Biden Bakal Bilang ke Trump Supaya Tetap Bantu Ukraina saat Menjabat sebagai Presiden AS
Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (ANTARA/HO-Kedubes AS di Jakarta)
MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan mencoba meyakinkan Presiden terpilih Donald Trump agar tidak menarik dukungan dari Ukraina saat ia menjabat. Hal tersebut diungkapkan oleh penasihat keamanan nasional presiden AS Jake Sullivan
Biden akan menyampaikan pidatonya kepada Trump pada Rabu pekan ini saat menghadiri pertemuan transisi Gedung Putih.
"Presiden Biden akan memiliki kesempatan selama 70 hari ke depan untuk menyampaikan pendapatnya kepada Kongres dan pemerintahan yang akan datang bahwa Amerika Serikat tidak boleh meninggalkan Ukraina, karena meninggalkan Ukraina berarti akan semakin banyak ketidakstabilan di Eropa," kata Sullivan, dikutip dari Aljazeera, Senin (11/11).
“Biden akan menyampaikan argumen bahwa kita memang membutuhkan sumber daya berkelanjutan untuk Ukraina setelah masa jabatannya berakhir,” imbuhnya.
Baca juga:
AS Sebut Rusia dan Korut Segera Serang Tentara Ukraina di Kursk
Perang di Ukraina menyoroti perpecahan kebijakan luar negeri yang mencolok antara Biden dan Trump. Di bawah Biden, pemerintah AS telah berkomitmen memberikan bantuan kepada Ukraina untuk memenuhi keperluan perang negara itu.
Namun, Trump telah berulang kali mengecam bantuan untuk Ukraina dan mengatakan ia akan mengakhiri perang dengan Rusia dalam sehari. Namun, upaya Trump untuk mengakhiri perang itu ialah dengan cara Ukraina menyerahkan beberapa wilayahnya kepada Rusia. Itu tidak disukai oleh Ukraina dan tak pernah disarankan oleh Biden. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Trump Tetap Salahkan Rusia di Balik Rencana Ambil Greenland
Israel Belum Siap Serangan Balasan, Trump Batalkan Serangan ke Iran
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Obsesi Donald Trump Caplok Greenland Bakal Jadi Lonceng Kematian NATO
Trump Kritik Pasukan Khusus Denmark Cupu, Gagal Lindungi Greenland dari Rusia-China
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Bahas Tarif Trump dan Impor Energi, Menko Airlangga Datangi KPK
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran