Bersedia Jabat Ketum Gerindra, Prabowo Ingin Bertarung di Pilpres 2024

Andika PratamaAndika Pratama - Sabtu, 06 Juni 2020
Bersedia Jabat Ketum Gerindra, Prabowo Ingin Bertarung di Pilpres 2024

Menhan Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis, (24/10) (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat politik Karyono Wibowo menilai, Prabowo Subianto adalah figur tunggal di Gerindra diusung menjadi Calon Presiden 2024 yang akan datang. Hal ini terlihat dari dukungan terhadap Prabowo menjadi Ketua Umum lagi.

"Geliat Prabowo juga mengindikasikan masih ingin maju menjadi capres pada Pemilu 2024 nanti. Posisi ketua umum partai tentu bisa menjadi modal bagi Prabowo untuk maju menjadi capres lagi," kata Karyono kepada wartawan, Sabtu (6/6).

Baca Juga

Prabowo Subianto Diminta Jadi Ketum Lagi, Buat Modal Pilpres 2024?

Menurut dia, jika dilihat dari posisi survei saat ini, figur Prabowo untuk sementara menempati posisi teratas. Hal ini disebutnya menandakan bahwa Prabowo masih memiliki peluang.

"Hal itu disebabkan juga karena figur Jokowi sebagai pesaing terkuat Prabowo menurut konstitusi tidak bisa maju lagi untuk ketiga kali berturut-turut," katanya.

Faktor yang membuat tingginya elektabilitas Prabowo saat ini, karena dia sudah memiliki basis pendukung saat pilpres sebelumnya yang masih cenderung militan hingga sekarang.

"Tetapi ini baru posisi sementara. Tentu perlu dilihat peta perubahan dukungan dalam dinamika politik ke depan yang masih sangat dinamis," ucapnya.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Meski saat ini Prabowo menjadi figur capres terkuat, tetapi tidak serta-merta membuat pria yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan itu bakal mulus dalam Pilpres 2024. Pasalnya, sejumlah tantangan bisa menghadang Prabowo.

Bisa saja, menurutnya, dalam dinamika politik ke depan figur-figur capres yang masih segar dan energik seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono, Ridwan Kamil, Khofifah Indar Parawansa, Tri Rismaharini, Sandiaga Uno, Puan Maharani, Airlangga Hartarto, dan figur lainnya mampu menyaingi popularitas dan elektabilitas Prabowo.

Tantangan lainnya, ungkap Karyono, basis pendukung Prabowo bisa berpotensi mengalami pergeseran. Ia menilai, posisi Prabowo di pemerintahan ibarat pisau bermata dua. Ada yang setuju Prabowo bergabung ke dalam pemerintahan, ada pula yang menolak, pun ada yang puas, ada pula yang kecewa.

"Posisi di pemerintahan bisa menguntungkan, tapi bisa juga merugikan," ucapnya.

Baca Juga

Gerindra Tegaskan Prabowo Belum Pikirkan Pilpres 2024

Bagi Karyono, jika Prabowo berhasil mengukir prestasi yang monumental sebagai Menhan bisa menguntungkan. Tapi sebaliknya, jika dia menunjukkan kinerja yang buruk, bisa merugikan karena bisa merusak citranya.

Dengan posisi Prabowo saat ini, bisa berpotensi membuat sebagian pendukungnya migrasi. Tapi hal itu tergantung pula siapa pasangan Prabowo nanti.

Maka pilihannya, katanya, Prabowo harus menunjukkan prestasi di pemerintahan sembari menjaga pendukungnya agar tetap loyal. Tetapi, jangan sampai Prabowo dan Gerindra main 'dua kaki'. Kaki yang satu di pemerintahan, kaki yang satu lagi berperan menjadi oposisi.

"Jika itu dilakukan, justru tidak akan mendapat keuntungan politik yang signifikan. Rakyat sudah cukup terlatih membaca dan menilai manuver para politisi," paparnya.

Karyono meyakini, Jokowi pasti sudah berhitung tentang posisi politiknya di Pilpres 2024. Mantan Wali Kota Solo itu diyakininya pula tidak akan gegabah mendukung Prabowo.

"Saya yakin, Jokowi sudah menyadari bahwa Pilpres 2024 merupakan ajang pertarungan karena tidak ada petahana. Jokowi tidak bisa maju lagi untuk ketiga kali berturut-turut," imbuh Karyono.

Prabowo dikabarkan bersedia kembali meneruskan jabatannya sebagai ketua umum Partai Gerindra untuk periode 2020-2025. Hal ini merespons keinginan kader Partai Gerindra yang kompak menginginkan Prabowo kembali menjabat sebagai ketua umum.

Prabowo sangat menghormati proses demokrasi, termasuk di partainya sendiri. Oleh karena itu, Prabowo menghormati jika 34 pengurus daerah Gerindra kompak memintanya menjabat sebagai ketua umum. Jabatan Menteri Pertahanan yang kini diemban juga tak menghalangi Prabowo untuk kembali memimpin Gerindra.

Partai Gerindra menggelar rapat pimpinan nasional (rapimnas) secara virtual pada Kamis (4/6) malam dan berlangsung hingga dini hari. Dalam forum rapimnas, 34 DPD Partai Gerindra meminta Prabowo Subianto kembali memimpin partai untuk periode 2020-2025.

"Seluruh 34 DPD menginginkan Pak Prabowo kembali memimpin Partai Gerindra," kata Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat Andre Rosiade saat dihubungi, Jumat (5/6).

Baca Juga

Survei Indo Barometer, Prabowo Ungguli Anies dan Sandi Jadi Capres 2024

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, salah satu alasan disepakatinya mandat tersebut terkait dengan wacana kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang diusulkan sejumlah partai.

Ia menyatakan, Prabowo merupakan sosok perekat dan pengayom yang dibutuhkan partai. Menurut Dasco, Gerindra masih membutuhkan Prabowo untuk memimpin perjuangan pada masa mendatang. (Knu)

#Partai Gerindra #Prabowo Subianto #Pilpres 2024
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Jejak Kronologis 48 Jam Presiden Prabowo Rombak BGN, Benahi Carut-marut MBG
Dalam 48 jam, Presiden Prabowo Subianto merombak BGN, mencopot Dadan Hindayana yang akhirnya jadi tersangka, dan memberi instruksi teknis MBG di Sentul.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
Jejak Kronologis 48 Jam Presiden Prabowo Rombak BGN, Benahi Carut-marut MBG
Indonesia
Prabowo Dapat Laporan Janggal Soal Indikasi Penyelewengan di BGN Sebelum Dadan Cs Jadi Tersangka
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penelusuran mendalam atas laporan miring BGN tersebut
Angga Yudha Pratama - Kamis, 04 Juni 2026
Prabowo Dapat Laporan Janggal Soal Indikasi Penyelewengan di BGN Sebelum Dadan Cs Jadi Tersangka
Indonesia
Prabowo Terima Menlu Turkiye di Hambalang, Bahas Stabilitas Situasi Timur Tengah
Presiden Prabowo Subianto menerima Menlu Turkiye Hakan Fidan di Hambalang.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Juni 2026
Prabowo Terima Menlu Turkiye di Hambalang, Bahas Stabilitas Situasi Timur Tengah
Indonesia
Dino Patti Djalal Sentil Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Sufmi Dasco Pasang Badan
Ketika muncul perjalanan mendadak, hal tersebut murni bentuk respons cepat terhadap situasi darurat internasional mengharuskan kehadiran kepala negara
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Juni 2026
Dino Patti Djalal Sentil Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Sufmi Dasco Pasang Badan
Indonesia
Di Tengah Rivalitas Geopolitik, Prabowo Jadikan Pancasila Kompas Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Pancasila sebagai pegangan bangsa Indonesia di tengah konflik global.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Di Tengah Rivalitas Geopolitik, Prabowo Jadikan Pancasila Kompas Indonesia
Indonesia
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai tantangan yang dihadapi Presiden Prabowo Subianto merupakan warisan dari pemerintahan Jokowi.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Indonesia
Jokowi Absen Upacara Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Ajudannya Bilang Tidak Ada Undangan
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) absen tidak menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6) pagi tadi.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Jokowi Absen Upacara Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Ajudannya Bilang Tidak Ada Undangan
Indonesia
Di Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ingatkan Aksi Perlawanan Kelompok Anti Cinta Tanah Air
Presiden Prabowo Subianto menegaskan strategi transformasi bangsa berlandaskan Pancasila.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Di Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ingatkan Aksi Perlawanan Kelompok Anti Cinta Tanah Air
Indonesia
Prabowo Jadikan Pancasila Kompas Transformasi Ekonomi Nasional Cegah Kebocoran
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen menjalankan transformasi ekonomi nasional dalam amanat Hari Lahir Pancasila 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Prabowo Jadikan Pancasila Kompas Transformasi Ekonomi Nasional Cegah Kebocoran
Indonesia
Prabowo Serukan Kemandirian Bangsa, Pesan Keras di Upacara Hari Pancasila
Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Prabowo Serukan Kemandirian Bangsa, Pesan Keras di Upacara Hari Pancasila
Bagikan