Kesehatan

Awas, Olahraga Berlebihan Bisa Berbahaya Bagi Tubuh

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Senin, 01 Maret 2021
Awas, Olahraga Berlebihan Bisa Berbahaya Bagi Tubuh

Olahraga berlebihan bisa memberikan dampak buruk bagi tubuh. (Foto: pexels/the lazy artist gallery)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK orang yang mungkin hanya berpikir semakin banyak olahraga maka semakin sehat. Bahkan saking ingin sehatnya, orang tersebut melakukan sejumlah olahraga yang terbilang cukup berlebihan.

Untuk olahraga yang dilakukan secara rutin, sejatinya baik untuk kebugaran dan kesehatan tubuh. Tapi, bila olahraga dilakukan secara berlebihan, justru bisa mendatangkan dampak sebaliknya bagi tubuh.

Baca Juga:

Daripada Rebahan Mending Olahraga di Musim Hujan

Mengenai hal itu, dr. Grace Joselini yang merupakan Spesialis kedokteran olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan olahraga harus dilakukan dengan porsi atau dosis yang tepat.

Olahraga harus dilakukan dengan dosis yang pas. (Foto: pixabay/pexels)

Selain itu, dr. Grace juga menjelaskan setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda untuk intensitas olahraganya.

"Setiap orang itu berbeda kalau berlebihan enggak baik atau over training. Kita kalau olahraga juga enggak bisa mengikuti kecepatan orang lain," jelas dr. Grace seperti yang dikutip dari laman Antara.

Karena alasan tersebut, dr. Grace mengatakan olahraga targetnya bukan berapa kilo, tapi targetnya adalah hitungan nadi dan waktu.

Melakukan olahraga secara berlebihan bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan. Olahraga berlebihan membuat jantung berdetak kencang meski tidak berolahraga, sering lelah, sulit berkonsentrasi, sering cedera, hingga suasana hati yang mudah berubah.

Baca Juga:

Studi: Olahraga Lari Membuatmu Lebih Bahagia

Segera kurangi frekuensi olahraga bila mengalami sejumlah gejala akibat olahraga yang berlebihan. (Foto: pexels/victor freitas)

Selain itu, menurut dr. Grace, ciri-ciri orang yang berlebihan dalam olahraga yakni sering tidak enak badan, gangguan menstruasi, berat badan turun drastis, depresi, hingga daya tahan tubuh melemah. Badan juga terasa nyeri, dehidrasi, mengalami gangguan tidur, radang tendon, nafsu makan berkurang, sering flu, hingga gangguan jantung atau aritmia.

Bila kamu mulai mengalami sejumlah gejala akibat olahraga yang berlebihan, dr Grace mengimbau untuk segera mengurangi frekuensi olahragamu. Kemudian, jangan lupa juga untuk mengonsumsi makanan sehat dan air minum.

"Berhenti dulu olahraganya, dijeda dulu, konsultasi, bukan berhenti total tapi dikurangi atau diganti jenis olahraganya. Terus frekuensinya dikurangi, cukupi waktu istirahat, istirahat juga bagian dari olahraga, dan yang paling penting analisa dari dokter," tutupnya. (ryn)

Baca Juga:

Nike Tebar Inspirasi Semangat Berolahraga Kembali Lewat Film 'You Can't Stop Us'

#Kesehatan #Olahraga #Tips Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 25 menit lalu
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Olahraga
UEFA Nations League, Inggris dan Spanyol Kompak Raih Kemenangan
Timnas Inggris dan Spanyol sama-sama mengamankan poin dan optimisme untuk laga berikutnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
UEFA Nations League, Inggris dan Spanyol Kompak Raih Kemenangan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Indonesia
Lifter Rahmat Erwin Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor, Langsung Ditelepon Presiden Prabowo
Prabowo menelpon melalui panggilan video dari kediaman Prabowo di Hambalang, Sabtu (26/9) sore.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Lifter Rahmat Erwin Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor, Langsung Ditelepon Presiden Prabowo
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Bagikan