Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Bantu Biayai Perjuangan Ukraina, Kripto Balik Meroket setelah Anjlok di Awal Invasi

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 01 Maret 2022
Bantu Biayai Perjuangan Ukraina, Kripto Balik Meroket setelah Anjlok di Awal Invasi

Tanda Bitcoin terlihat di jendela di Toronto, 8 Mei 2014. ANTARA/REUTERS/Mark Blinch

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Saat awal invasi Rusia ke Ukraina, harga Bitcoin dan kripto lainnya sempat terpuruk hingga ke level terendah. Bahkan, harga bitcoin turun sebesar 7,9 persen menjadi USD 34.324 atau sekitar Rp 492 juta per Kamis (24/2) saat invasi hari pertama. Namun, kini Bitcoin kembali menguat setelah invasi berlangsung hampir sepekan.

Perusahaan investasi aset digital, Radkl menganalisa terjadi tren penguatan uang kripto di tengah serangan Rusia yang malah makin mengganas. Gejolak ambruknya rubel mata uang Rusia serta ancaman peperangan berkepanjangan mendorong warga kedua negara menyimpan dan memindahkan aset ke dalam kripto anonim dan terdesentralisasi, yang relatif lebih aman.

Baca Juga:

Imbas Rusia Menginvasi Ukraina, Harga Bitcoin Kebakaran

Data dari CryptoCompare menunjukkan perdagangan bitcoin dalam mata uang rubel Rusia menjadi overdrive dengan volume harian melonjak 259 persen dari hari sebelumnya menjadi 1,3 miliar rubel (13,1 juta dolar AS). Sebaliknya, bursa kripto Ukrania mengalami lonjakan volume perdagangan hariannya lebih dari tiga kali lipat menjadi 150 juta hryvnia (5 juta dolar AS).

Radkl melihat perang dan sanksi dunia Barat malah memicu tren penggunaan bitcoin untuk mentransfer nilai. "Pada dasarnya (kripto) memiliki mata uang yang tidak dikendalikan oleh pemerintah, yang tidak terpengaruh oleh tindakan darurat," ungkap Direktur Pelaksana Radkl, Bea O'Carroll, Selasa (1/3).

bitcoin
Bitcoin sempat mengalami penurunan. (Foto: Unsplash/Dmitry Demidko)

Dalam lima hari sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, bitcoin telah meningkat 13 persen hingga siang tadi. "Mungkin begitulah cara Rusia mengubah nilainya. Sama halnya, di sisi lain, ada inilah cara orang akan mendapatkan nilai bagi orang Ukraina," imbuh O'Carroll.

Analis Senior Swissquote Bank, Ipek Ozkardeskaya menambahkan ada dua faktor yang membuat warga Ukraina dan Rusia mengalihkan asetnya ke kripto, khususnya Bitcoin. Pertama kepemilikan kripto yang anonim sulit untuk ditelusuri. Faktor kedua, kepemilikan dan transaksi kripto sering kali disimpan di dompet pada platform terdesentralisasi yang dapat diakses dari mana saja.

"Mata uang kripto dapat bertindak sebagai penyimpan nilai yang kuat untuk sebagian besar kepemilikan yang tidak perlu likuid," tutur Ozkardeskaya, dilansir dari Antara.

Asap dan api terlihat selama pertempuran di dekat Kiev saat Rusia melanjutkan invasi ke Ukraina. ANTARA/REUTERS/Gleb Garanich/as/am.

Kondisi itu membuat Ukraina cepat menemukan peluang dalam jangkauan dan anonimitas dunia kripto. Wakil Perdana Menteri Mykhailo Fedorov mencuit alamat dompet bitcoin dan ether, di samping seruan: "Berdirilah dengan rakyat Ukraina. Sekarang terima sumbangan mata uang kripto."

Aksi Fedorov dan organisasi non-pemerintah Ukraina mengumpulkan lebih dari 22 juta dolar AS dalam mata uang kripto untuk membiayai perjuangan melawan invasi Rusia, merujuk data perusahaan analisis blockchain Elliptic.

Namun bagi penggemar kripto, Ozkardeskaya mengingatkan fakta lonjakan kepemilikan kripto bisa menjadi pedang bermata dua. Kini marak warga Rusia mengakali ancaman pembekuan aset di luar negeri akibat sanksi ekonomi sejumlah negara, dengan mengalihkannya ke aset kripto.

“Bitcoin bisa menjadi tempat berlindung yang potensial bagi oligarki Rusia yang menghindari sanksi karena tidak akan ada sensor pada jaringan bitcoin dan transaksi mata uang kripto,” tutup Ozkardeskaya. (*)

Baca juga:

Ukraina Minta Bantuan Indonesia soal Invasi Rusia

#Breaking #Konflik Ukraina #Bitcoin #Teknologi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
Redmi Turbo 6 Max Bocor, Bawa Baterai 10.000 mAh dan Chipset Dimensity 9600s
Redmi Turbo 6 Max kabarnya akan membawa baterai 10.000mAh dan chipset Dimensity 9600s.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
Redmi Turbo 6 Max Bocor, Bawa Baterai 10.000 mAh dan Chipset Dimensity 9600s
Tekno
OPPO Find X10 Ultra Kabarnya Tetap Meluncur, Bawa Kamera 200MP dan Snapdragon 8 Elite Gen 6
OPPO Find X10 Ultra dikabarkan akan tetap meluncur. HP tersebut akan membawa kamera 200MP dan baterai 8.500mAh.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
OPPO Find X10 Ultra Kabarnya Tetap Meluncur, Bawa Kamera 200MP dan Snapdragon 8 Elite Gen 6
Tekno
OPPO Find X10 Siap Meluncur September 2026, Usung Chip 2nm dan Kamera 200MP
OPPO Find X10 diprediksi rilis akhir September 2026. HP ini membawa chip 2nm dan kamera 200MP.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
OPPO Find X10 Siap Meluncur September 2026, Usung Chip 2nm dan Kamera 200MP
Tekno
Xiaomi 18 Muncul di Sertifikasi EEC, Peluncuran Global Diprediksi Lebih Cepat
Xiaomi 18 sudah mengantongi sertifikasi EEC. Peluncuran global HP tersebut diprediksi lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
Xiaomi 18 Muncul di Sertifikasi EEC, Peluncuran Global Diprediksi Lebih Cepat
Tekno
Baterai Samsung Galaxy S24 Ultra dan S25 Ultra Boros usai Update Juli 2026, Pengguna Keluhkan Cepat Panas
Samsung Galaxy S24 Ultra dan S25 Ultra dilaporkan cepat panas usai update Juli 2026.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
Baterai Samsung Galaxy S24 Ultra dan S25 Ultra Boros usai Update Juli 2026, Pengguna Keluhkan Cepat Panas
Dunia
Bitcoin Rp 32,5 Miliar Hilang di Aplikasi Palsu iOS, Apple Diseret ke Pengadilan
Apple digugat tiga pengguna yang kehilangan Bitcoin senilai Rp32,5 miliar akibat aplikasi kripto palsu Sparrow Wallet di App Store. Gugatan menyoroti klaim keamanan Apple dan meminta ganti rugi.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
Bitcoin Rp 32,5 Miliar Hilang di Aplikasi Palsu iOS, Apple Diseret ke Pengadilan
Tekno
Harga Redmi Note 17 Series Global Bocor, Varian 17 Pro Max Dijual Rp 12,2 Juta
Harga Redmi Note 17 Series global kini bocor. Untuk varian Pro Max, harganya dibanderol Rp 12,2 juta.
Soffi Amira - Selasa, 28 Juli 2026
Harga Redmi Note 17 Series Global Bocor, Varian 17 Pro Max Dijual Rp 12,2 Juta
Indonesia
Gempa Darat Magnitudo 5,5 Guncang Kupang, Berpotensi Ada Susulan
BMKG memastikan guncangan gempa bumi tersebut tidak berpotensi memicu tsunami
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Gempa Darat Magnitudo 5,5 Guncang Kupang, Berpotensi Ada Susulan
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Perairan Enggano Bengkulu Tanpa Potensi Tsunami
Petugas pemantau memastikan belum menerima laporan mengenai kerusakan fisik bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan di perairan barat daya Enggano tersebut
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Perairan Enggano Bengkulu Tanpa Potensi Tsunami
Tekno
Samsung Galaxy Z Flip 8 Meluncur dengan Fitur AI Baru, Segini Harga dan Spesifikasinya
Samsung Galaxy Z Flip 8 resmi meluncur. HP tersebut hadir dengan fitur-fitur AI terbaru.
Soffi Amira - Kamis, 23 Juli 2026
Samsung Galaxy Z Flip 8 Meluncur dengan Fitur AI Baru, Segini Harga dan Spesifikasinya
Bagikan