Anies Diminta Segera Antisipasi Banjir Sebelum Musim Hujan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2020
Anies Diminta Segera Antisipasi Banjir Sebelum Musim Hujan

Banjir di Jakarta. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem akibat peralihan musim akan terjadi hingga Oktober 2020 dan curah hujan akan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengingatkan, kepada Pemprov DKI untuk segera mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi banjir ibu kota. Sebab selama ini, Prasetyo menilai, Gubernur Anies Baswedan bekerja menanggulangi banjir saat banjir sudah terjadi di sejumlah wilayah Jakarta.

"Jangan pas banjir baru kerja. Penanganan banjir ini perlu diantisipasi jauh-jauh hari, harus menyiapkan mitigasi banjir," ujar kepada wartawan, Senin (28/9).

Baca Juga:

Dua Wilayah Jakarta Diperkirakan Hujan Ringan Senin Siang

Politikus PDI Perjuangan ini pun menilai, Pemprov DKI lamban dan tidak serius dalam mengantisipasi banjir.

“Ini bukan lagi memikirkan kebijakan populer atau tidak populer. Tapi ini kepentingan semua warga, nasib hidup warga Jakarta,” jelas dia.

Prasetyo menuturkan, sejak beberapa tahun lalu mitigasi banjir bukan lagi menjadi program prioritas di Jakarta. Itu terlihat dari pemangkasan pagu penanganan banjir di beberapa tahun terakhir. Bahkan di tahun ini, Dinas Sumber Daya Air (SDA) sempat tidak memiliki anggaran untuk penanganan banjir.

“Saya sudah katakan berkali-kali masalah Jakarta itu dari dulu dua, macet dan banjir, Karena itu saya menyetujui dibentuknya Pansus banjir. Perlu keseriusan untuk masalah banjir ini," papar dia.

Menurut Prasetyo, ketidakseriusan Pemprov DKI dalam penanganan banjir, juga tampak pada lemahnya pengawasan pada program revitalisasi trotoar. Revitalisasi trotoar di sepanjang jalan Pangeran Diponegoro justru mengakibatkan penyumbatan tali air sehingga membanjiri perumahan warga sekitar.

"Di awal tahun lalu Jakarta kembali dikepung banjir. Termasuk di kawasan Menteng Jalan Diponegoro. Penyebabnya karena pelebaran trotoar yang justru tidak memperhatikan saluran yang ada di bawahnya. Kalau sudah seperti ini bagaimana pengawasannya," ungkap Pras.

Selain pengawasan, Prasetyo meminta Pemprov DKI mengoptimalkan alokasi dana pinjaman sebesar Rp12,5 triliun dari PT Sarana Multi Infrastruktur. Pinjaman tersebut dialokasikan untuk tahun 2020 dan 2021 dengan beberapa program prioritas.

Selain banjir, anggaran tersebut juga akan digunakan untuk sejumlah program yakni kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

"Dengan ketersediaan anggaran, sudah saatnya Pak Gubernur memperbaiki manajemen, standar prosesdur untuk penanganganan banjir," pungkasnya. (Asp).

Baca Juga:

Dalam Tiga Hari, Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

#Banjir Jakarta #Anies Baswedan
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jalan Daan Mogot Macet Parah, 4 Pompa Bergerak Dikerahkan Buat Tangani Banjir
Air mulai menggenangi area tersebut sejak pukul 03.00 WIB dini hari. Keempat pompa itu pun sudah mulai bekerja sejak Subuh sekira pukul 04.00 WIB.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 1 menit lalu
Jalan Daan Mogot Macet Parah, 4 Pompa Bergerak Dikerahkan Buat Tangani Banjir
Indonesia
Siang Ini Banjir di Jakarta Rendam 10 Ruas Jalan, Ketinggian Sampai 50 Centimeter
Banjir tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
Alwan Ridha Ramdani - 2 jam, 11 menit lalu
Siang Ini Banjir di Jakarta Rendam 10 Ruas Jalan,  Ketinggian Sampai 50 Centimeter
Indonesia
Update Banjir Jakarta Siang Ini: 28 RT Tergenang, 11 Jalan Tak Bisa Dilalui
Banjir Jakarta meluas pada Kamis (29/1). BPBD DKI mencatat 28 RT dan 11 ruas jalan tergenang di Jakarta Barat, Timur, Selatan, dan Utara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Update Banjir Jakarta Siang Ini: 28 RT Tergenang, 11 Jalan Tak Bisa Dilalui
Indonesia
Jalan ke Stasiun Kereta Cepat Halim Tergenang, Operasional Whoosh Tetap Aman
Banjir merendam akses menuju Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim. KCIC imbau penumpang gunakan LRT Jabodebek dan rute alternatif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Jalan ke Stasiun Kereta Cepat Halim Tergenang, Operasional Whoosh Tetap Aman
Indonesia
Banjir Jakarta Hari ini, Rute Transjakarta dan Miktorans Ikut Terdampak
Hujan lebat yang menyebabkan banjir Jakarta, membuat sejumlah layanan Transjakarta dan Mikrotrans terganggu.
Soffi Amira - Kamis, 29 Januari 2026
Banjir Jakarta Hari ini, Rute Transjakarta dan Miktorans Ikut Terdampak
Indonesia
Hujan Deras Picu Banjir Jakarta, 17 RT dan 2 Ruas Jalan Masih Terendam
Hujan deras telah memicu banjir di Jakarta hingga Kamis (29/1) pagi. BPBD DKI melaporkan, 17 RT dan 2 ruas jalan terendam banjir.
Soffi Amira - Kamis, 29 Januari 2026
Hujan Deras Picu Banjir Jakarta, 17 RT dan 2 Ruas Jalan Masih Terendam
Indonesia
Banjir Ganggu Transportasi, Transjakarta Sesuaikan Puluhan Rute
Banjir di Jakarta menyebabkan layanan Transjakarta mengalami keterlambatan dan penyesuaian rute. Total 22 rute terdampak genangan pada Kamis (29/1).
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Banjir Ganggu Transportasi, Transjakarta Sesuaikan Puluhan Rute
Indonesia
Banjir Jakarta Pagi Ini, 17 RT dan 2 Ruas Jalan Masih Terendam
Banjir masih merendam Jakarta hingga Kamis (29/1). BPBD DKI mencatat 17 RT dan dua ruas jalan terendam akibat hujan dan luapan Kali Ciliwung serta Pesanggrahan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Banjir Jakarta Pagi Ini, 17 RT dan 2 Ruas Jalan Masih Terendam
Indonesia
Luapan Kali Ciliwung, 17 RT di Jakarta Masih Terendam Banjir
BPBD DKI Jakarta mencatat 17 RT di Jakarta Selatan dan Timur terendam banjir akibat hujan deras dan luapan Kali Ciliwung.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Luapan Kali Ciliwung, 17 RT di Jakarta Masih Terendam Banjir
Indonesia
11 RT di Jakarta Kebanjiran, Rabu (28/1) Petang
Kawasan yang terendam banjir berada di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Januari 2026
11 RT di Jakarta Kebanjiran, Rabu (28/1) Petang
Bagikan