Bandung Great Sale dan Hari Jadi Kota Bandung Digelar Hybrid
Bandung Great Sale dilaksanakan dengan sistem online dan offline. (Foto: Unsplash/Hani Fildzah)
PARIWISATA Kota Bandung selama pandemi COVID-19 mengalami penurunan. Bahkan bisa dibilang jeblok. Misalnya tahun 2020 lalu, Kota Bandung sama sekali tidak menggelar acara.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, tahun 2021 pariwisata mulai bergeliat. Rencaanya, pihaknya akan menggelar 20 agenda yang dilaksanakan secara hybrid atau gabungan secara offline (luar jarinngan) dan online (dalam jaringan).
Baca Juga:
Di antara agenda yang disiapkan, adalah Bandung Great Sale dan peringatan Hari Jadi Kota Bandung.
“Kita akan redesain pelaksanaannya nanti. Jika merujuk pada perbandingannya adalah 70 persen online, dan 30 persen offline,” ucap Kenny pada program Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Selasa (15/6).
Kenny mengatakan, setiap acara yang akan disesuaikan dengan aturan protokol kesehatan. Agenda-agenda tersebut akan mulai diujicobakan secara hybrid sekitar Juli hingga November.
“Tentunya setiap acara akan kami laporkan terlebih dahulu sebelum memperoleh izin dari Wali Kota Bandung,” imbuhnya.
Oleh karenanya, Disbudpar Kota Bandung akan tetap mengawasi dan mengendalikan pengelolaan pariwisata. Sehingga Kota Bandung tidak terkena paparan COVID-19 klaster tempat wisata.
Baca Juga:
Tujuan penyelenggaraan kembali acara-acara tersebut, kata Kenny, adalah agar membangkitkan kembali keindahan pariwisata Kota Bandung. Tentunya akan menaikan perekonomian daerah," jelasnya.
Tetapi ia menegaskan pihaknya tetap mengutamakan kesehatan, keamanan dan kenyamanan di tengah pandemi covid-19.
Bandung memang dikenal sebagai surga belanja, terutama pakaian-pakaian yang memiliki kualitas bagus dan baik. Tak mengherankan banyak berjamur toko-toko yang menjajakan berbagai busana yang berkwalitas ekspor. Pakaian-pakaian ini biasanya sedang tren dan secara fashion lebih maju dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Harga jualnya sangat bersaing bila dibandingkan dengan kualitas yang baik. Tak hanya baju, kuliner di Bandung sangat berkembang pesat dengan berbagai inovasinya, baik sajian maupun suasananya. (Imanha/Jawa Barat)
Baca Juga:
Tiga Camilan Khas Belanda yang Bisa Jadi Teman Akhir Pekanmu
Bagikan
Berita Terkait
Pemda Siapkan Dana Rp 7,3 Miliar Buat Korban Longsor Cisarua Bandung
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Nasib Kebun Binatang Bandung Ditentukan 2 Bulan Lagi
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Persib Vs Persija, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Larang Bobotoh Pawai dan Minta Dewasa
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur