Berat Badan Naik Pascalibur Tahun Baru? Tak Perlu Panik, ini Kiatnya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Desember 2018
Berat Badan Naik Pascalibur Tahun Baru? Tak Perlu Panik, ini Kiatnya

Liburan tahun baru sering dikaitkan dengan naiknya berat badan (Pixabay/TeroVesalainen)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETIAP liburan, tidak hanya saat periode perpindahan tahun, kita kerap dihadapkan pada berbagai makanan yang menggugah selera makan. Sedikit dari kita yang bisa menolak untuk melahap berbagai hidangan tersebut. Terlebih dalam periode liburan akhir tahun, dimana ada Natal dan perayaan pergantian tahun. Saat itu, makanan-makanan lezat seakan tiada habisnya dihidangkan. Tidak sedikit orang mendapatkan ekstra berat badan setelah melewati periode libur tahun baru.

Tapi kamu tak perlu panik apalagi stress memikirkan kenaikan berat badan tersebut.

Nah, inilah yang dikatakan sains tentang fenomena naiknya berat badan setelah periode libur tahun baru: Menurut data internasional yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, kenaikan berat badan di sekitar hari libur hanyalah total sekitar 0,7% dari berat teringan sepanjang tahun.

Untuk orang dengan berat 68 kilogram, itu sama dengan 0,5 kilogram tambahan. Sebuah ulasan baru-baru ini dari beberapa studi yang dipublikasikan tentang kenaikan berat badan terkait liburan di Journal of Obesity menemukan bahwa kenaikan berat badan liburan rata-rata adalah 0,2 hingga hampir 1 kilogram. Dan di antara mereka yang sedikit lebih sadar akan pola makan, atau yang biasa kita katakan 'self monitoring, kenaikan berat badan sering tidak signifikan.

Penelitian juga menunjukkan bahwa mereka yang memang sudah kelebihan berat badan kemungkinan besar akan mengalami kenaikan berat badan liburan yang lebih signifikan dan berjuang lebih banyak untuk mengurangi tambahan berat tersebut pada bulan Januari.

Dalam sebuah studi terhadap mahasiswa yang diterbitkan di Nutrition Journal, siswa yang kelebihan berat badan menambah hampir 1 kilogram selama libur akhir tahun mereka, sementara siswa dengan berat badan normal tidak mengalami perubahan berat badan.

Para peneliti menyimpulkan bahwa mereka yang kelebihan berat badan paling rentan terhadap kenaikan berat badan selama periode libur tahun baru, dan bahwa mereka mungkin ingin mengambil langkah-langkah untuk mencoba meminimalkan atau menghindari kenaikan berat badan pada hari-hari libur lain selain hari-hari libur tahun baru.

Bahkan jika kenaikan berat badan yang didapatkan setelah libur tahun baru hampir tidak seburuk yang kamu kira: itu adalah satu “hadiah” liburan.

Faktanya, dibutuhkan beberapa bulan untuk menghilangkannya hanya setengah dari berat yang diperoleh selama liburan tahun baru dan separuh lainnya. Untuk mengurangi berat tambahan yang kamu dapatkan selama liburan saat tahun baru tiba, kita bisa mengikuti tiga langkah ini:

1. Memulai Hari dengan Benar

sarapan sehat
Menu sarapan sehat (pixabay/ponce_photography)

Mengonsumsi protein dan serat dalam jumlah optimal di pagi hari bisa membantu mengurangi rasa lapar agar kita "tetap di jalur yang benar" sepanjang hari. Untuk hasil terbaik, cobalah untuk mendapatkan 20 hingga 30 gram protein berkualitas tinggi dan setidaknya 6 gram serat dalam sarapan 400 kalori.

Cobalah beberapa telur orak-arik dengan sayuran kaya serat dan roti dari gandum utuh; secangkir yogurt Yunani dengan buah segar atau beku dan taburan granola; atau pancake protein dengan yogurt Yunani polos dan sedikit madu.

2. Perbanyak Waktu Tidur

tidur sehat
Tidur 7-9 jam per malam (Pixabay/C_scott)

Ini bukan mimpi, penelitan menunjukkan bahwa tidur lebih banyak membantu mengendalikan rasa lapar dan meningkatkan tekad kita untuk membantu mengurangi berat badan setelah pesta liburan tahun baru berakhir.

Salah satu studi baru-baru ini menemukan bahwa ketika partisipan meningkatkan jumlah waktu tidur, mereka makan hampir 170 kalori lebih sedikit pada hari berikutnya dibandingkan ketika waktu tidur kurang.

Sementara setiap orang memiliki jam tidur optimal pribadi, kebanyakan orang dewasa memerlukan tujuh hingga sembilan jam per malam.

3. Catat dan Lacak Kembali Pola Makan

Catat asupan makanan
Catat asupan makanan (Pixabay/Nietjuh)

Tidak ada cara yang lebih baik untuk melacak apa saja yang kita makan selain dengan mencatat semua apa yang kita makan, kini sudah banyak apliskasi smartphone yang memiliki fitur untuk melakukannya, atau mencatatnya dengan cara klasik pada jurnal kecil atau buku.

Dengan mencatat apa yang kita makan setiap hari bisa membantu kita untuk menjadi lebih sadar akan apa yang kita makan.

Catatan tersebut makanan juga dapat membantu mencegah kita dari pilihan makanan yang kurang bergizi atau porsi berlebihan karena kita ingat bahwa kita harus menuliskannya dalam catatan tersebut, itu mungkin efektif untuk mengurangi asupan kalori harian kita. pada gilirannya, kenaikan berat badan saat libur tahun baru dapat kita kontrol. (ADP)

#Kesehatan #Tahun Baru #Diet
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Kenali Nutri-Level, sistem label gizi dengan empat kategori warna untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Indonesia
Jasa Bandara Bakal Dipotong 50 Persen Saat Musim Liburan Nataru
potongan tarif ini bertujuan untuk mendukung efisiensi operasional maskapai penerbangan sekaligus menjadi wujud komitmen perseroan dalam mengedepankan pengelolaan bandara berbasis ekosistem.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Jasa Bandara Bakal Dipotong 50 Persen Saat Musim Liburan Nataru
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Bagikan