Apa itu Ground Fire? Fenomena Kebakaran Tersembunyi di Bawah Tanah

Soffi AmiraSoffi Amira - 1 jam, 6 menit lalu
Apa itu Ground Fire? Fenomena Kebakaran Tersembunyi di Bawah Tanah

Mengenal apa itu ground fire. Foto: Unsplash/Kelis

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan pada 2026 menunjukkan salah satu tantangan besar dalam proses pemadaman, terutama di lahan gambut.

Dalam kondisi tertentu, api tidak lagi terlihat di permukaan tanah, tetapi asap masih mengepul dari bawah tanah. Kementerian Kehutanan pernah melaporkan fenomena tersebut saat meninjau lokasi kebakaran di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

Fenomena itu dikenal sebagai ground fire, yakni kebakaran yang merambat dan bertahan di bawah permukaan tanah.

Baca juga:

Hotspot Karhutla di Sumatera Selatan Makin Bertambah, Secara Nasional Diklaim Menurun

Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla menjadi lebih rumit. Meski kobaran api tidak lagi terlihat, bara yang tersimpan di lapisan tanah masih dapat bertahan dan memicu kebakaran kembali.

Lantas, apa itu ground fire, bagaimana proses terjadinya, dan mengapa kebakaran jenis ini sulit dipadamkan?

Apa itu Ground Fire?

Ground fire terjadi di bawah permukaan tanah
Ground fire terjadi di bawah permukaan tanah. Foto: Unsplash/Cullan Smith

Ground fire adalah kebakaran yang berlangsung di bawah permukaan tanah, terutama pada lapisan bahan organik yang mudah terbakar, seperti gambut.

Berbeda dengan kebakaran permukaan yang ditandai kobaran api dan membakar rumput, semak, atau pepohonan, ground fire dapat berlangsung melalui proses pembakaran membara (smoldering combustion) tanpa menghasilkan nyala api besar.

Fenomena ini menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran di lahan gambut Indonesia. Gambut terbentuk dari tumpukan sisa tumbuhan yang mengalami proses penguraian dalam waktu sangat panjang.

Baca juga:

Kerugian Kebakaran Hutan di Raja Ampat Capai Rp 200,4 Miliar

Saat kondisinya tetap basah, gambut menyimpan banyak air. Namun, ketika mengering, lapisan organik tersebut dapat berubah menjadi bahan bakar yang mudah terbakar.

Menurut Kementerian Kehutanan, karakteristik lahan gambut memungkinkan api bertahan di bawah permukaan tanah meskipun kobaran api di atasnya sudah tidak terlihat.

Kondisi tersebut membuat pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Bagaimana Ground Fire Bisa Terjadi?

Penyebab terjadinya ground fire
Penyebab terjadinya ground fire. Foto: Unsplash/Guido Jansen

Ada sejumlah kondisi yang memungkinkan ground fire muncul dan berkembang. Berikut penyebab terjadinya kebakaran di bawah permukaan tanah tersebut.

1. Lapisan Gambut Mengering

Ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang, kandungan air dalam gambut dapat berkurang. Gambut yang mengering menjadi lebih mudah terbakar, terutama jika muka air tanah turun akibat drainase atau perubahan tata kelola lahan.

2. Api Merambat ke Lapisan Bawah Tanah

Kebakaran yang awalnya terjadi di permukaan dapat menjalar ke lapisan organik di bawahnya. Bara kemudian membakar material gambut secara perlahan dan merambat mengikuti lapisan bahan organik yang tersedia.

Baca juga:

Cabut Izin Perusahaan Tak Cukup, DPR Desak Pembakar Hutan Dihukum Berat

3. Pembakaran Berlangsung Tanpa Api Besar

Di bawah tanah, bahan organik dapat terbakar melalui proses pembakaran membara. Proses ini menghasilkan panas dan asap, tetapi tidak selalu disertai kobaran api yang jelas.

Akibatnya, kebakaran berpotensi luput dari pengamatan jika pemantauan hanya mengandalkan penglihatan dari permukaan tanah.

4. Bara Bertahan di Dalam Tanah

Selama masih tersedia bahan organik yang dapat terbakar dan kondisi yang mendukung proses pembakaran, bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah.

Inilah yang membuat ground fire berpotensi memunculkan api kembali meskipun bagian atas lahan terlihat sudah padam. (Far)

#Kebakaran Hutan #Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) #Istilah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Apa itu Ground Fire? Fenomena Kebakaran Tersembunyi di Bawah Tanah
Ground fire merupakan fenomena kebakaran tersembunyi yang terjadi di bawah tanah. Namun, apa penyebabnya?
Soffi Amira - 1 jam, 6 menit lalu
Apa itu Ground Fire? Fenomena Kebakaran Tersembunyi di Bawah Tanah
Indonesia
Hotspot Karhutla di Sumatera Selatan Makin Bertambah, Secara Nasional Diklaim Menurun
Berdasarkan data pemantauan hingga pukul 21.00 WIB pada 13 Oktober 2026, akumulasi hotspot pada periode 1–13 Oktober tercatat sebanyak 7.519 titik, dengan puncak harian sebanyak 1.029 titik pada 8 Oktober 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Hotspot Karhutla di Sumatera Selatan Makin Bertambah, Secara Nasional Diklaim Menurun
Indonesia
Hotspot Karhutla Turun 77,5 Persen, Pemerintah Perkuat Pemadaman di Kalteng dan Sumsel
Pemerintah memperkuat pemadaman karhutla di Kalteng dan Sumsel. Data Kemenhut mencatat hotspot nasional turun 77,5 persen dalam 24 jam terakhir.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Hotspot Karhutla Turun 77,5 Persen, Pemerintah Perkuat Pemadaman di Kalteng dan Sumsel
Indonesia
Ratusan Satwa Liar Terdampak Karhutla, Kemenhut Ungkap Spesies yang Berhasil Diselamatkan
Kemenhut mencatat 232 satwa liar berhasil diselamatkan dari karhutla hingga 8 Oktober 2026, termasuk 71 orang utan dan 76 bekantan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Ratusan Satwa Liar Terdampak Karhutla, Kemenhut Ungkap Spesies yang Berhasil Diselamatkan
Indonesia
Polri Tetapkan 223 Tersangka Karhutla, Lahan Terbakar Capai 5.157 Hektare
Bareskrim Polri menetapkan 223 tersangka karhutla. Lahan terbakar kini sudah mencapai 5.157 hektare.
Soffi Amira - Rabu, 14 Oktober 2026
Polri Tetapkan 223 Tersangka Karhutla, Lahan Terbakar Capai 5.157 Hektare
Indonesia
Cabut Izin Perusahaan Tak Cukup, DPR Desak Pembakar Hutan Dihukum Berat
Penegakan hukum menyasar pihak yang bertanggung jawab agar praktik pembakaran hutan tidak terus berulang.
Yusuf Abdillah - Rabu, 14 Oktober 2026
Cabut Izin Perusahaan Tak Cukup, DPR Desak Pembakar Hutan Dihukum Berat
Indonesia
Biar Asap Tidak Masuk Negara Tetangga, Pemadaman Karhutla di Prioritaskan di Kalteng dan Sumsel
Penanganan akan terus dilakukan untuk memadamkan titik api dan mengurangi asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
 Biar Asap Tidak Masuk Negara Tetangga, Pemadaman Karhutla di Prioritaskan di Kalteng dan Sumsel
Indonesia
Karhutla Makin Meluas, Pemerintah Siapkan 30 Sumur Bor dan Tambah Ekskavator
Pemerintah menyiapkan sekitar 30 sumur bor dan tambahan ekskavator untuk mengendalikan karhutla. Menhut juga mengoptimalkan modifikasi cuaca dan water bombing.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Karhutla Makin Meluas, Pemerintah Siapkan 30 Sumur Bor dan Tambah Ekskavator
Indonesia
Ada 98 Laporan Kasus Karhutla, Bareskrim Tetapkan 9 Orang Dari Korporasi
Untuk kasus karhutla yang melibatkan pelaku perorangan, Polri telah menetapkan 223 tersangka dari 273 laporan polisi yang ditangani di 12 polda.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Ada 98 Laporan Kasus Karhutla, Bareskrim Tetapkan 9 Orang Dari Korporasi
Indonesia
Jeritan Nurani Tokoh Bangsa! Gus Mus, Romo Magnis hingga Istri Gus Dur Desak Prabowo Tetapkan Karhutla Bencana Nasional
Gerakan Nurani Bangsa desak Presiden Prabowo tetapkan Karhutla Bencana Nasional. Simak tuntutan penegakan hukum dan bantuan medis bagi korban asap!
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Oktober 2026
Jeritan Nurani Tokoh Bangsa! Gus Mus, Romo Magnis hingga Istri Gus Dur Desak Prabowo Tetapkan Karhutla Bencana Nasional
Bagikan