Apple Memiliki Kendala Pasokan di 2022, Ada Apa?
Apple mengalami masalah pasokan (Foto: pixabay/pexels)
APPLE agaknya harus memiliki strategi bisnis baru di 2022. Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut mengalami masalah besar terkait pasokan akibat masih adanya lockdown COVID-19 di salah satu wilayah Tiongkok. Seperti diketahui, Tiongkok merupakan kunci utama penyedia pasokan produk Apple setelah berhentinya penjualan produk akibat adanya invasi Rusia ke Ukraina.
Apple memprediksi akan terjadi perlambatan pertumbuhan perusahaan karena masalah-masalah tersebut, hingga berimbas pada penurunan saham Apple. Laman Reuters memberitakan bahwa masalah pasokan tersebut tertahan di Shanghai, Tiongkok.
Baca Juga:
Mengenai masalah tersebut, Chief Executie Officer Apple Tim Cook menjelaskan bahwa bila Tiongkok sudah kembali dibuka aksesnya oleh pemerintah setempat, maka perakitan akhir produk Apple akan kembali dikerjakan. Meski begitu, sejauh ini belum ada kepastian kapan kebijakan lockdown dicabut.
Cook berharap masalah tersebut tidak berlarut-larut dan hanya berlangsung untuk sementara waktu saja, hingga kondisi ke depannya perlahan mulai membaik.
Mengenai efek dari invasi Rusia ke Ukraina, Chief Financial Officer Apple Luca Maestri pernah mengatakan bahwa peperangan mengakibatkan penurunan penjualan yang lebih besar dan diperkirakan akan terjadi di kuartal ketiga tahun ini.
Maestri mengatakan pada analis bahwa masalah rantai pasokan akan merugikan penjualan di kuartal tersebut senilai USD 4 miliar (Rp 58,1 triliun) hingga USD 8 miliar (Rp 116,2 triliun). Kemudian, secara substansial dia juga memperkirakan akan ada penurunan yang lebih telak dibanding kuartal kedua.
Baca Juga:
Ketika pandemi mulai mereda, sepertinya bukan menjadi kabar baik bagi pihak Apple. Sebab orang-orang sudah mulai melakukan kegiatan secara hibrida, sehingga dana yang dialokasikan untuk membeli gawai cenderung akan menurun.
Apple mengklaim penjualan iPad menurun sebanyak 2 persen menjadi USD 7,65 miliar (lebih dari Rp 110 triliun) akibat kendala rantai pasokan. Meski begitu, untuk akesori pelengkap justru mengalami peningkatan permintaan, seperti halnya perangkat pengeras suara Apple mencatat terjadi kenaikan sebanyak 12 persen menjadi USD 8,8 miliar (lebih dari Rp 127 triliun). (ryn)
Baca Juga:
Setelah Samsung dan Apple, Giliran Microsoft yang Hentikan Bisnis di Rusia
Bagikan
Berita Terkait
Desain Samsung Galaxy A57 Terungkap di TENAA, Lebih Ramping dengan Kamera Baru
OPPO Find N6 Kantongi Sejumlah Sertifikasi, Peluncuran Global Makin Dekat
POCO X8 Pro Iron Man Edition Muncul di NBTC Thailand, Peluncuran Semakin Dekat
Samsung Galaxy S26 Disebut tak Lagi Punya Memori 128GB, Bocoran Retailer Ungkap Detailnya
OPPO Reno15 Series Resmi Meluncur, Hadirkan Pengalaman Kreatif Reno Land di M Bloc
Bocoran OPPO Find X10, Digadang-gadang Bakal Bawa Kamera Telefoto Periskop 200MP
Tampilan OPPO Find X9 Ultra Terungkap, Andalkan Kamera Super 200MP
Kamera OPPO Reno 15 Pro Max Jadi Andalan, Pakai Sensor 200 MP dan Ultra-wide 50 MP
Samsung Galaxy S26 Plus Muncul di Geekbench, Gunakan Chip Exynos 2600
Siri iOS 27: Si Chatbot Sakti Apple yang Bikin ChatGPT Kelihatan Jadul dan Kuno