MerahPutih.com - Penambahan kasus COVID-19 semakin signifikan di awal Februari ini. Terdapat penambahan 36.057 orang dinyatakan positif Corona pada hari ini, Minggu (6/2).
Data yang dilaporkan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, total akumulatifnya di Indonesia ada 4.516.480 orang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona yang menyebabkan COVID- 19. Kemudian, penambahan kasus sembuh pada hari ini ada 10.569 orang.
Baca Juga:
COVID-19 Kembali Melonjak, Kemenag Keluarkan Panduan Kegiatan Keagamaan
Dengan begitu total akumulatif terdapat 4.183.027 pasien sudah berhasil sembuh dan dinyatakan negatif sampai saat ini di Indonesia. Sementara itu, kasus meninggal dunia bertambah 57 orang.
Sehingga sampai kini di Indonesia ada 144.554 orang meninggal dunia akibat virus Corona yang menyebabkan COVID-19.
Melihat adanya penambahan itu, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta masyarakat untuk tetap disiplin dan taat terhadap protokol kesehatan di tengah melonjaknya kasus COVID-19 di Indonesia.
Menurut Ma'ruf, menerapkan prokes untuk menjaga keselamatan jiwa adalah selaras dengan syariat agama. Prokes diyakini bisa menekan penularan COVID-19 di tanah air.
"Menyikapi situasi pandemi di negeri kita yang mulai masuk gelombang ketiga ini, saya berpesan kepada saudara untuk mengajak masyarakat agar tetap taat pada protokol kesehatan," ungkap Maruf Amin.
Ma'ruf menyebut, masalah penanggulangan COVID-19 bukan hanya masalah kesehatan. Namun juga masalah agama karena menanggulangi COVID-19 adalah menjaga jiwa atau hifdzu nafs.
"Hifdzu nafs juga menurut para ulama adalah salah satu tujuan syariah," ujarnya.
Ma'ruf menilai, saat ini dunia semakin menyatu sehingga dituntut untuk siap menghadapi berbagai isu berskala global. Dia mencontoh salah satunya pandemi COVID-19.
"Sebagai contoh, hari ini kita masih menghadapi persoalan COVID-19 yang bukan datang dari kota atau provinsi di negara kita, melainkan dari luar negeri," tutup Ma'ruf yang juga mantan Ketua MUI ini. (Knu)
Baca Juga:
11 Ribu Tempat Tidur Disiapkan Hadapi Lonjakan COVID-19 di Jakarta