PEMBELAJARAN jarak jauh (PJJ) yang telah berlangsung lebih dari setahun mengakibatkan sebagian besar anak-anak merasa jenuh dan kurang termotivasi. Sementara itu, para ibu yang semakin sibuk selama bekerja dari rumah membutuhkan bantuan agar dapat menjalankan perannya dengan baik.
Oleh karena itu, edutech hadir untuk membangun mindset yang tepat pada anak. Edutech akan ikut serta dalam memantau perkembangan konsep dengan adanya guru yang terlatih mengajar kelas Live yang interaktif untuk memahami mata pelajaran Matematika, Fisika, dan Kimia (MAFIA).
Baca juga:
Selain itu, fitur yang dimiliki edutech juga tersedia untuk membantu murid menyelesaikan soal-soal latihan dan dapat diakses 24 jam secara gratis.
Demi meningkatkan rasa percaya diri terhadap mapel yang umumnya dianggap susah seperti MAFIA, pelajar bisa memanfaatkan fitur bertanya. Fitur yang bisa diakses kapan saja dan gratis ini memungkinkan murid untuk menyelesaikan soal hanya dengan mengunggah foto soal latihan ke dalam platform.
"Kami ingin murid hilangkan rasa ketakutan terhadap mapel yang susah karena tanya-jawab terkait soal bisa dilakukan lewat fitur yang dapat diakses gratis 24 jam dari aplikasi dan website,” ungkap Abhay Saboo, Co-founder dan CEO CoLearn.
Baca juga:
Marketplace Belajar Daring Kementerian Nadiem Sediakan 165 Pilihan Mata Kuliah
Dalam hitungan detik, akan ada video penjelasan tentang cara memahami pertanyaan secara bertahap. Tentunya fitur ini sangat membantu murid dalam menyerap materi pelajaran dengan cepat dan komprehensif, agar bisa bersaing di dunia internasional dan digital.
Edutech ini juga tengah mengembangkan program Kelas Live untuk mendampingi para murid yang kesulitan mengikuti penjelasan guru selama PJJ dan ingin lebih menguasai mata pelajaran MAFIA. Fitur Kelas Live membuat murid lebih bersemangat untuk mengikuti pelajaran karena bersifat interaktif dan dapat melakukan komunikasi secara langsung dengan guru dan teman-teman kelompoknya.
Edutech ini juga bekerja sama dengan guru juara yang merupakan lulusan perguruan tinggi terbaik Indonesia maupun luar negeri.
“Kami berharap biaya yang dihemat orangtua dan waktu yang dihemat murid bisa digunakan untuk menguasai konsep mata pelajaran yang sulit. Dengan demikian, anak memiliki kesempatan untuk mendapat pekerjaan yang lebih baik di masa depan," tutup Abhay. (ikh)
Baca juga:
Antibosan! 4 Ide Kegiatan Sederhana dan Produktif Selama #DiRumahAja