Bela Rohingya, Kedepankan Solidaritas Kemanusiaan Tanpa Merusak Kebhinekaan Bangsa

Luhung SaptoLuhung Sapto - Sabtu, 16 September 2017
Bela Rohingya, Kedepankan Solidaritas Kemanusiaan Tanpa Merusak Kebhinekaan Bangsa

Aksi solidaritas untuk Rohingya. (Foto ANTARA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Aksi solidaritas terhadap Rohingya dimanfaatkan oleh beberapa kelompok untuk membenturkan masyarakat di dalam negeri melalui isu sentimen keagamaan.

Direktur Eksekutif Indonesian Conference in Religion and Peace (ICRP), Muhammad Monib mengatakan solidaritas kemanusiaan merupakan cara efektif sebagai cara pandang dalam menyikapi konflik tanpa menimbulkan sekat ideologis dan identitas masyarakat yang dapat merusak kebhinekaan bangsa. Menurutnya, solidaritas yang sempit justru akan membenturkan masyarakat dan menimbulkan persoalan baru di dalam negeri.

"Agama seakan menjadi bumbu penyedap saat kondisi masyarakat didominasi oleh sentimen agama. Rendahnya kualitas tabayyun, dan klarifikasi pemahaman terhadap masalah menyebabkan banyak golongan yang memperoleh keuntungan politik dengan menggunakan instrumen agama," ujar Muhammad Monib

Lebih lanjut pria kelahiran Bangkalan, Madura ini menegaskan bahwa setiap agama sebenarnya mempunyai potensi radikal, fanatik, dan ekstrimis. Namun, yang perlu diperhatikan bahwa tindakan individu tidak bisa mewakili ajaran agama dan pandangan mayoritas umat yang lain.

"Sebenarnya dalam kasus Rohingya ini kita tidak perlu memusuhi umat-umat lain yang ada di Indonesia, karena kejadian ini bukan persoalan negara kita dan sangat berbahaya terhadap cara kita berbangsa yang majemuk. Jadi hal itu harus diwaspadai, masyarakat kita jangan mudah terpancing,” tegasnya.

Karena itu, Monib mengajak masyarakat mengedepankan nilai dan aksi kemanusiaan dalam mengekspresikan solidaritas terhadap etnis Muslim Rohingya. Selain itu penting untuk mendorong keterlibatan pemerintah dan lembaga internasional seperti PBB, OKI, Negara ASEAN agar mengambil peran lebih terukur, lebih terlihat, dan lebih nyata dalam kerja diplomatik.

"Justru hal paling penting yang bisa dilakukan masyarakat adalah aksi nyata semisal bantuan riil terhadap muslim Rohingya yang ada di penampungan. Rasanya tak akan selesai persoalan apabila hanya dengan pola-pola pendekatan, teriakan dan mengorbankan sentimen keagamaan,” ujarnya. (*)

#Krisis Rohingya
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
Prioritas Kemenko Polkam di Bawah Budi Gunawan, Termasuk Masalah Rohingya
Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan (BG) mengungkap sejumlah prioritas kerjanya dalam 100 hari kedepan.
Frengky Aruan - Selasa, 22 Oktober 2024
Prioritas Kemenko Polkam di Bawah Budi Gunawan, Termasuk Masalah Rohingya
Indonesia
Menlu Retno Desak Penyelesaian Akar Masalah Pengungsi Rohingya
Menlu Retno Marsudi berbicara dalam Global Refugee Forum (GRF) di kantor PBB, Jenewa, Swiss, pada Rabu (13/12).
Zulfikar Sy - Kamis, 14 Desember 2023
Menlu Retno Desak Penyelesaian Akar Masalah Pengungsi Rohingya
Indonesia
Indonesia Bakal Desak Negara Konvensi Pengungsi Percepat Terima Warga Rohingya
Tuntutan tersebut akan disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan Global Refugee Forum
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Desember 2023
Indonesia Bakal Desak Negara Konvensi Pengungsi Percepat Terima Warga Rohingya
Indonesia
Jokowi Tegaskan Penampungan Pengungsi Rohingya Bersifat Sementara
Pemerintah akan menampung sementara pengungsi asal Myanmar yang mendapatkan diskriminasi itu.
Zulfikar Sy - Senin, 11 Desember 2023
Jokowi Tegaskan Penampungan Pengungsi Rohingya Bersifat Sementara
Indonesia
Pengungsi Rohingya di Aceh Bakal Dipindahkan ke Medan dan Pekanbaru
Tak hanya yang di Ladong. Imigran Rohingya dari lokasi penampungan di Kabupaten Pidie dan Lhokseumawe juga dipindahkan .
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Maret 2023
Pengungsi Rohingya di Aceh Bakal Dipindahkan ke Medan dan Pekanbaru
Indonesia
12.000 Warga Rohingya di Cox's Bazar Kehilangan Tenda Pengungsi
Sekitar 1,2 juta Muslim Rohingya yang terpaksa mengungsi dari Myanmar, ditempatkan di 33 kamp pengungsi yang padat di Cox's Bazar.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Maret 2023
12.000 Warga Rohingya di Cox's Bazar Kehilangan Tenda Pengungsi
Bagikan