Merahputih.com - Arsenal resmi menjadi Juara Premier League 2025/2026. Kepastian trofi ke-14 klub asal London Utara didapat usai pesaing terdekat, Manchester City, berbagi poin dengan Bournemouth dengan skor 1-1.
Hasil imbang The Citizen membuat selisih poin Arsenal tidak mungkin terkejar lagi meski Premier League menyisakan satu pertandingan. Keberhasilan ini sekaligus mengakhiri dahaga gelar juara liga domestik tertinggi sejak musim bersejarah The Invincibles pada tahun 2004 silam.
Baca juga:
Arsenal Resmi Juara Liga Inggris 2025/26 usai Manchester City Ditahan Bournemouth
Jika pada musim 2003-2004 angka nol kekalahan menjadi identitas utama skuad Arsene Wenger, musim ini menghadirkan catatan statistik berbeda. Skuad London Utara mendominasi kompetisi lewat produktivitas gol tinggi hingga rekor pertahanan kokoh.
Berikut adalah 10 fakta yang Gooners Harus Ketahui tentang gelar ke-14 Arsenal
1. 18 Gol dari Sepak Pojok
Arsenal mengukir sejarah baru Premier League musim 2025/2026 lewat dominasi skema bola mati. Tim asuhan Mikel Arteta mencetak total 28 gol dari situasi dead-ball, unggul tiga gol daripada tim lain. Sebanyak 18 gol di antaranya lahir melalui eksekusi tendangan sudut akurat.
Catatan 18 gol tersebut resmi melewati rekor legendaris milik Oldham Athletic musim 1992/1993. Uniknya, rival sekota, Tottenham Hotspur, juga melewati rekor lawas tersebut dengan koleksi 17 gol sepak pojok musim ini. Fenomena ini menandakan pergeseran tren taktik kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris.

2. 19 Cleansheet David Raya
Kiper Arsenal David Raya mengukir catatan emas di kompetisi Premier League usai menjaga gawangnya bersih dari kebobolan alias cleansheet saat menghadapi Burnley. Capaian rekor cleansheet ke-19 penjaga gawang Spanyol menyamai rekor cleansheet terbanyak sepanjang masa Arsenal dalam satu musim kompetisi milik kiper legendaris David Seaman musim 1993/1994 dan 1998/1999.
Pertandingan pamungkas musim ini melawan Crystal Palace menjadi kesempatan emas sang penjaga gawang menasbihkan diri sebagai pemilik rekor tunggal sejarah klub asal London Utara. Satu kali lagi catatan tanpa kebobolan akhir pekan nanti akan melampaui rekor legenda David Seaman.
Baca juga:
PSG Buka Peluang Lepas Bradley Barcola, Arsenal Siap Tikung Barcelona!
Sebelumnya, kepastian merengkuh penghargaan sarung tangan emas Premier League Golden Glove musim ini didapat usai laga kontra West Ham. Raihan gelar tersebut menjadi trofi Golden Glove ketiga kalinya secara beruntun sepanjang karier profesional sang pemain di tanah Inggris.
Pencapaian luar biasa ini membawa namanya sejajar ke dalam kelompok elite penjaga gawang legendaris kompetisi kasta tertinggi Inggris. Sang pemain kini menjadi kiper keempat sepanjang sejarah kompetisi mampu memenangi penghargaan kiper terbaik tiga musim berturut-turut. Catatan mengagumkan ini menyamai rekor pendahulu seperti Pepe Reina bersama Liverpool, serta duet kiper Manchester City Joe Hart dan Ederson.
3. 0,74 xG Per Pertandingan
Menukil Opta Analyis, performa lini belakang Arsenal membatasi peluang lawan hingga menyentuh angka 0,74 expected goals (xG) per pertandingan sepanjang musim ini. Berdasarkan basis data xG milik Opta sejak musim 2012-2013, angka tersebut menempati urutan keempat terbaik sepanjang sejarah kompetisi Premier League.
Klub asal London Utara menghentikan dominasi klub-klub besar Eropa lewat efektivitas taktik bertahan. Arsenal hanya membiarkan lawan melepaskan rata-rata 8,2 tembakan per pertandingan, serta membatasi ancaman lawan hanya pada angka 2,4 tembakan tepat sasaran per gim.
Catatan intersep dan pembatasan ruang tembak ini menempatkan Arsenal sebagai tim dengan pertahanan terbaik di lima liga top Eropa musim ini,
tulis Opta Analyis.

4. 17 Kemenangan Saat William Saliba dan Gabriel Magalhaes Main Bersama
Duet bek William Saliba dan Gabriel Magalhaes sukses mengukir rekor fantastis sekaligus membawa Arsenal merajai statistik lini pertahanan terbaik kompetisi Premier League Liga Inggris musim ini. Pasangan bek tangguh ini tercatat tampil mengawal lini pertahanan Arsenal sejak menit awal dalam 26 pertandingan Premier League musim ini.

Hasilnya, Arsenal sukses mengamankan 17 kemenangan dari total laga tersebut. Catatan impresif ini menyamai pencapaian duo Liverpool, Ibrahima Konate dan Virgil van Dijk, padahal pasangan rival tersebut membutuhkan total 35 pertandingan untuk mencapai jumlah kemenangan serupa.
Duet Saliba dan Gabriel memimpin jauh dalam efisiensi performa di lapangan hijau. Arsenal mencatatkan 15 kali clean sheet dalam 26 laga saat kedua bek tersebut bermain bersama sejak menit pertama. Rasio tersebut setara dengan catatan tanpa kebobolan setiap 1,7 pertandingan. Angka ini menempatkan duo Meriam London sebagai pasangan bek tengah paling efisien dan paling sulit ditembus penyerang lawan sepanjang musim bergulir.
5. Mendulang 53 Poiin dari Tim Papan Bawah
Sejarah mencatat skuad asuhan MIkel Arteta tidak pernah kesulitan menghadapi klub raksasa. Sejak awal musim 2022-2023, Arsenal mengoleksi 76 poin laga kontra sesama penghuni posisi enam besar, jumlah tertinggi melebihi tim mana pun. Arsenal hanya menelan enam kekalahan dari total 40 pertandingan besar tersebut.
Masalah utama Arsenal justru muncul saat berhadapan dengan tim papan bawah pada musim-musim sebelumnya. Kekalahan beruntun dari West Ham United dan Fulham saat momen Natal merusak peluang juara musim 2023-2024. Musim sebelumnya juga menghadirkan luka lewat kekalahan dari Everton serta hasil imbang kontra West Ham dan Southampton.
Musim ini Arsenal tampil kejam menghadapi tim lemah. Arsenal memenangkan 17 dari 19 pertandingan kontra penghuni papan bawah, meraup 53 poin, dan hanya kebobolan enam gol. Catatan rata-rata 2.8 poin per pertandingan ini melampaui raihan Manchester City sebesar 2.3 poin.
6. 238 Hari di Puncak Klasemen
Sepanjang musim kompetisi bergulir hingga laga pamungkas hari Minggu nanti, Arsenal tercatat menduduki posisi puncak klasemen selama 238 hari. Angka tersebut melampaui catatan waktu milik Liverpool dengan selisih 204 hari, serta mengungguli Manchester City dengan margin masif 229 hari. Berbeda dengan kegagalan musim terdahulu, kali ini klub asal London Utara tersebut berhasil menuntaskan misi perebutan trofi.
Catatan dominasi panjang sebenarnya bukan hal baru bagi publik Emirates Stadium. Pada musim kompetisi 2022-2023, Arsenal sempat memimpin klasemen selama 232 hari namun gagal membawa pulang piala. Kegagalan tragis tersebut bahkan menorehkan rekor durasi terlama berada di puncak klasemen bagi tim gagal juara dalam sejarah sepak bola Inggris.

Kemenangan penentu pada Selasa malam memastikan trofi juara Premier League 2025-2026 jatuh ke tangan Arsenal. Tambahan durasi musim ini membuat Arsenal menorehkan total akumulasi 562 hari berada di puncak klasemen sejak awal musim 2022-2023.
Statistik fantastis tersebut menunjukkan keunggulan 207 hari lebih banyak daripada klub peserta Liga Inggris lainnya. Konsistensi performa musim ini akhirnya membuahkan trofi juara setelah sekian lama berada di bawah bayang-bayang kegagalan.
7. 14 Gol Liga Viktor Gyökeres
Striker anyar Arsenal, Viktor Gyökeres menikmati musim debut produktif lewat torehan 21 gol di seluruh kompetisi, termasuk 14 gol khusus pentas Premier League. Striker Swedia menjadi pemain pertama meraih 20 gol lebih pada musim perdana bersama Arsenal setelah Alexis Sánchez meraih 25 gol pada musim 2014-2015. Catatan sejarah klub menunjukkan hanya Thierry Henry sanggup membukukan rekor serupa era Premier League lewat 26 gol pada musim 1999-2000.
Torehan 14 gol liga terhitung sebagai angka minimal bagi seorang pencetak gol terbanyak dari tim juara. Sejarah kompetisi mencatat hanya dua klub juara Premier League sebelumnya memiliki top skor dengan jumlah gol lebih sedikit. Frank Lampard mencetak 13 gol untuk Chelsea pada musim 2004-2005, sementara İlkay Gündoğan mengemas 13 gol bagi Manchester City pada musim 2020-2021.
Menjelang satu pertandingan tersisa musim ini, perolehan gol Gyökeres menyamai pencapaian Eric Cantona saat membawa Manchester United juara pada musim 1995-1996. Penyerang Arsenal tersebut berpeluang melampaui rekor sang legenda Setan Merah pada laga pamungkas.
8. 8 Kemenangan dengan Skor 1-0
Catatan statistik menunjukkan skuad asuhan Mikel Arteta mengemas delapan kemenangan dengan skor 1-0 sepanjang musim ini. Angka tersebut menjadi jumlah tertinggi Arsenal sejak musim 1998-1999 kala membukukan sembilan kemenangan serupa. Pasca kekalahan menyakitkan dari Manchester City pada pekan ke-33, The Gooners merespons lewat torehan empat kemenangan beruntun tanpa putus.
Tiga dari empat laga krusial tersebut berakhir dengan skor identik 1-0 tanpa kebobolan satu gol pun. Ketangguhan lini belakang menjadi kunci utama keberhasilan meraih trofi, terutama pada fase akhir kompetisi penuh tekanan.
Baca juga:
Arsenal 1-0 Burnley: Kai Havertz Bawa Meriam London Kokohkan Posisi di Puncak Klasemen
9. Arsenal Rajai Metrik Lari Premier League
Rekor lari Arsenal musim 2025-2026 membuktikan dominasi fisik skuad asuhan Mikel Arteta dalam memenangkan persaingan ketat Premier League. Rekrutmen pemain bertubuh tinggi, atletis, dan bertenaga besar kini membuahkan hasil nyata pada papan klasemen metrik lari kompetisi tertinggi Inggris. Arsenal tercatat sukses berlari menempuh jarak lebih jauh daripada lawan dalam 35 dari total 37 pertandingan liga sepanjang musim ini.
Keunggulan fisik klub asal London Utara tersebut tidak hanya membuahkan dominasi situasi bola mati, melainkan juga mendongkrak performa daya jelajah pemain. Leeds United menempel pada posisi kedua dengan catatan lari mengungguli lawan sebanyak 32 kali.
Biasanya, angka statistik lari tinggi identik dengan tim semenjana menghabiskan waktu lama tanpa penguasaan bola. Kasus berbeda terjadi pada kubu Meriam London karena klub mengantongi rata-rata 56,1 persen penguasaan bola, angka tertinggi keempat dalam Premier League.
10. Usia Mikel Arteta Saat Arsenal Juara
Catatan statistik resmi kompetisi menunjukkan Arteta meraih trofi Premier League pada usia 44 tahun 54 hari. Angka tersebut menempatkan pria Spanyol ini sebagai manajer termuda kedua sepanjang sejarah kompetisi peraih trofi juara.

Catatan sejarah kompetisi masih menempatkan José Mourinho selaku pemegang rekor manajer termuda saat membawa Chelsea juara musim 2004-05 pada usia 42 tahun 94 hari serta musim 2005-06 pada usia 43 tahun 94 hari.
Kepergian Pep Guardiola dari Manchester City akhir musim nanti otomatis menempatkan Arteta sebagai manajer dengan masa bakti terlama kompetisi Premier League. Pria kelahiran San Sebastian tersebut tercatat sudah menghabiskan waktu lebih dari enam tahun menangani Arsenal.