Bikin Kontroversi Lagi, Donald Trump Ancam Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 dari Boston
Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)
MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan memindahkan pertandingan Piala Dunia 2026 dari kota-kota yang dianggap tidak aman.
Sebelumnya, ia mengemukakan soal kemungkinan penghapusan pertandingan dari San Francisco dan Seattle pada bulan lalu. Kini, ia juga ingin menghapus pertandingan Piala Dunia di Boston.
Baca juga:
Donald Trump Bisa Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 dari Boston
Trump memperingatkan, bahwa ia bisa aja berbicara dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, soal pemindahan pertandingan jika diminta.
Selain itu, Trump juga mengatakan, bahwa dirinya bisa mencopot Los Angeles dari Olimpiade 2028.
"Jika seseorang melakukan pekerjaan yang buruk, dan jika saya merasa ada kondisi yang tidak aman, saya akan menghubungi Gianni dan saya akan berkata, 'mari kita pindahkan ke lokasi lain'," ujarnya.
"Dan dia akan melakukannya. Dia tidak akan senang melakukannya, tetapi dia akan melakukannya dengan sangat mudah. Dia akan melakukannya dan ini adalah waktu yang tepat untuk melakukannya."
Baca juga:
FIFA Tolak Boikot Israel dari Piala Dunia 2026, Desak Perdamaian dengan Palestina
Dua minggu lalu, Wakil Presiden FIFA, Victor Montagliani, mencoba mengecilkan gagasan mengenai pemindahan lokasi pertandingan secara paksa.
FIFA bisa menghadapi klaim kompensasi yang jumlahnya mencapai jutaan poundsterling dari kota-kota terdampak jika mereka kalah dalam pertandingan.
Saat kunjungannya ke London, Montagliani menegaskan, bahwa FIFA yang membuat keputusan-keputusan itu.
"Dengan segala hormat kepada para pemimpin dunia saat ini, sepak bola lebih besar dari mereka dan sepak bola akan tetap bertahan di bawah rezim, pemerintahan, dan slogan-slogan mereka," tegasnya.
Baca juga:
Gianni Infantino Kini Berada di Posisi yang Sulit
Namun, Infantino, yang memiliki hubungan dekat dengan Trump, kini berada di posisi yang sulit.
Pengundian putaran final Piala Dunia 2026 pada 5 Desember, yang direncanakan di Las Vegas, bakal dialihkan ke Washington DC setelah mendapat permintaan dari Trump.
Infantino enggan mengkritik atau menepis pernyataan Gedung Putih, meskipun para petinggi di Zurich mengisyaratkan tidak ada perubahan jadwal yang direncanakan.
“Keselamatan dan keamanan adalah prioritas utama di semua acara FIFA di seluruh dunia. Keselamatan dan keamanan jelas merupakan tanggung jawab pemerintah, dan mereka memutuskan apa yang terbaik untuk kepentingan keselamatan publik," ujar seorang juru bicara FIFA. (sof)
Bagikan
Soffi Amira
Berita Terkait
NATO Hentikan Pasokan Info Intelijen ke AS Imbas Trump Ngotot Ambil Kendali Greenland
Trump Tetap Salahkan Rusia di Balik Rencana Ambil Greenland
Jurgen Klopp Tutup Pintu untuk Real Madrid, Belum Mau Balik Jadi Pelatih
Final Piala Afrika 2025 Diwarnai Kericuhan, CAF Segera Lakukan Penyelidikan
Timnas Indonesia Akan Jajal Bulgaria, Kepulauan Salomon, atau St. Kitts Nevis, Erick Thohir: Ujian Bersaing di Level Dunia
Rekaman Suara VAR Real Sociedad vs Barcelona Terungkap, Diwarnai Keputusan Kontroversial
Liverpool Incar Alessandro Bastoni, Inter Milan Kemungkinan Siap Lepas demi Rp 1,8 Triliun
Ter Stegen Siap Dipinjamkan ke Girona, Dro Fernandez Hengkang ke PSG
Brahim Diaz Gagal Eksekusi Penalti di Final Piala Afrika 2025, Pelatih Timnas Maroko: Kita Harus Akui Kesalahan
Israel Belum Siap Serangan Balasan, Trump Batalkan Serangan ke Iran