MERAHPUTIH.COM - GENERAL Manager of Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa memprediksi jumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung selama Angkutan Lebaran 2026, meningkat sekitar 4 persen ketimbang angkutan Lebaran 2025. Potensi lonjakan penumpang harian juga diperkirakan meningkat.
“Dari sekitar 23 ribu penumpang per hari pada angkutan Lebaran 2025 menjadi sekitar 25 ribu penumpang per hari pada angkutan Lebaran,” kata Eva dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Senin (16/3).
Untuk memastikan operasional dan pelayanan berjalan optimal selama angkutan Lebaran, KCIC menyiagakan berbagai personel operasional. Dari sisi operasional kereta terdapat 352 personel kru operasional yang terdiri dari masinis, teknisi kereta, petugas operation control center (OCC), hingga kru pelayanan di dalam kereta. Para petugas operasional tersebut juga telah memiliki sertifikasi dari Kementerian Perhubungan sesuai dengan standar keselamatan operasional perkeretaapian.
Selain itu, KCIC juga menyiagakan 551 personel pengamanan yang terdiri dari petugas pengamanan internal KCIC, petugas sekuriti operasional, serta dukungan dari TNI dan Polri yang ditempatkan di stasiun, jalur operasional, hingga area depo.
KCIC juga menyiagakan sebanyak 309 petugas posko dari internal perusahaan yang tetap bertugas selama periode Angkutan Lebaran. Mereka ditempatkan di seluruh stasiun Whoosh, Posko Pusat Kementerian Perhubungan, serta berbagai area kerja operasional Whoosh untuk melakukan pemantauan operasional sekaligus memberikan pelayanan dan bantuan kepada penumpang selama masa Angkutan Lebaran.
Baca juga:
Jelang Lebaran 2026, Whoosh Siapkan 1.846 CCTV dan Sistem Sensor Gempa
Dari sisi keselamatan operasional, perjalanan Whoosh juga didukung berbagai sistem monitoring dan teknologi keselamatan yang terintegrasi. KCIC mengoperasikan 1.773 unit CCTV yang tersebar di stasiun, jalur operasional, depo, hingga di dalam rangkaian kereta untuk memantau kondisi operasional secara real time.
Selain itu, jalur Whoosh juga dilengkapi berbagai sensor dan sistem peringatan dini yang berfungsi memantau kondisi lingkungan serta potensi gangguan operasional. Sistem tersebut terdiri dari 17 sensor angin kencang, 8 sensor hujan, 6 sensor benda asing, serta 7 sistem peringatan dini gempa bumi yang terpasang di berbagai titik sepanjang jalur Jakarta–Bandung.
KCIC juga mengantisipasi potensi risiko bencana alam di sepanjang jalur operasional, seperti sedimentasi di 6 titik, potensi banjir di 8 titik, serta potensi longsor di 22 titik. Untuk memastikan keselamatan perjalanan tetap terjaga, KCIC menempatkan petugas yang berjaga selama 24 jam di berbagai titik tersebut guna melakukan pemantauan kondisi jalur secara berkala serta penanganan cepat apabila ditemukan potensi gangguan operasional.
Eva menambahkan KCIC berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat selama periode angkutan Lebaran. “Kami siap melayani mobilitas masyarakat selama masa angkutan Lebaran dengan perjalanan Whoosh yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutup Eva.(knu)
Baca juga:
Transfer Teknologi Tuntas, Whoosh Kini Dikelola 100% Tenaga Lokal