Band Dirty Ass Wakili Asia Tenggara dalam Kompilasi Internasional 'Olive Seeds' untuk Gaza

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 30 Juni 2025
Band Dirty Ass Wakili Asia Tenggara dalam Kompilasi Internasional 'Olive Seeds' untuk Gaza

Dirty Ass ikut kompilasi untuk bantuan Gaza. (Foto: dok/Dirty Ass)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Di tengah gempuran konflik dan krisis kemanusiaan yang terus melanda Gaza, solidaritas global kembali menemukan bentuknya dalam ekspresi musik.

Lewat rilisan kompilasi bertajuk Olive Seeds: An International Benefit for Mutual Aid in Gaza, sebanyak 19 band dari berbagai penjuru dunia menyatukan suara mereka dalam satu tujuan: menggalang bantuan untuk warga Palestina yang menghadapi kelaparan dan ketidakpastian hidup.

Salah satu yang mencuri perhatian dalam kompilasi ini adalah kehadiran Dirty Ass, band garage punk asal Indonesia, yang menjadi satu-satunya perwakilan dari Asia Tenggara dalam proyek solidaritas berskala internasional ini.

Baca juga:

Rayakan EP Baru, Dirty Ass Siap Menendang Bokong ke 10 Kota Indonesia

Disusun dan dikurasi oleh Rachel Courtney, musisi dan aktivis dari band The Dissidents asal Philadelphia, Amerika Serikat, Olive Seeds dirilis melalui platform Bandcamp dan juga dalam bentuk rilisan fisik terbatas sebanyak 200 kaset.

Hasil penjualan—baik digital maupun fisik—akan sepenuhnya disalurkan ke Gaza Soup Kitchen, sebuah organisasi akar rumput di Beit Lahia, Gaza, yang bergerak menyediakan makanan bagi warga sipil yang terancam kelaparan akibat dampak berkepanjangan dari perang Israel-Hamas.

“Awalnya Dirty Ass di-notice oleh Rachel Courtney dari album ‘4 Way Split: Dirty Ass,, Squealing Nipples, Fake Fun dan Hong!’ di 2023. Dari Situ Rachel Courtney menawarkan untuk masuk dalam kompilasi ‘Olive Seeds’. Semua mulainya seperti itu, sempat DM intens gue sama dia di Instagram,” ucap vokalis sekaligus gitaris Dirty Ass, Gerry L. kepada MerahPutih.com

View this post on Instagram

A post shared by Dirty Ass (@dirtyass_band)

Dirty Ass menyumbangkan satu trek eksklusif berjudul Adu Trendi Spesimen Purba, sebuah kolaborasi dengan Amusia. Lagu ini tetap mempertahankan karakter khas Dirty Ass yang liar, nyeleneh, dan tanpa kompromi, namun dalam konteks yang jauh lebih tajam secara politis.

Seolah menjadi gema dari lanskap sosial yang tak stabil, lagu ini tak hanya menyajikan ledakan energi eksperimental, tetapi juga menjadi bentuk empati sonik terhadap krisis yang sering kali dilupakan oleh dunia.

Dalam deretan 19 band mancanegara lainnya yang tergabung dalam kompilasi ini, kehadiran Dirty Ass menjadi representasi penting dari Asia Tenggara—sebuah wilayah yang meskipun jauh secara geografis dari Palestina, tetap bersuara dalam kepedulian yang sama.

Baca juga:

Dirty Ass Kembali Panaskan Mesinnya Lewat EP 'Manifes'

Proyek ini bukan hanya pernyataan sikap, tetapi juga aksi nyata dari komunitas musik independen global yang tidak tinggal diam di tengah ketidakadilan.

“Jadi visi dan misinya itu tujuannya untuk membantu warga Gaza, warga-warga Palestina khususnya di Gaza melalui Gaza Shop Kitchen untuk mendistribusikan makanan-makanan kepada rakyat Gaza, yang di mana kan saat ini kita tahu Israel dan US sedang memblokade jalur bantuan ya dari eksternal,” lanjutnya Gerry tentang alasan Dirty Ass ikut dalam kompilasi ini.

Dengan komposisi yang beragam dari berbagai genre dan latar belakang budaya, Olive Seeds menjadi bukti bahwa musik tetap memiliki tempatnya sebagai medium perlawanan, pengingat, dan penyembuh. Dan di dalamnya, Dirty Ass berdiri lantang, membawa semangat DIY, empati, dan keberanian dari Asia Tenggara ke panggung solidaritas dunia. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Tove Lo merilis album studio keenam, ESTRUS. Berisi 13 lagu electro-pop, album ini mengeksplorasi hasrat, keraguan, kebebasan, dan emosi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Dunia
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
Rekaman tersebut dikumpulkan teknisi suara Oasis, Huw Richards, yang bekerja bersama band ini sejak perilisan album debut mereka 'Definitely, Maybe
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
ShowBiz
Lewat 'Maju Satu Satu', Tsaqib Ungkap Rasa Takut dan Keberanian Menyambut Babak Baru
Tsaqib memperkenalkan single 'Maju Satu Satu', lagu personal tentang rasa cemas, keberanian, ketidakpastian, dan persiapannya menjadi seorang ayah.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Lewat 'Maju Satu Satu', Tsaqib Ungkap Rasa Takut dan Keberanian Menyambut Babak Baru
ShowBiz
Masuki Tahun ke-11, Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Musik hingga Gerakan Lingkungan
Synchronize Fest 2026 memasuki tahun ke-11 dengan tema “It’s Not Just a Festival, It’s a Movement” pada 16-18 Oktober di Gambir Expo Kemayoran.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Masuki Tahun ke-11, Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Musik hingga Gerakan Lingkungan
ShowBiz
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
Koleksi tersebut ditempatkan berdampingan dengan memorabilia sejumlah musisi legendaris dunia, termasuk Michael Jackson.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
ShowBiz
'Roulette', Cara BAHA Menerjemahkan Ketidakpastian Hidup lewat Musik
Mengibaratkan kehidupan seperti permainan roulette, terus berputar tanpa pernah memberi kepastian mengenai kapan atau di mana putaran itu akan berhenti.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
'Roulette', Cara BAHA Menerjemahkan Ketidakpastian Hidup lewat Musik
ShowBiz
mpq Gandeng Nabila Hanina di Single 'Goodbye Everest', Buka Jalan untuk Perilisan Album Baru
mpq merilis 'Goodbye Everest (feat. Nabila Hanina)' sebagai single terakhir jelang album penuh kedua yang dijadwalkan hadir 23 Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
mpq Gandeng Nabila Hanina di Single 'Goodbye Everest', Buka Jalan untuk Perilisan Album Baru
ShowBiz
Makna Lagu 'Coming Up Roses' Harry Styles, tentang Hubungan yang Tak Harus Abadi
Simak makna lagu 'Coming Up Roses' Harry Styles tentang hubungan yang tak harus berlangsung lama untuk menjadi sesuatu yang istimewa.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Makna Lagu 'Coming Up Roses' Harry Styles, tentang Hubungan yang Tak Harus Abadi
ShowBiz
Makna Lirik Lagu 'Let Alone The One You Love' Olivia Dean, tentang Cinta dan Keinginan untuk Berkembang
Simak makna lagu 'Let Alone The One You Love' Olivia Dean tentang cinta, dukungan pasangan, impian, dan keinginan untuk berkembang sebagai individu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Makna Lirik Lagu 'Let Alone The One You Love' Olivia Dean, tentang Cinta dan Keinginan untuk Berkembang
ShowBiz
Menilik Cerita Cinta Sederhana dalam Lagu 'Malu Malu Lollypop' JKT48, Simak Lirikknya
Simak makna lagu 'Malu Malu Lollypop' JKT48, kisah cinta yang tumbuh diam-diam setelah seorang perempuan terpikat pada murid pindahan di bus sekolah.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Menilik Cerita Cinta Sederhana dalam Lagu 'Malu Malu Lollypop' JKT48, Simak Lirikknya
Bagikan