Kesehatan

Beneran Ada lo, Diet yang cuma makan Taco Seharian

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 06 Januari 2018
Beneran Ada lo, Diet yang cuma makan Taco Seharian

Cobain diet taco untuk resolusi awal tahun Anda. (foto: tacocleanse.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JIKA menu dietnya seenak taco, siapa pun pasti sanggup menjalaninya.

Bagi Anda yang menempatkan detoks sebagai salah satu resolusi awal tahun, diet taco bisa banget jadi pilihan Anda.

Berkat mereka yang mengaku 'ilmuwan taco' dan penulis buku The Taco Cleanse, diet di awal tahun tidak lagi terasa berat.

Wes Allison, Stephanie Bogdanich, Molly R Frisinger, dan Jessica Morris menulis buku tersebut setelah mereka menyantap taco untuk sarapan, makan siang, dan makan malam selama 30 hari penuh. Setelah itu, mereka pun mengajak orang lain untuk melakukan hal serupa.

Seperti dikutip dari People, mereka bahkan melengkapi buku itu dengan resep taco sesuai gaya hidup hingga resep membuat tortila.

Meskipun merupakan diet plan, pola makan taco ini tidak menjanjikan penurunan berat badan. Namun, ada banyak manfaat lain yang bisa Anda dapatkan lo.

"Makan taco 3 jam setelah bangun pagi, atau yang biasa disebut breakfast taco, terbukti menghilangkan efek minuman keras di malam sebelumnya. Selain itu, konsumsi taco di siang hari memberi efek positif bagi fisik Anda," demikian yang disebutkan dalam buku itu.

Lebih jauh, buku itu juga menyebut konsumsi taco pedas sebelum tidur merangsang imajinasi malam Anda. Taco pedas di malam hari juga digunakan spiritualis taco untuk memunculkan mimpi ramalan.

Bagaimana, apakah Anda tertarik mencoba diet taco ini?(dwi)

Untuk ide resep taco, Anda bisa coba taco avokad dan bacon ini.

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan