Belanja Meeting, Incentives, Conference, Exhibition di 2024 Bisa Naik 17 Persen
Media Center KTT AIS Forum 2023 menayangkan kedatangan pimpinan delegasi di BNDCC, Nusa Dua. (Foto: Antara)
MerahPutih.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyatakan bahwa MICE memiliki kontribusi yang tinggi terhadap perekonomian masyarakat, karena turis MICE ditengarai mempunyai spending 3-4 kali lebih besar dari turis untuk berlibur (leisure).
Selain itu, MICE memiliki lama tinggal lebih panjang terutama yang berskala internasional. Dan menjadi ajang promosi yang efektif bagi Indonesia di kancah global.
Tercatat, lima provinsi teratas bisnis MICE tertinggi masih ditempati Jakarta, kemudian Bali, Bandung (Jawa Barat), Makassar (Sulawesi Selatan) dan Batam (Kepulauan Riau).
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Kongres&Konvensi Indonesia (DPP INCCA) Iqbal Alan Abdullah mengungkapkan bahwa stabilitas politik berpengaruh terhadap belanja Meeting, Incentives, Conference, Exhibition (MICE) pada 2024 yang diperkirakan bisa naik 12-17 persen.
Baca juga:
Nelayan dan Wisatawan Bali Diimbau Waspadai Ancaman Gelombang Laut 4 Meter
"Perhelatan pemilihan presiden, pemilihan legislatif dan kini pemilihan kepala daerah yang berjalan lancar menambah kepercayaan pelaku MICE untuk melakukan berbagai kegiatan di tahun 2024," kata Iqbal saat dihubungi di Jakarta, Minggu.
Pada 2023, nilai belanja MICE secara nasional mencapai Rp45 triliun (setara 3 miliar dolar AS). Sedangkan di 2024 ini diprediksi bisa mencapai Rp52-54 triliun (setara 3,2-3,4 miliar dolar AS).
Sedangkan pada 2022, sektor MICE di Indonesia mencatatkan peningkatan sebesar 14 persen dengan nilai 2,23 miliar dolar AS dibandingkan dengan 2021 yang senilai 1,95 miliar dolar AS. Tahun 2021, bisnis MICE tumbuh sekitar 20 persen setelah sebelumnya diterpa pandemi COVID-19 pada 2020.
Pada 2021, pemerintah mendorong digelarnya pertemuan internasional sehingga bisnis MICE kembali bangkit dibandingkan dengan 2020. Pertumbuhan terus terjadi hingga 2023.
"Bahkan akan terus bertumbuh pada masa mendatang," kata Iqbal.
Selain digerakkan oleh kegiatan-kegiatan pemerintah, bisnis MICE di Indonesia juga dipengaruhi oleh aktivitas organisasi-organisasi profesi internasional.
"Organisasi profesi internasional secara rutin melakukan pertemuan dan berpindah dari satu negara ke negara lain," tutur Iqbal.
Ia optimistis pasar Indonesia masih sangat besar karena ada masih belum digarap secara maksimal.
"Potensinya masih besar," katanya.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Menpar Widiyanti Bantah Bali Sepi Wisatawan, Data 2025 Tunjukkan Tren Positif
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Indonesia Kalah Saing dengan Negara Tetangga dalam Urusan Pariwisata, DPR 'Semprot' Pemerintah
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand