Banda Neira Hidupkan Realita Pahit Kelas Pekerja lewat Lagu 'Mimpilah Seliar-liarnya'

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 28 November 2025
Banda Neira Hidupkan Realita Pahit Kelas Pekerja lewat Lagu 'Mimpilah Seliar-liarnya'

Banda Neira lepas video musik baru. (foto: dok/banda neira)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Di tengah hiruk-pikuk kota yang tak pernah benar-benar berhenti, Banda Neira kembali menyuarakan kisah lirih namun penuh tenaga melalui video musik terbaru mereka, Mimpilah Seliar-liarnya, yang rilis pada 26 November 2025.

Lagu ini mereka sebut sebagai sebuah penghormatan bagi para pekerja, lahir dari pengalaman nyata menghadapi kerasnya rutinitas sehari-hari.

Karya ini menjadi salah satu sajian visual paling serius dari formasi baru Banda Neira sejak kembali berkarya, dengan Ananda Badudu dan Sasha sebagai penggeraknya.

Lagu Mimpilah Seliar-liarnya merupakan trek kedua dari album Tumbuh dan Menjadi, yang meluncur pada 1 November 2024 sebagai simbol perjalanan baru duo tersebut.

Baca juga:

8 Tahun Hiatus, Banda Neira Kembali dengan Album Terbaru

Lagu ini menggambarkan salah satu potret paling suram yang dialami jutaan orang: perjuangan tanpa henti menembus kerasnya kehidupan demi memenuhi kebutuhan hidup. Inspirasi itu muncul dari kelelahan yang memuncak—dari tubuh yang akhirnya menyerah pada malam.

Ananda Badudu merasakan sendiri kondisi itu ketika harus menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 100 kilometer antara Jakarta dan Cikarang, hingga empat jam waktunya habis di jalan setiap hari.

Suatu malam, ia tiba di rumah pada pukul satu dini hari, lalu tergeletak di lantai dengan rasa letih yang bukan hanya dipicu hari itu, tetapi akumulasi dari rutinitas yang menguras tenaga dan harapan.

“Aku nyampe rumah jam satu, terus cuma terkapar lima belas menit. Capeknya tuh bukan cuma hari itu, tapi yang numpuk lama. Dari situ aku ngerasa, ini harus jadi lagu tentang siklus hidup orang-orang yang capek di jalan,” tutur Ananda.

Ia melihat bagaimana beratnya beban pekerjaan, jarak yang jauh, dan buruknya transportasi publik saling bertemu dalam titik-titik rawan hubungan antarmanusia—termasuk dengan pasangan. Semuanya membentuk jejaring persoalan yang rumit.

“Liriknya aku bikin serealis mungkin, karena hal semacam ini dialami banyak orang. Rasa lelah kita itu sering muncul dari hal struktural—transportasi yang buruk, jarak kerja yang gila, kota yang nggak mikirin manusianya. Tapi karena terjadi setiap hari, lama-lama kita nganggep itu normal. Padahal nggak,” ujarnya lagi.

Baca juga:

Album Sakral Banda Neira 'Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti' akan Rilis dalam Format Piringan Hitam

Meski kenyataan hidup terasa menekan, selalu ada cahaya kecil yang dijaga erat oleh cinta dari orang-orang yang dekat. Harapan dan mimpi itu yang membuat langkah kita tetap bergerak meski terasa berat.

Sasha menyebut ruang itu sebagai 'ruang-pulang', tempat kecil tempat dua manusia saling berteduh agar tidak benar-benar ambruk.

“Kita bisa bermimpi seliar-liarnya, tapi sering berbenturan sama hal-hal yang nggak bisa kita kendalikan. Masalah-masalah yang terjadi di luar kuasa kita. Tapi mimpi itu tetap harus dijaga, karena itu ruang terakhir yang kita punya,” pungkas Sasha. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
'Feather Lungs' Laura Gibson menghadirkan nuansa folk yang lembut dan puitis, mengeksplorasi kerentanan, kerinduan, hubungan, serta perubahan hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 Agustus 2026
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
ShowBiz
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
Lirik 'BISA GAK SIH?' mengajak pendengarnya untuk sesekali berhenti, mengambil napas, dan memberikan kesempatan beristirahat.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
ShowBiz
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
'Head Over Heels' menjadi salah satu lagu JD McPherson dalam album Let The Good Times Roll yang memadukan rock and roll, rhythm and blues, dan nuansa retro.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
ShowBiz
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
Lagu ini lahir dari pengalaman personal Tomiyang setelah kehilangan sang ibu.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
ShowBiz
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
Barry Can't Swim merilis single terbaru 'Dance Dance Dance!' yang terpengaruh French touch, dengan synth berkilau, keytar, dan vokal berbahasa Prancis.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
ShowBiz
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
Petra Sihombing kembali dengan single 'Bangga', lagu yang bercerita tentang rasa kagum dan bangga melihat seseorang yang dikenal lama akhirnya meraih impian.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
ShowBiz
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
Budi Doremi mengangkat kisah seseorang yang mulai menyadari bahwa perasaan yang ia berikan tidak mendapatkan balasan yang setara.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
ShowBiz
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
510 kembali dengan 'Heavy Lies The Crown'. Single ini mengangkat tema spiritual dan pergulatan batin.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
ShowBiz
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
NiMBY melanjutkan kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' bersama Ombags NTRL. Lagu ini mengajak pendengar berani bangkit dan mengejar mimpi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
ShowBiz
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Icona Pop kembali dengan album 'Ritual' dan single 'Hurt'. Album electro-pop ini mengangkat persahabatan, motherhood, patah hati, penyembuhan, dan transformasi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Bagikan