MerahPutih.com - Barcelona kembali mengincar 100 poin untuk mengakhiri musim ini. Tim asuhan Hansi Flick menargetkan tantangan tersebut setelah melewati 33 pertandingan di La Liga 2025/26.
Kini, Blaugrana telah mencatatkan 85 poin dan lima pertandingan tersisa. Syarat agar mencapai 100 poin adalah memenangkan semua pertandingan yang tersisa.
Lima kemenangan akan membawa Barca memperoleh 100 poin. Kesalahan sekecil apa pun akan menurunkan batas dan membuat mereka berada di luar target tersebut.
Meraih 100 poin hanya pernah terjadi sekali dalam sejarah Barcelona. Itu adalah gelar liga yang tak terlupakan di bawah mendiang Tito Vilanova pada musim 2012/13.
Baca juga:
Jersey Ketiga Barcelona 2026/27 Bocor, Tampil dengan Nuansa Turquoise
Tim tersebut, yang juga harus mengandalkan Jordi Roura dan Aureli Altimira karena Tito bekerja dari jarak jauh sambil berjuang melawan penyakitnya, ingin menghormati pelatih mereka dengan tonggak sejarah yang belum pernah dicapai sebelumnya.
Hal itu menyamai apa yang telah dicapai Real Madrid asuhan Jose Mourinho pada tahun sebelumnya, yakni musim 2011/12.
Barcelona Belum Pernah Raih 100 Poin Sejak Musim 2012/13
Tiga tahun sebelumnya, Pep Guardiola telah mencatatkan 99 poin dalam musim yang penuh tuntutan. Saat itu, Barca hidup di bawah tekanan dari Madrid asuhan Mourinho. Mereka dipaksa untuk menang setiap minggu agar tetap bersaing.
Pada musim 2010/11, Barca dan Pep Guardiola meraih 96 poin, meskipun pencapaian tersebut lebih bersifat sepak bola dibanding statistik. Tim tersebut, yang dominan di Eropa karena memenangkan Liga Champions, membuat mereka menyadari bahwa tujuannya melampaui kompetisi domestik.
Kemudian, Barca asuhan Luis Enrique meraih 94 poin pada musim 2014/15. Musim tersebut berakhir membahagiakan seiring berjalannya waktu dan berakhir dengan raihan treble.
Kebangkitan trio MSN (Messi, Suarez, dan Neymar) meningkatkan level kompetitif Barca di paruh kedua musim.
Baca juga:
Kylian Mbappe Alami Cedera, Real Madrid Ketar-ketir Jelang El Clasico
Gelar liga musim 2017/18 dengan 93 poin juga menonjol karena keandalannya. Tim yang dilatih oleh Ernesto Valverde hanya mengalami satu kekalahan di seluruh kompetisi, kemudian mampu mempertahankan keunggulan yang solid.
Selanjutnya pada musim 2015/16, Barca meraih 91 poin bersama Luis Enrique, yang diraih setelah mengatasi keraguan sebelumnya. Tim mempertahankan momentum yang cukup untuk menutup kejuaraan dengan mudah.
Itulah skenario yang dihadapi Barca asuhan Hansi Flick saat ini, yang berupaya meraih gelar liga kedua berturut-turut dan berusaha mematahkan tren beberapa tahun terakhir.
Selama beberapa musim terakhir, juara telah menurunkan standar hingga angka mendekati 85 hingga 90 poin.
Sebagai contoh, gelar liga pertama Flick diraih dengan 88 poin. Kini, tim Blaugrana kembali mengejar 100 poin. Lima pertandingan tersisa dan mereka membutuhkan lima kemenangan. Salah satunya saat melawan Real Madrid di Camp Nou. (sof)