Antisipasi COVID-19, Pemprov DIY bakal Data Pemudik yang Masuk ke Yogyakarta

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 30 Maret 2020
Antisipasi COVID-19, Pemprov DIY bakal Data Pemudik yang Masuk ke Yogyakarta

Wakil Ketua Gugus Tugas Convid 19, Biwara Yuswantana. Foto: MP/Teresa Ika

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemprov Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) gerak cepat untuk mengantisipasi potensi mewabahnya COVID-19 yang dibawa pemudik. Langkah pertama adalah mendata seluruh pemudik yang masuk ke wilayah Yogyakarta.

Wakil Ketua Gugus Tugas COVID-19, Biwara Yuswantana menjelaskan pendataan dilakukan disarana umum pintu gerbang para pemudik seperti terminal bus, stasiun kereta api dan bandara.

Baca Juga

Hampir 6.000 Orang Daftar Jadi Relawan Penanganan COVID-19

Pemda telah mengaktifkan posko kesehatan dan pemantauan. Posko ini adalah posko pelayanan yang biasa dibuka saat momen mudik dan balik Lebaran.

"Jadi begitu penumpang turun di stasiun atau terminal atau bandara langsung kami data. Mereka kami minta isi data yakni nama, asal mereka, alamat yang mereka tuju di Yogyakarta," jelas Biwara di Yogyakarta, Minggu (29/3)

Wakil Ketua Gugus Tugas Convid 19, Biwara Yuswantana
Wakil Ketua Gugus Tugas Convid 19, Biwara Yuswantana. Foto: MP/Teresa Ika

Para penumpang juga akan diperiksa kesehatan dan suhu tubuhnya oleh petugas. Sementara para pemudik yang datang dengan menggunakan kendaraan pribadi wajib melapor kepada ketua RT setempat. Jika ada pemudik yang menunjukkan gejala-gejala sakit maka ia diimbau untuk memeriksakan diri ke Puskesmas.

"Pemudik yang menunjukkan gejala-gejala sakit Corona dan pernah terpapar oleh Pasien Dalam Pengawasan (PDP) akan langsung masuk kategori orang dalam pengawasan (ODP). Yang sehat kami minta karantina mandiri selama 14 hari," jelasnya.

Pemda mengajak masyarakat untuk berperan aktif mendata para pemudik yang tiba di wilayahnya. Warga yang kedatangan pemudik wajib untuk melapor kepada pemerintah desa setempat.

Pemda DIY juga menghimbau kepada seluruh pengusaha transportasi umum untuk meningkatkan penyemprotan disinfektan di dalam kendaraan umum. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus COVID-19

Baca Juga

Banteng Muda Semprot Disinfektan di 5000 KK Perumahan Se-Jabodetabek

Berdasarkan data dari gugus tugas penanganan COVID-19 DIY, hingga Sabtu (28/3) pukul 16.00 WIB jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang sudah melakukan pemeriksaan tes sebanyak 154 orang. 19 pasien di antaranya positif terjangkit Korona, 40 lainnya negatif dan 95 lainnya masih menunggu hasil. tiga dari 19 pasien yang positif COVID-19 meninggal dunia dan 1 orang dinyatakan sembuh. (*)

Berita ini merupakan laporan Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

#Yogyakarta #Virus Corona
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Penghentian sementara dilakukan untuk memastikan keselamatan sementara setelah terjadinya gempa bumi.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Olahraga
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,5 mengguncang Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya pada Selasa (27/1) pada pukul 13.15 WIB.
Frengky Aruan - Selasa, 27 Januari 2026
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
ShowBiz
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
Lagu ini menegaskan filosofi 'Takhta untuk Rakyat'.
Dwi Astarini - Senin, 26 Januari 2026
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
ShowBiz
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Lagu ini dibalut nuansa ringan dan ceria, terinspirasi dari pengalaman berlibur di Yogyakarta
Wisnu Cipto - Minggu, 18 Januari 2026
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Indonesia
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Libur panjang akhir pekan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjelajahi kota-kota dengan nyaman dan aman bersama keluarga dengan naik kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Indonesia
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Hingga Senin (29/12) penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 3.517.528 tiket.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Indonesia
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Posisi berikutnya ditempati oleh Semarang dengan 32.962 penumpang, Surabaya sebanyak 22.846 penumpang, Purwokerto sebanyak 22.139 penumpang, dan Bandung dengan 21.186 penumpang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Prabowo memerintahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyurati para bupati dan wali kota terkait dengan arahan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Bagikan