Awas Lampu Nyeleneh! Jangan Sampai Mata Harimau Sumatera 'Silau' Saat Ragunan Buka Malam
Taman Margasatwa Ragunan. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)
Merahputih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta, wajib menjamin kesejahteraan satwa di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), terutama saat rencana dibukanya program wisata malam.
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menegaskan Pemprov DKI harus menyesuaikan kondisi lingkungan malam hari agar sesuai dengan kebutuhan satwa.
"Lighting pasti sangat diperlukan kalau malam hari karena buat keamanan. Tapi harus yang ramah lingkungan," ujar Yuke, Senin (20/10).
Baca juga:
Rahasia Omzet Naik 50 Persen, Pedagang Dimsum Ragunan Happy Berkat Satwa Malam
Ia menambahkan bahwa pencahayaan yang digunakan tidak boleh berlebihan atau memiliki potensi merusak penglihatan satwa.
"Kesejahteraan hewan juga pencahayaan itu pasti penting. Jangan sampai hal-hal itu abai,” tambah dia.
Ragunan Sebagai Area Konservasi
Yuke menjelaskan bahwa TMR memiliki peran penting sebagai area konservasi untuk satwa-satwa endemik yang terancam punah, seperti Harimau Sumatera, Orangutan Kalimantan, Anoa, Gajah Sumatera, dan Komodo.
Yuke menekankan bahwa Ragunan tidak bisa sepenuhnya disamakan dengan taman rekreasi komersial.
“Ragunan ini ada area konservasi, jadi gak bisa kita pure mungkin kayak taman safari yang mungkin bisa rekreasi full bisnis,” jelas Yuke.
Baca juga:
Uji Coba Kedua 'Night at The Ragunan Zoo': 4.713 Pengunjung Rela Antre Demi Hewan Bengong
Selain fokus pada kesejahteraan satwa, Yuke juga mengusulkan agar pengelola TMR membuat area yang dikhususkan untuk kegiatan wisata malam. Hal ini termasuk memperbanyak papan tanda informasi khusus untuk area wisata malam TMR.
"Kita melindungi (konservasi) ini sebagai taman hiburan rakyat pasti ada batasan-batasannya," pungkas Yuke, menggarisbawahi perlunya batasan yang jelas antara fungsi konservasi dan rekreasi.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Wacana Pembangunan Monorel di Ragunan, DPRD DKI: Belum Ada Anggaran Khusus dalam APBD
Pemprov DKI Mau Bangun Monorel di Ragunan, Bisa Kurangi Kemacetan dan Polusi
Nataru 2026, Taman Margasatwa Ragunan Dipenuhi 408 Ribu Wisatawan
Ragunan Diserbu 408 Ribu Pengunjung Selama Periode Libur Nataru, Pengelola Optimis Tren Positif Berlanjut
Ragunan Disesaki 14 Ribu Lebih Pengunjung di Hari Terakhir 2025
50 Ribu Lebih Orang Serbu Ragunan Saat Natal, Dari Balita Sampai Lansia Tumplek Blek Lihat Gajah Hingga Harimau
Pengelola Ragunan Siapkan 'Feeding Time' Unik Spesial Nataru, Pengunjung Diingatkan Jangan Teriak di Depan Macan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Ngaku Punya Harimau, Dibeli Sendiri tapi Titipkan Harimau di Ragunan yang Dibeli Secara Pribadi
Pramono Bantah Pakan Satwa Ragunan Diembat Petugas: Lihat Sendiri Sri Deli Sekarang Besar Sehat
Bantah Pakan Harimau Ragunan Dibawa Pulang, Pramono: Ada Petugas yang Bertanggung Jawab