MerahPutih.com - Produsen mobil mewah asal Inggris, Bentley, resmi mengubah arah strategi bisnisnya. Alih-alih langsung beralih ke kendaraan listrik penuh, Bentley kini memilih fokus pada pengembangan mobil hybrid sebagai langkah realistis menghadapi tren industri otomotif global.
“Arah bisnis Bentley saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan dua tahun lalu. Kami harus menyesuaikan diri dengan tren pasar yang terus berubah,” kata Direktur Utama Bentley, Frank Walliser, dikutip dari Arena EV, Rabu (25/3).
Baca juga:
Bentley Ciptakan Bentayga Spesial untuk Hormati Pahlawan Inggris PD I
Pasar Premium Masih Butuh Sensasi Mesin Konvensional
Frank mengungkapkan sebelumnya Bentley sempat berencana meluncurkan lima mobil listrik baru hingga 2035. Namun, rencana tersebut kini dikaji ulang karena minat pasar terhadap mobil listrik mewah ternyata tidak setinggi ekspektasi.
Menurut dia, banyak konsumen premium masih menyukai sensasi mesin konvensional, baik dari segi suara maupun pengalaman berkendara. Sebagai kompromi, Bentley menilai mobil plug-in hybrid menjadi opsi tengah yang lebih fleksibel.
“Hybrid memberi kami ruang untuk menjaga karakter khas Bentley sekaligus menghadirkan efisiensi lebih baik,” imbuh bos Bentley itu.
Baca juga:
Model Hybrid dan Rencana EV Pertama
Bentley saat ini sudah menawarkan varian hybrid dari beberapa model andalannya, seperti Continental GT dan Flying Spur, yang menggabungkan mesin V8 bertenaga dengan motor listrik.
Meski fokus ke hybrid, Bentley belum sepenuhnya meninggalkan rencana elektrifikasi. Mereka tetap menargetkan peluncuran mobil listrik pertama pada 2027 berupa SUV urban berbasis konsep EXP 15.
Dilansir Antara, model mobil listrik pertama Bentley itu direncanakan menggunakan platform Porsche dengan teknologi baterai canggih yang mampu menambah jarak tempuh hingga 160 km hanya dalam tujuh menit lewat pengisi daya cepat. (*)