Beberapa Wilayah Yogyakarta Porak-Poranda, 4 Meninggal Dunia
Rumah warga Kulonprogo terkena longsor. (TRC BPBD DIY)
MerahPutih.com - Hujan deras masih terus mengguyur wilayah DIY tiada henti sejak Senin malam. Sungai Oya meluap dan menyebabkan banjir di beberapa titik. Akibatnya Sejumlah jalan penghubung menuju Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Bantul DIY terputus.
Kepala Pusat Pengendalian dan Data Bencana BPBD DIY, Danang Syamsu Rizal menjelaskan sungai Oya yang meluber menimbulkan banjir di Desa Bunder, Kecamatan Patuk Gunung Kidul. Hal ini membuat air menutupi jalan Yogyakarta- Wonosari setinggi sekitar 1 meter.
"Jalan Yogyakarta menuju Wonosari terputus. Juga jalan Wonosari menuju Baron. Sampai sekarang belum bisa dilewati. Arus lalu lintas dialihkan sementara dari Sambi ke arah Nglipar," tutur Danang melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Selasa (28/11) malam.
Selain itu, banjir setinggi lutut orang dewasa juga melanda Kecamatan Tegalsari. Jalan menuju Balaidesa Banjarejo, Kecamatan Tegalsari Gunung Kiddul tak dapat dilintasi.
Sejumlah rumah, sekolah dan pasar di Kecamatan Wonosari, Tepus, Tanjungsari turut terendam banjir.
Sekolah yang terkena banjir adalah SMK Kelautan Tanjung Sari, dan SMPN Semanu, SMP 3 Rongkop dan SMP 3 Saptosari. "Banjirnya di SMk Tanjung Sari setinggi sekitar 1,5 meter. Kira-kira setinggi dada orang dewasa. Siswa semua sekolah yang terendam ba jir diliburkan sementara waktu,"katanya.
Sebanyak 513 Kepala keluarga terdampak karena rumahnya tergenang banjir. Mereka sudah diungsikan ke rumah kerabat yang aman..
Berdasarkan catatan kejadian bencana BPBD DIY pada pukul 20.45 WIb, banjir menerjang 64 daerah di DIY. Sebanyak 24 titik terjadi di Kabupaten Gunungkidul 4 titik di Kabupaten Kulon Progo, 31 titik di Kabupaten Bantul, 4 titik di Kabupaten Sleman dan 1 titik di Kota Yogyakarta.
Akibat banjir, 50 jiwa di Panjatan (Kulon Progo) dan 899 jiwa wilayah Bantul terpaksa diungsikan ke balai desa setempat atau ke rumah sanak saudara.
Sejumlah jalan penghubung di Bantul terputus karena banjir. Salah satunya Jalan Panggang-Yogyakarta di Desa Sriharjo, Kecamatan Immogiri. Jalanan terendam air setinggi sekitar 1 meter.
Sebelumnya diberitakan, Siklon tropis Cempaka menyebabkan empat warga di DIY meninggal dunia. Tiga orang yang tewas adalah warga Pringgokusuman Kota Yogyakarta. "Tiga orang itu satu keluarga yang tewas karena rumahnya terkena longsoran Talud. Dua korban sudah berhasil dievakuasi. Satu lagi dievakuasi besok," ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD DIY Danang Samsurizal melalui sambungan telepon.
Sementara satu korban lagi adalah warga di Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul. Danang menjelaskan korban tersebut meninggal dunia karena terseret banjir. Namun sebelumnya rumah korban sempat terkena longsor. (Teresa Ika)
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada