Capai 27 Ribu, tapi Layanan masih tak Optimal
User experiences yang dialami masyarakat masih belum optimal, bahkan masih ada yang meminta dokumen fisik.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Komdigi Soroti Pertumbuhan Aplikasi Birokrasi Capai 27 Ribu, tapi Layanan masih tak Optimal
Bagikan