Arkeolog Temukan Dua Jenazah Baru Korban Gempa Pompeii

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 23 Mei 2023
Arkeolog Temukan Dua Jenazah Baru Korban Gempa Pompeii

Arkeolog percaya temuan baru itu merupakan sisa-sisa korban tewas akibat gempa kuat yang menyertai letusan Gunung Vesuvius.(foto: instagram_pompeii_parco_archeologico)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PARA arkeolog telah menemukan dua kerangka lagi yang terkubur di bawah dinding yang runtuh di situs arkeologi Pompeii, pekan lalu. Mereka percaya temuan baru itu merupakan sisa-sisa korban yang amat mungkin tewas akibat gempa kuat nan menyertai letusan Gunung Vesuvius yang meluluhkan dan mengubur kota di Italia itu dalam abu pekat pada abad pertama masehi.


Dua kerangka, diyakini ialah laki-laki berusia setidaknya 55 tahun, ditemukan di Casti Amanti atau House of Chaste Lovers, tempat lukisan dinding berwarna-warni dan jenazah pekerja penggiling biji-bijian ditemukan di masa lalu. Di bawah dinding yang runtuh sebelum daerah itu tertutup material vulkanis dipercaya sedang dilakukan pekerjaan rekonstruksi pada saat letusan pada 79 M. Letusan itu diawali gempa bumi beberapa hari sebelumnya.

BACA JUGA:

Penemuan Dua Sosok Manusia, Ungkap Aliran Kedua Piroklastik Pemusnah Peradaban Pompeii


“Para korban yang baru ditemukan mungkin meninggal akibat banyaknya trauma yang disebabkan runtuhnya sebagian bangunan," kata taman arkeologi Pompeii seperti dilaporkan CBS.

Kerangka itu ditemukan tergeletak miring dengan kaki meringkuk. Salah satu kerangka mengenakan cincin di tangan kirinya. "Dalam beberapa tahun terakhir, kami menyadari ada peristiwa seismik yang dahsyat terjadi pada saat letusan," kata Direktur Taman Arkeologi Pompeii Gabriel Zuchtriegel.

Teknik dan metodologi arkeologi baru memungkinkan para arkeolog memahami lebih baik bahwa bencana yang terjadi dalam dua hari tersebut benar-benar menghancurkan Kota Pompeii dan membunuh banyak penduduk. "Hal tersebut akhinya memungkinkan untuk menentukan dinamika kematian hingga detik-detik terakhir," tambahnya.


Lebih dari 1.300 korban telah ditemukan di situs arkeologi di selatan Napoli selama 250 tahun terakhir. Baru-baru ini, pada November 2020, para arkeolog menemukan dua jenazah yang diyakini sebagai seorang budak muda dan pemiliknya.

BACA JUGA:

5 Tempat Wisata Horor Dunia dan Kisah Tragis di Baliknya, Berani Mampir?


Para arkeolog memperkirakan 15 persen hingga 20 persen populasi Pompeii meninggal akibat letusan Gunung Vesuvius, sebagian besar disebabkan kejutan termal akibat awan gas dan abu raksasa yang menutupi kota.


Gempa bumi sebelum dan selama letusan, seperti yang didokumentasikan dalam banyak sumber, juga memakan korban. "Di antara penyebab kematian, runtuhnya bangunan, dalam beberapa kasus akibat gempa bumi yang menyertai letusan, terbukti menjadi ancaman yang mematikan," kata perwakilan taman tersebut.(dsh)

BACA JUGA:

Arkeolog Temukan Tiga Kamp Peninggalan Romawi di Arabia Utara

#Pompeii #Italia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Takut Dijarah, Toko-Toko Mewah di Milan Kosongkan Etalase, Pemerintah Siapkan Tindakan Tegas Baru
Langkah itu diambil di tengah kekhawatiran gelombang kerusuhan baru.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Takut Dijarah, Toko-Toko Mewah di Milan Kosongkan Etalase, Pemerintah Siapkan Tindakan Tegas Baru
Indonesia
Italia Kerahkan Tentara Atasi Kerusuhan di Milan
Di kota di bagian utara Italia itu, lebih dari 300 orang ditahan polisi dan hampir 50 di antaranya ditangkap
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Italia Kerahkan Tentara Atasi Kerusuhan di Milan
Dunia
Kebun Anggur Top Italia Dibobol Perampok, Anggur Senilai Lebih Rp 90 Miliar Raib
Anggur yang dicuri seluruhnya berasal dari 2023 dan mencakup beberapa label paling dicari dari kilang anggur tersebut
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Kebun Anggur Top Italia Dibobol Perampok, Anggur Senilai Lebih Rp 90 Miliar Raib
Dunia
Milan Dilanda Kerusuhan Protes Tingginya Biaya Hidup, Toko Dijarah
Seruan untuk berkumpul di Piazza del Duomo kembali beredar di media sosial sejak Minggu (18/10) pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Milan Dilanda Kerusuhan Protes Tingginya Biaya Hidup, Toko Dijarah
Olahraga
Pesta Gol AC Milan di RB Salzburg, Alphadjo Cisse Pecahkan Rekor Italia di Eropa!
Alphadjo Cisse cetak hat-trick saat AC Milan bantai RB Salzburg 4-0. Simak rekor pemain Italia termuda di kancah Eropa!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
Pesta Gol AC Milan di RB Salzburg, Alphadjo Cisse Pecahkan Rekor Italia di Eropa!
Berita
Perdana Menteri Italia Ajukan Trademark atas Suaranya, Lawan Ancaman AI
Giorgia Meloni pernah jadi korban konten pornografi hasil rekayasa deepfake.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Perdana Menteri Italia Ajukan Trademark atas Suaranya, Lawan Ancaman AI
Olahraga
Prediksi Turki vs Italia: Misi Bangkit Setelah Kalah di Laga Pembuka
Prediksi Turki vs Italia di UEFA Nations League 29 September 2026 pukul 01.45 WIB. Simak kondisi tim, susunan pemain, dan prediksi skor.
ImanK - Minggu, 27 September 2026
Prediksi Turki vs Italia: Misi Bangkit Setelah Kalah di Laga Pembuka
Olahraga
Era Baru Italia di Bawah Roberto Mancini: Taktik dan Formasi Fleksibel
Roberto Mancini belum menentukan formasi utama yang akan digunakan timnas Italia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 22 September 2026
Era Baru Italia di Bawah Roberto Mancini: Taktik dan Formasi Fleksibel
Dunia
Italia Akan Larang Penggunaan Burka atau Hijab di Lingkungan Sekolah dan Wajibkan Siswa Asing Berhasa Italia
Orang tua dari siswa asing yang kesulitan beradaptasi dengan sistem sekolah akan diwajibkan untuk mempelajari bahasa Italia
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Italia Akan Larang Penggunaan Burka atau Hijab di Lingkungan Sekolah dan Wajibkan Siswa Asing Berhasa Italia
Indonesia
KRI Sriwijaya Kapal Induk Pertama Indonesia Punya 310 Awak, Saat Ini Lagi Digembleng
KRI Sriwijaya (eks Giuseppe Garibaldi) resmi masuk perairan NKRI via ALKI I. Kapal induk pertama Indonesia ini akan bersandar di Tanjung Priok, dengan 310 awak tengah digembleng TNI AL.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
KRI Sriwijaya Kapal Induk Pertama Indonesia Punya 310 Awak, Saat Ini Lagi Digembleng
Bagikan