Bedanya 'Ahok' Sebelum dan Sesudah Pilgub DKI Jakarta di Mata KPAI
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti. (MP/Ponco Sulaksono)
MerahPutih.com - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengungkapkan tindakan persekusi terhadap SB, salah satu siswa SD Negeri di bilangan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur sudah terjadi sejak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memimpin Jakarta. Awalnya, pihak tidak ambil pusing karena panggian 'Ahok' terhadap SB dianggap pujian.
Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan sudah menemui pihak sekolah dimana korban SB bersekolah.
"Menurut penjelasan pihak sekolah, ananda SB sejak kelas 1 memang sudah dijuluki Ahok, diduga hal tersebut terjadi karena SB secara fisik memang putih, sipit dan ganteng," kata Retno kepada awak media, Selasa (31/10).
Menurut laporan, kata Retno, julukan Ahok dirasa positif karena pada waktu itu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sedang dalam posisi puncak dan menjadi pujaan.
"Pada 2015 Pak Ahok adalah Gubenur yang banyak mendapatkan pujian. Kondisi tersebut memang dibiarkan oleh guru kelas dan guru agama karena anak-anak lain tidak bermaksud membully," terangnya.
Namun, setelah Pilgub DKI Jakarta dan Ahok dibui karena kasus penistaan agama makna panggilan Ahok tidak lagi positif.
Retno menuturkan jika SB menjahili teman-temannya kemudian teman yang dijahili tersebut merasa kesal maka terlontar kata-kata 'dasar Ahok'. Di sini lah, makna panggilan Ahok berubah menjadi negatif.
"Saat itulah terlontar kata 'dasar Ahok'. Kita menilai bahwa di sinilah letak bully tadi, dimana makna nama Ahok yang sebelumnya positif kemudian bergeser menjadi bermakna negatif," terang Retno.
Seperti diberitakan, seorang siswa SD di kawasan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur menjadi obyek persekusi (bullying) teman-temannya. Penyebabnya, wajah korban mirip mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Guna meluruskan kasus dugaan persekusi itu, KPAI berencana melakukan home visit ke rumah korban.
"Ini kan berlangsung sejak 2015, dan pada awalnya dianggap positif karena pada waktu itu Ahok menjadi pujaan," ujarnya. (Fdi)
Baca juga berita terkait lainnya di: Gara-gara Wajahnya Mirip Ahok Siswa SD Dibully