Bawaslu Sleman Ajukan Dana Tambahan Pilkada Rp 1,4 Miliar
Ilustrasi, Pilkada Serentak (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo/)
MerahPutih.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengajukan tambahan anggaran Rp 1,4 miliar lebih untuk pelaksanaan pilkada dengan protokol new normal.
Ketua Bawaslu Sleman Karim Mustofa menjelaskan anggaran tersebut akan digunakan untuk test cepat dan pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas pengawas pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang berlangsung pada masa pandemi COVID-19.
Baca Juga
Pasar Harjodaksino Rawan Jadi Klaster COVID-19, 200 Pedagang Bakal Dites PCR
"Dalam pelaksanaan Pilkada Serentak di saat pandemi COVID-19 ini kami mengajukan tambahan anggaran senilai Rp1.443.095.000 untuk pengadaan APD dan rapid test petugas pengawas," kata Karim di Sleman, Rabu (15/7)
Selain itu penambahan anggaran juga akan dialokasikan untuk honor tambahan petugas. Pasalnya, COVID-19 membuat pelaksana pemilu menambah jumlah TPS dari sebelumnya 1.599 menjadi 2.141. Hal ini membuat jumlah petugas juga bertambah.
Pihaknya sudah mengajukan tambahan anggaran tersebut kepada Pemkab Sleman dan pemerintah pusat.
"Pemkab Sleman menyetujui sebesar Rp675.400.000. Sisanya dimintakan dari APBN. Dana dari Pemkab sudah cair. Kalau dari APBN belum, katanya.
Baca Juga
Pandemi COVID-19, Kasus Narkoba di Jateng Naik hingga Rutan Over Kapasitas
Kemudian pihaknya sudah melakukan rapid test beberapa pekan lalu untuk seluruh petugas pemilu dari level kabupaten hingga desa. Hasilnya tujuh orang reaktif. Mereka terdiri dari dua orang Panwascam dan lima orang Panwaslu Desa.
Seluruh petugas reaktif sudah mengkarantina mandiri selama 14 hari di Asrama Haji dan di rumah masing-masing. (Teresa Ika/Yogyakarta)