AR Baswedan Jadi Pahlawan Nasional, Anies Ingat Kamera Sang Kakek

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 08 November 2018
AR Baswedan Jadi Pahlawan Nasional, Anies Ingat Kamera Sang Kakek

Gubernur Anies Baswedan bersama keluarga sebelum berangkat ke Istana menerima penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada kakeknya AR Baswedan. (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akan menghadiri acara penganugerahan kakeknya, Abdurrahman (A.R) Baswedan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta hari ini.

Sebelum menghadiri acara itu, Anies bercerita tentang kakeknya. Ia pun mengaku tumbuh dan besar bersama kakenya A. R Baswedan di rumahnya di kota Yogyakarta.

"Karena kalau zaman dulu, anak cucu satu rumah semuanya jadi ibu saya, anak ibu masih tinggal bersama dengan kakek-nenek," kata Anies sambil tersenyum di Pendopo Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (8/11).

Kedua dari kiri, AR Baswedan dan Agus Salim. (fuadnasa)
Kedua dari kiri, AR Baswedan dan Agus Salim. (fuadnasa)

Anies menuturkan kakeknya berprofesi sebagai wartawan di Sin Tit Po. Kemana pun pergi A. R Baswedan selalu membawa kamera, dan tak ketinggaln sebuah tape recorder. Pria kelahiran 1908 ini jadi salah satu perintis pers nasional.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menceritakan bahwa setiap hari diri diajak kakeknya mengantarkan surat ke kantor pos. "Dari mudanya wartawan, sampai akhir hayatnya," jelasnya.

Ketika Sekolah Dasar (SD), Anies diminta menjadi juru tulis kakeknya. Ketika menulis A. R Baswedan duduk di samping dengan mendikte isi surat itu. Tulisan dirinya itu akan dikirimkan kepada orang lain, setiap hari.

"Nah yang ditulis saya tidak ingat, karena selalu kalau habis mendikte di ujung surat itu selalu bilang 'surat ini saya diktekan dan diketik oleh cucu saya Anies," cetusnya.

Lanjut Anies, kakeknya bila menulis dengan mesin ketik menggunakan 10 jari dengan melihat ke atas. Memang kakeknya lihai membuat berita karena terlibat menulis setiap hari.

AR baswedan
Caption

Gubernur DKI itu bersyukur tumbuh dan besar berintraksi dengan kakeknya sampai mengenyam bangku SMA kelas 2. Hebatnya lagi A. R Baswedan menjadi salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang disidangkan di gedung Pancasila, Jakarta.

"Jadwal pidato beliau itu ada 3 orang yang berpidato tanggal 1 Juni. Aher baswedan kemudian 1 saya lupa namanya, lalu Bung Karno," ungkapnya.

Cerita Anies lagi, A. R juga pernah didapuk menjadi Menteri Muda Penerangan di tahun 1947. Namun, yang paling melekat dalam namanya adalah Abdurrahman Baswedan menjadi salah satu diplomat pertama Indonesia yang berhasil mendapatkan pengakuan de jure dan de facto pertama atas pengakuan kemerdekaan Republik Indonesia dari Mesir. (Asp)

#Pahlawan Nasional #AR Baswedan #Anies Baswedan
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Subianto Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Koleksi Sepeda Onthel Hingga Ijazah Jadi Pengingat Perjuangan Sang Pahlawan Nasional
Kompleks Museum Pahlawan Nasional Marsinah berdiri di atas lahan seluas 938,6 meter persegi dan terdiri dari dua bangunan utama
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
Prabowo Subianto Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Koleksi Sepeda Onthel Hingga Ijazah Jadi Pengingat Perjuangan Sang Pahlawan Nasional
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Indonesia
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Tiga anggota intel kodim itu mengaku sebelumnya menghadiri rapat pemantauan wilayah dan hendak makan siang di Soto Mbok Giyem. .
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Indonesia
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Kodam IV/Diponegoro Jawa Tengah membenarkan tiga pria TNI yang berfoto bersama Anies Baswedan merupakan anggota intel Kodim Karanganyar.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Beredar narasi di media sosial yang menyebut kehadiran Anies di lokasi bencana alam Aceh membuat beban korban hilang. Cek kebenaran informasinya!
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Diketahui, konteks asli video yakni momen Anies tumpengan dalam peresmian jembatan jembatan gantung di Desa Cihanjuang, Pandeglang, Banten.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Dianggap Lebih Berjasa dari Soekarno dan Soeharto
Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, diusulkan menjadi pahlawan nasional. Jasanya dianggap lebih besar dibanding Soekarno dan Soeharto.
Soffi Amira - Sabtu, 15 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Dianggap Lebih Berjasa dari Soekarno dan Soeharto
Indonesia
Marsinah Dijadikan Pahlawan Nasional, Bukti Negara Mulai Menghargai Kelompok Buruh
Marsinah mendapat gelar pahlawan nasional. Sekretaris Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS, Muhammad Rusli menilai, negara mulai menghargai buruh.
Soffi Amira - Selasa, 11 November 2025
Marsinah Dijadikan Pahlawan Nasional, Bukti Negara Mulai Menghargai Kelompok Buruh
Indonesia
Dari Akademisi hingga Diplomat, Kiprah Prof. Mochtar Kusumaatmadja Kini Diabadikan sebagai Pahlawan Nasional
Prof. Mochtar Kusumaatmadja dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas perjuangannya memperjuangkan konsep Negara Kepulauan Indonesia di dunia internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 November 2025
Dari Akademisi hingga Diplomat, Kiprah Prof. Mochtar Kusumaatmadja Kini Diabadikan sebagai Pahlawan Nasional
Bagikan