MerahPutih.com - Lebih dari sekadar ajang pamer kendaraan, Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 menjelma menjadi ruang hiburan terpadu melalui rangkaian konser eksklusif IIMS Infinite Live 2026, yang menghadirkan total 11 pertunjukan musik.
Memasuki hari ketujuh penyelenggaraan, atmosfer panggung semakin semarak ketika Barasuara didapuk membuka malam dengan sambutan hangat dari lautan penonton yang memadati area konser.
Grup musik yang digawangi Iga Massardi, Gerald Situmorang, TJ Kusuma, Marco Steffiano, Asteriska, dan Puti Chitara ini langsung menancapkan kesan lewat tembang pembuka Merayakan Fana. Energi panggung terus mengalir saat mereka melanjutkan set dengan lagu-lagu seperti Pikiran dan Perjalanan.
Respons antusias penonton membuat Barasuara semakin leluasa menelusuri katalog lagu mereka. Hitam dan Biru, Habis Gelap, hingga Pancarona dilantunkan dengan penuh penghayatan.
Suasana mencapai puncaknya ketika Etalase dimainkan. Penonton bernyanyi lantang sambil melompat bersama. Penampilan Barasuara kemudian ditutup dengan Terbuang Dalam Waktu, lagu yang kembali mencuri perhatian publik lewat film Sore: Istri dari Masa Depan.
Baca juga:
IIMS 2026 Jadikan Pameran Otomotif Wadah UMKM Lokal Unjuk Gigi Bareng Brand Raksasa Dunia
IIMS 2026 Perkenalkan Infinite Program: Integrasi Otomotif, Teknologi, dan Gaya Hidup
Setelah sesi bernyanyi bersama, giliran Lomba Sihir mengambil alih panggung dan mengubah suasana menjadi lantai dansa terbuka. Band berwarna electro pop ini tampil dalam set spesial berdurasi 90 menit.
Sebagai pembuka, Lomba Sihir membawakan empat lagu beruntun: Hati dan Paru-paru, Misteri, Satu Jam Terpanjang, dan Berita Buruk.
Penampilan berlanjut dengan Jeda Sejenak, Menit Tambahan, Japona, Seragam Ketat, dan Nirrlaba yang semakin menghidupkan suasana konser.
Di paruh akhir penampilan, mereka membawakan Andai Saja, Uangku2x Uangmu1x, dan Mungkin Takut Perubahan, sebelum menutup malam IIMS Infinite Live dengan lagu Selamanya, Semua Orang Pernah Sakit Hati, Ribuan Memori, dan Lomba Sihir! yang meninggalkan euforia hingga lampu panggung padam. (Far)