Headline

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Gerindra: Jokowi Panik

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 10 Oktober 2018
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Gerindra: Jokowi Panik

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono (Foto: MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menilai kenaikan beberapa jenis bahan bakar minyak non subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex sebagai bentuk kepanikan pemerintahan Joko Widodo.

Arief menduga kenaikan harga itu karena dampak dari harga minyak mentah yang mendekati 100 dollar AS per barrel serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang hampir tembus Rp.16.000 per dollar AS.

"Kangmas Joko Widodo Makin panik naikin harga BBM non subsidi," kata Arief saat dikonfirmasi, Rabu (10/10).

Berdasarkan press rilis di situs resmi Pertamina, www.pertamina.com, sejak pukul 11.00 WIB tadi, harga Pertamax naik menjadi Rp.10.400, Pertamax Turbo Rp. 12.250, Dexlite Rp. 10.500, Pertamina Dex Rp. 11.850.

"Ya kalau mau nolak juga engga bisa. Kan itu keputusan Pemerintah yang sudah panik karena Kurs rupiah sedang menuju ke 16 ribu per USD," imbuh dia.

Arief mengkritik pernyataan-Jokowi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang selama ini kerap menyatakan bahwa keadaan ekonomi Indonesia dalam kondisi baik.

SBPU
Ilustrasi (MP/Rizki Fitrianto)

"Pemerintah (katanya) bisa menjaga Inflasi dan ekonomi pada kwartal kedua masih tumbuh 5,27 persen," jelas dia.

Dengan kenaikan harga BBM non subsidi ini, kata Arief, pemerintah tidak mempunyai alasan lagi untuk membantah semua analisa berbagai ahli ekonomi tentang kondisi ekonomi Indonesia yang kian terpuruk.

"Karena krisis ekonomi dan krisis kepercayaan terhadap omongan mereka," tegasnya.

Menurutnya, krisis ekonomi sudah di depan mata. Pasalnya, kenaikan BBM non subsidi otomatis akan menyebabkan harga barang dan jasa ikut naik. Hal tersebut diperparah dengan biaya operasional perusahaan yang akan melambung tinggi.

"Nilai Inflasi akan liar alias akan naik tinggi dan pertumbuhan ekonomi pada akhir 2018 akan di bawah 5 persen," jelas dia.

Dengan kondisi seperti itu, Arief memprediksi Bank Indonesia akan kembali menaikan suku bunga karena imbas dari kenaikan harga BBM non subsidi.

"Nah kalau sudah begitu siap-siap terjadi kredit macet di perbankan Indonesia dan siap siap yang punya duit di bank berhati-hati karena kemungkinan bisa terjadi bank pada collapse alias BBO (bank beku operasi)," ungkapnya.

Kemudian, lanjut Arief, akan terjadi PHK besar-besaran terhadap buruh. Sebab, banyak perusahaan yang tutup akibat tidak mampu membayar gaji karyawan.

"Nah apalagi jika harga minyak dunia menyentuh level 100 dollar AS per barrel dipastikan, harga BBM tidak adalagi yang di subsidi karena anggaran negara saja sudah defisit parah. Akhir kata dengan naiknya harga minyak dunia juga akan berdampak pada harga gas dan batu bara. Ya akhirnya berdampak harga LPG dan tarif listrik akan naik," pungkasnya.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Hadiah Bagi Pelapor Korupsi Dituding Pencitraan, Hasto: Sejak Awal Sudah Dilakukan Jokowi

#Arief Poyuono #Partai Gerindra #Presiden Jokowi #BBM #Harga BBM
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Buntut Pesta Narkoba di Hotel Surabaya, Gerindra Resmi Pecat 3 Anggota DPRD Jatim!
Tiga anggota DPRD Jatim resmi dipecat Partai Gerindra usai terciduk pesta narkoba di sebuah hotel di Surabaya. Cek kronologi dan fakta lengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 November 2026
Buntut Pesta Narkoba di Hotel Surabaya, Gerindra Resmi Pecat 3 Anggota DPRD Jatim!
Dunia
Harga BBM Mahal, 50 Juta Warga Eropa Tidak Mampu Hangatkan Rumah
Negara-negara Uni Eropa memperkirakan akan menghadapi musim dingin yang sulit akibat tingginya harga gas dan produk minyak yang dipicu oleh situasi di Timur Tengah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Oktober 2026
Harga BBM Mahal, 50 Juta Warga Eropa Tidak Mampu Hangatkan Rumah
Indonesia
Bisnis SPBU di Indonesia Diambilalih SEFAS Group, Shall Hanya Pertahankan Bisnis Pelumas
SEFAS Group telah sepakat untuk mengakuisisi 100 persen bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell di Indonesia, dengan tetap tunduk pada persetujuan regulator.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Oktober 2026
Bisnis SPBU di Indonesia Diambilalih SEFAS Group, Shall Hanya Pertahankan Bisnis Pelumas
Indonesia
Antrean Pembelian BBM Subsidi Membludak di Gorontalo, Pertamina Percepat Distribusi
Perubahan pola konsumsi itu turut menjadi perhatian Pertamina dalam mengoptimalkan penyaluran BBM
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Antrean Pembelian BBM Subsidi Membludak di Gorontalo, Pertamina Percepat Distribusi
Indonesia
E20 Diyakini Kurangi Impor Bensin, Tiap Tahun Impor 22 Juta Kiloliter
Penerapan kebijakan bahan bakar harus tetap memperhatikan hasil pengujian dan kesesuaian dengan kendaraan yang digunakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
E20 Diyakini Kurangi Impor Bensin,  Tiap Tahun Impor 22 Juta Kiloliter
Indonesia
Minyak Dari Timur Tengah Tersendat, Pertamina Minta ASEAN Tingkatkan Produksi
ASCOPE juga membahas bagaimana negara-negara ASEAN dapat memastikan trading atau jual beli minyak mentah di kawasan dapat berlangsung dengan lebih lancar.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Minyak Dari Timur Tengah Tersendat, Pertamina Minta ASEAN Tingkatkan Produksi
Indonesia
Warga Harus Antre Panjang Beli BBM, Pertamina Tambah Pasokan ke SPBU
Langkah tersebut merupakan upaya Pertamina untuk terus memperkuat pasokan dan distribusi BBM, serta memastikan kebutuhan energi masyarakat di seluruh Indonesia terpenuhi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Oktober 2026
Warga Harus Antre Panjang Beli BBM, Pertamina Tambah Pasokan ke SPBU
Indonesia
Prabowo Terima Laporan Menteri Bahlil Soal Cadangan BBM Nasional Aman Terkendali,Keran Impor Solar Disetop
Khawatir krisis energi? Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan cadangan BBM nasional dan LPG dalam kondisi aman. Cek detail laporan ke Presiden Prabowo di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 23 Oktober 2026
Prabowo Terima Laporan Menteri Bahlil Soal Cadangan BBM Nasional Aman Terkendali,Keran Impor Solar Disetop
Indonesia
Antre Dimana-Mana, Pasokan Pertalite Bakal Ditambah
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat konsumsi pertalite naik hingga 12,92 persen pada Juli 2026, tepatnya sebulan setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Antre Dimana-Mana, Pasokan Pertalite Bakal Ditambah
Indonesia
Warga Jatim Antre Beli BBM, ESDM Janji Dalam 2 Hari Terurai
Gangguan distribusi Biosolar dapat berdampak pada transportasi, logistik, kegiatan usaha, hingga aktivitas nelayan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Warga Jatim Antre Beli BBM, ESDM Janji Dalam 2 Hari Terurai
Bagikan