Bahaya Menunda Perawatan Kendaraan Secara Rutin
Lakukan perawatan kendaraan secara rutin agar aman dan nyaman saat digunakan. (Pexels-Andrea Piacquadio)
KENDARAAN pribadi, baik sepeda motor maupun mobil, sempat lama terparkir di garasi rumah saat awal pandemi. Ketika angka kasus COVID-19 melonjak kemudian pemerintah menerapkan pembatas sosial begitu ketat tak ada orang keluar rumah tanpa keadaan sangat amat penting.
Arkian, kendaraan pribadi jadi lebih lama tak digunakan. Apalagi sekadar servis berkala. Tentu saja servis berkala tak lagi jadi prioritas. Banyak orang menunda servis berkala dengan alasan pandemi.
Baca Juga:
Meski begitu, sebelum pandemi pun, tak sedikit pemilik kendaraan pribadi menunda servis rutin dengan pelbagai alasan.
Alasan paling sering digunakan warga +62 menunda servis kendaraan sangat beragam. Mulai dari sibuk dengan urusan lain, belum ada uang untuk pergi ke bengkel, tidak ada waktu karena kendaraan sering digunakan untuk pergi bekerja, bahkan lupa, dan juga malas.
Padahal, menunda perawatan rutin akan berefek buruk bagi kendaraan. Nur Imansyah Tara, Aftersales Division Head Auto2000 dikutip Kabaroto, mengatakan servis berkala fungsinya sangat penting untuk memeriksa dan memastikan kondisi mobil dalam kondisi prima sejak awal pengunaan.
"Mobil dituntut untuk selalu prima kondisinya, agar pengemudi dan penumpang nyaman," kata Nur Imansyah.
Baca Juga:
Alasan Warga +62 Menunda Check Out Barang Impian di Marketplace
Servis berkala, menurutnya, berfungsi mendeteksi dini kondisi mobil, sehingga bila ada kerusakan tidak bertambah besar dan menjalar ke komponen lainnya.
Kerusakan terdeteksi sejak awal akan mudah diperbaiki, sehingga tidak mengeluarkan biaya besar. Servis berkala 1.000 km juga menjadi pemberian garansi, karena syarat utama garansi adalah servis berkala secara rutin di bengkel Auto2000.
Servis berkala satu bulan pertama lumrahnya akan dilakukan pemeriksaan seluruh komponen. Bagian biasa dicek meliputi fungsi seluruh komponen interior atau ruang kemudi, seperti sistem kemudi, sistem keamanan, fungsi kelistrikan, AC, lampu interior, seatbelt, dan head unit.
Pengecekan selanjutnya eksterior, seperti bodi, pintu, dan fungsi penunjang seperti lampu mobil dan wiper. Khusus mesin, pemeriksaan meliputi oli mesin, kondisi fan belt, volume air radiator, minyak rem, fluida-fluida lainnya. Selanjutnya pengecekan fungsi mesin secara umum serta sistem penggerak dan bagian sasis kendaraan.
Jika tidak rajin melakukan perawatan beberapa komponen mesin lambat laun kondisi kendaran akan rusak dan semakin sulit diperbaiki.
Mungkin, semula menunda servis lantaran ingin berhemat, ternyata di kemudian hari malah tambah mahal memperbaikinya.
Selain sevis berkala, paling tidak perhatikan secara seksama sirkulasi oli di kendaraan. Jangan sampai terlewat. Menunda mengganti oli ternyata bisa menyebabkan komponen mesin lainnya rusak.
Jika semua hal itu terjadi, maka sangat mungkin akan mengeluarkan biaya lebih mahal, karena perawatan diperlukan untuk semua mesin lebih banyak dibanding hanya mengganti oli.
Mungkin perawatan kendaraan terlihat seolah tidak penting sehingga sering disepelekan, padahal justru sangat pentig terlebih jika sering digunakan untuk beraktivitas harian. (pid)
Baca Juga:
Gaslighting Aris Kepada Kinan, Akal-akalan Tukang Selingkuh Menutupi Kebohongannya
Bagikan
Yudi Anugrah Nugroho
Berita Terkait
Honda Ubah Logo H Legendaris, Desain Baru Debut Mulai 2027
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Peduli Bencana Sumatera Utara: Bantuan Pakaian dan Layanan Penggantian Oli Gratis untuk Warga Terdampak
Mobil Hadirkan Formula Pelumas Baru yang Mendukung Mesin Konvensional dan Hybrid
Pria ODGJ Ngamuk, 3 Mobil di Showroom Kartasura Jadi Korban
'Heavier Than Ever': Perpaduan Heavy Metal dan Subkultur Motor dari Lawless Jakarta
Matel Tewas Dikeroyok Tanpa Senjata, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Kebakaran Dekat TMP
Terungkap, Pengemudi Mobil MBG yang Tabrak Siswa SDN 01 Kalibaru Ternyata Sopir Pengganti
Pemprov DKI Jamin Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Mobil SPPG di SDN 01 Kalibaru
21 Orang Jadi Korban Ditabrak Mobil MBG, Pramono: Peristiwa ini Tidak Terduga Sama Sekali